Usir Workplace Boredom-nya Kaum Pekerja Milenial dengan ASUS VivoBook 15 A516, Ampuh Banget!


Guys, pernah nggak sih merasa jenuh dengan pekerjaan yang sedang kamu lakoni sekarang?

Kamu sudah bersyukur kok; berusaha untuk mengerjakan semua tugas pokok dengan sepenuh hati; bisa bergaul dengan sesama karyawan atau rekan kerja yang lain; dan menikmati pendapatan yang alhamdulillah lebih dari cukup untuk hidup sendiri. Tapi nggak tahu kenapa, selalu ada perasaan kosong yang muncul ketika kamu merasa kecapean dan sendirian. Perasaan kosong yang mau nggak mau bikin kamu jadi flashback ke masa-masa sebelum ini, menimbulkan pertanyaan besar yang nggak bisa kamu jawab dan malah bikin kamu terjebak dalam hiraeth—itu, lho, perasaan ingin pulang, ingin kembali pada apa yang membuat kamu sangat nyaman tapi kamu tahu itu nggak akan mudah terjadi.


Pertanyaan-pertanyaan itu semacam;

“INI PEKERJAAN IMPIAN SAYA BUKAN, SIH?”

atau

“APAKAH SAYA SUDAH BEKERJA SESUAI DENGAN PASSION SAYA SELAMA INI?”

Kalau kamu merasakannya, berarti kita senasib, guys!


Duh, tiap cape pasti kepikiran,

... dan ending-nya ingin teriak kenceng banget;


FIX, GUE MAU RESSSSIGN AJAAAA!

AHAHAHA







tapi boong!

Ehe.

Menjadi jenuh saat bekerja itu hal yang wajar, guys, dan terjadi pada hampir setiap pekerja di seluruh dunia tanpa kecuali—termasuk saya. Sudah banyak juga riset mengenai kejenuhan di tempat kerja atau bahasa kerennya workplace boredom, karena fenomena psikologis ini tuh ternyata semacam gunung es.

Ketika seseorang merasakan workplace boredom, sesungguhnya ia nggak cuma merasa jenuh dan bosan saja dengan rutinitas pekerjaan yang ada, tapi bisa jadi masalahnya lebih besar dari itu. Workplace boredom bisa banget berkaitan dengan hilangnya koneksi antara personal dengan perusahaan karena banyak alasan yang akhirnya mengakibatkan stres. Stres saat bekerja nggak hanya berdampak pada penurunan kinerja seseorang, lho, tapi juga penurunan kesehatan secara mental dan fisik. Kamu tahu sendiri, 70% penyakit itu berasal dari stres dan mayoritas stres selalu berkaitan dengan masalah pekerjaan. (note to myself sih, ini)

Jadi ketika kamu merasakan workplace boredom, tenang saja sebab kamu nggak sendirian, kok!

Curt W. CoffmanGlobal Practice Leader di Gallup Organization—pernah berkata jika 55% karyawan di Amerika Serikat ngerasa nggak memiliki koneksi secara psikologis dengan perusahaan mereka. As we know, guys, ketiadaannya koneksi secara psikologis itu indikasi yang paling mencolok jika mereka merasa rutinitas pekerjaan mereka nggak lagi menjadi sesuatu yang menyenangkan alias cuma bikin jenuh aja.

Nggak cuma di Amerika Serikat sih, data dari Corporate Leadership Council malah menunjukkan data real dari 50.000 karyawan di seluruh dunia. Mereka disinyalir nggak mampu mencintai pekerjaan mereka, nggak mencintai rekan kerja atau tim mereka, sampai ngerasa mati rasa sama pekerjaan mereka. Pekerjaan sehari-hari mereka nggak menjadi sesuatu yang bikin bergairah dan itu jadi semacam siksaan abad 21 yang parah banget sih dampaknya buat psikologis.

Memang benar sih, kita nggak mengalami workplace boredom sendirian di dunia yang maha luas ini. Tapi karena dampaknya sangat signifikan dan merembet ke mana-mana, ada baiknya fenomena ini segera diatasi.


KUY, AH, BANGUN-BANGUN-BANGUN!

Melalui tulisan ini, saya mau ngajak kamu mencari solusi untuk mengatasi workplace boredom biar kinerja membaik dan otomatis gampang naik jabatan! Bigger dream-nya kaum pekerja milenial mah sederhana, ingin terhindar dari stres pekerjaan.

 


Kenapa sih saya bisa jenuh dengan pekerjaan saya saat ini?

Untuk mengatasi workplace boredom sampai ke akar-akarnya, ada baiknya kita mulai dengan pertanyaan tersebut. Apa ya alasan paling mungkin dari kejenuhan yang kita rasakan di tempat kerja; apakah lingkungannya yang tidak kondusif, rekan kerja yang toxic, masalah gaji sama atasan, atau memang kita bekerja di bidang yang nggak kita sukai atau bahkan kuasai. 

Mencari tahu alasan dari kejenuhan itu hal yang krusial, guys. Karena dari analisis yang baik terhadap problem, maka solusi bisa dirumuskan dengan mudah. Tapi ya penyebab dari workplace boredom ini beragam banget kan, seperti yang sudah saya tulis, dan setiap orang pasti punya case yang berbeda yang membuat mereka harus mampu menganalisis masalahnya sendiri.

Namun sebagai patokan, Douglas LaBier, Ph.D—seorang psychologist di Washington DC—sudah dengan baik hati merumuskan tiga alasan utama kenapa kejenuhan di tempat kerja bisa terjadi. Rumusan tersebut terdapat dalam artikelnya yang tayang secara daring di laman Psychology Today berjudul ‘Feeling Bored at Work? Three Reasons Why and What Can Free You’.

Coba deh kembali tilik, kalau-kalau kamu merasa lagi workplace boredom, kira-kira alasannya salah satu dari tiga penyebab di atas bukan, ya?

Secara personal, umumnya saya merasa workplace boredom karena alasan kedua; I’ve become invisible. Entah bagaimana selama Pembelajaran Jarak Jauh yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini, saya merasa kebergunaan saya sebagai pengajar bernilai minimal sekali, bahkan nihil. Hal ini dampak dari konektivitas kita sebagai pengajar yang lambat laun renggang bahkan lepas dengan anak-anak didik. Bayangkan saja, guys, dulu tuh hampir setiap hari bertemu tatap muka dengan anak-anak; sekadar bercengkerama di jam kosong dan membicarakan hal yang lebih serius di dalam kelas. Tahun-tahun ini karena pandemi, boro-boro bertemu tiap minggu, deh! Saya kejar untuk belajar daring pun via grup kelas kadang adaaaa saja yang lepas!

Jadilah saya merasa kehilangan diri saya sendiri.

Saya merasa tidak terlihat. Membosankan!


Seberapa penting sih ngikutin passion di ranah profesional?

Pernah denger nggak sih beberapa orang berkata jika bekerja sesuai dengan passion itu terasa nggak bekerja, karena kita melakukan apa yang memang kita sukai. Jadi, following your passion is the best choice in your life. Pandangan ini terdengar sangat benar, tapi bisa jadi missleading bagi beberapa orang. Malah kadang dijadikan alasan untuk nggak tampil optimal ketika mereka harus menyentuh ranah profesional yang nggak mereka sukai. Karena passion-nya pada bidang tertentu, maka maunya bekerja di bidang itu saja. How pity banget!

Bukannya terlihat idealis, pandangan seperti ini malah jadinya agak menyedihkan, ya. Harry BriggsVenture Capitalist dan Former Parner at BGF Vetures—berkata jika kamu hanya ingin mengejar apa yang kamu gemari, bisa jadi hal itu tuh tanda dari kemalasan bukan dari passion yang sesungguhnya. Dan saya sangat setuju! Lagian mengutip ujaran Michael Bohanesformer contributor di Forbesfollowing your passion is a dead. Apalagi jika passion-mu menghalangi kamu untuk mengembangkan diri dari bidang-bidang yang nggak pernah dipikirkan sebelumnya.

FYI nih, guys, passion dan hobi itu berbeda, ya. Bisa jadi passion kamu adalah hobi atau sebaliknya, tapi ada perbedaan yang mencolok, lho, dari dua istilah tersebut. Jadi jangan salah kaprah!


Jadi jika selama ini kamu berpikir bahwa passion adalah hobi, kuy ah kita pikirkan kembali dengan kepala yang jernih. Bekerja di bidang yang tidak kita sukai itu bukan hal yang besar, kok. Justru memang aktivitas yang kita gemari atau hobi pada dasarnya adalah kegiatan relaksasi di luar pekerjaan. Jadi bagi saya sih, dari pada hidup mengejar passion, lebih baik jadilah passionate di bidang apa pun kamu bekerja. Pelan-pelan saja dulu, nanti juga enak.


Meskipun kerja sudah 925 sama 24/7, punya hobi itu penting banget!

Bekerja sebagai pengajar di sekolah menengah bidang studi bahasa Indonesia itu bukan hal yang mudah, guys. Imbas dari dijadikan mata pelajaran UN, Bahasa Indonesia itu banyak sekali jamnya. Dalam satu hari kerja saja, saya bisa menghabiskan waktu dari pukul 07.00 pagi hingga 15.00 sore di dalam kelas dengan rata-rata istirahat sekitar 30 menit saja. Haha. Kadang berasa kerja rodi, lelah sekali. Di akhir pekan, biasanya saya tepar kalau nggak harus mengerjakan administrasi atau menghadiri acara ini dan itu. Saya yakin, sih, dikejar-kejar jam tayang kayak gini alias overwork sudah jadi semacam trademark dari pekerja kalangan milenial—kamu juga pasti begitu.

Nah, di sinilah peran punya hobi itu sangat penting, guys. Hobi bisa jadi distraktor hidup personal kita dari mobilitas pekerjaan yang nggak ada habisnya. Punya hobi itu sama dengan berani menginvestasikan perasaan pada hal lain di luar pekerjaan. Jadi ketika ada masalah di tempat kerja dan membuat mental kita down, kita punya aktivitas lain yang menyegarkan dan bikin mood naik lagi. Secara tidak langsung, melakoni hobi itu bisa banget membantu kita mengatasi stres di tempat kerja agar nggak gampang bosenan lalu nge-ghosting pekerjaan. Kan, nggak lucu. Lucu-lucu aja, sih. Haha


Sebagai digital natives, sebagian besar hobi anak-anak milenial memang berkaitan dengan perangkat digital atau gadget—atau setidaknya membutuhkan bantuan dari gadget. Gadget memang ajaib banget sih, karena mempermudah hidup dalam berbagai aspek dan punya fasilitas yang lebih instan serta serba praktis.

Misalnya, nih, punya hobi menggambar sedari kecil hingga saat ini—dulu saya paling mengandalkan kertas karton bahan membuat kerajinan Ayah dengan sederet pensil berwarna yang kalau salah sedikit sulit dihapus. Kini saya asyik dengan berbagai aplikasi menggambar digital seperti Adobe Illustrator dan Photoshop yang kalau salahnya banyak pun gampang banget tinggal di-undo. Beres!

Oleh karena itu, memiliki perangkat digital atau gadget yang mumpuni dan bisa support sama hobi kita itu penting banget. Kebayang nggak sih kalau semisal lagi pusing gara-gara pekerjaan, mau dengerin musik sambil iseng sketch di Adobe Illustrator gitu tiba-tiba RAM habis dan bikin nggak semua fitur menggambar jadi available. Atau nih, yang paling menyebalkan, lagi asyik-asyik edit vlog tapi laptop nge-hang karena spesifikasi laptopnya yang rendah. Haha. Bukannya untung, malah buntung. Bukannya bisa menghilangkan stres, malah bikin tambah stres!

Untungnya, seluruh mobilitas data dan aktivitas bekerja dan hobi saya selama ini oke banget sih didukung sama teknologi ASUS di ASUS VivoBook 14 (A416). Laptop-laptop ASUS memang nggak diragukan lagi kapabilitasnya, tepat tuju sesuai kelas dan peruntukannya masing-masing. ExpertBook buat menunjang bisnis, ROG untuk hiburan kelas atas, sampai VivoBook untuk kegunaan sehari-hari.

Nah, untuk meraih bigger dream-nya milenial yang ingin terlepas dari stres pekerjaan, harus banget dong milenial punya perangkat gawai aka laptop yang mumpuni untuk mendukung aktivitas keseharian mereka; baik untuk menunjang pekerjaan sehari-hari maupun buat hiburan atau melaksanakan hobi semata.


Let Me Introduce to You!

JRENG! JRENG! JRENG!

INI DIA, ASUS VIVOBOOK 15 (A516)
(One of The World’s Smallest All-Rounder 15-inch Laptops)


Buat pengguna ASUS VivoBook 14 (A416) seperti saya, ASUS VivoBook 15 (A516) ini pasti rasanya familiar banget. VivoBook 15 (A516) memang secara teknis merupakan bentuk upgrade dari laptop-laptop seri VivoBook sebelumnya, katakanlah generasi laptop 14 inci. Sesuai banget sih dengan apa yang diutarakan oleh Jimmy Lin waktu launching kalau VivoBook 15 (516) ini sangat cocok bagi para pengguna generasi laptop 14 inci yang menginginkan upgrade.

Oleh karena itu, guys, sebagai seri yang paling anyar, VivoBook 15 (A516) masih mengusung tagline yang sama yaitu easy portability dan effortless productivity. Keunggulan yang nyata banget dari salah satu laptop 15 inci terkecil di dunia yang all-rounder. Kendati tagline-nya sama, kepuasan penggunaannya sih dijamin meningkat ya karena ASUS VivoBook 15 (A516) punya beberapa aspek yang di-upgrade, termasuk masalah layar yang lebih wider alias lega abiiis!

Dengan layar yang lega, jadi lebih mudah melihat masa depan nggak sih? Ehe.

Dengan demikian, laptop ini cocok banget sih buat menunjang milenial yang ingin meraih bigger dream-nya untuk terlepas dari stres karena workplace boredom. Bisa banget diajak chillin' di akhir pekan sambil nyeruput kopi, dengerin musik dari media, sambil coret-coret di Adobe Illustrator atau aktivitas hobi lainnya. Tapi, guys, kendati dikhususkan untuk penggunaan sehari-hari, spesifikasinya bisalah diajak tarung dengan laptop level entri lainnya.


Gawai yang sudah ancient atau so yesterday kebanyakan cuma dijadikan benda pajangan, guys, karena fungsi mesin dan sistemnya sudah nggak mumpuni untuk dioperasikan. Maka dari itu—pasti terasa oleh kalian secara pribadi—menggunakan laptop jadul dengan spesifikasi yang ketinggalan zaman itu nggak enak banget buat digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Dua penyakit yang kemungkinan besar muncul sih ini; lemot dan buang-buang waktu aja.

Berbeda dengan Asus VivoBook 15 (A516) yang dibekali prosesor Intel® Core™ i5 generasi ke-10. Prosesor keluaran intel generasi ke-10 ini banyak banget fungsinya dalam optimalisasi penggunaan laptop, lho. Dimulai dari ukuran komponennya yang kecil, memungkinkan para produsen untuk memangkas ukuran hingga berat perangkat. Nggak heran, kan, sekarang kenapa VivoBook 15 (A516) jadi salah satu laptop 15 inci terkecil di dunia.


Ukuran komponen prosesor yang mini pun bisa memberikan ruang lebih banyak untuk pemasangan transistor. Dengan demikian, kinerjanya akan ter-booost to the max! Tidak hanya bikin laptop jadi lebih cepat dalam memproses data, tapi juga lebih cerdas. Eits, jangan lupakan pemasangan grafis diskrit NVIDIA® MX330 yang dilengkapi dengan fitur GPU Boost. Dampaknya, memory bandwith jadi jauh lebih kencang, penggunaan baterai bisa jauh lebih irit. 

Jadi, multitasking dengan membuka beberapa aplikasi pun bisalah dicoba tanpa ngelag. Di seri sebelumnya saja saya kerap menggunakan Adobe Illustrator dan Photoshop bersamaan untuk membuat grafis iseng-iseng, belum lagi sambil mendengarkan musik di Youtube menggunakan Microsoft Edge. Lancar jaya tanpa hambatan, apalagi di seri terbaru.


Konsep dual storage-nya ASUS VivoBook 15 (A516) ini powerfull sekali, guys. Penggunanya jadi bisa lebih leluasa menyimpan banyak data sebagai bahan chillin' di akhir pekan demi meredakan stres.

Ada SSD yang kapasitasnya hingga 256 GB yang cocok banget buat tempat install aplikasi-aplikasi hiburan dan produktivitas. Mau instal media player atau game semacam The SIMS 4 yang datanya ampun gede banget? Gampang! Atau mau instal seluruh seri aplikasi produktivitas milik Adobe? Itu sih bukan masalah. Dalam batas wajar penginstalan, respons sistem dan load aplikasi bisa jadi cepet banget, lho!


Selain ada SSD, ada pula HDD yang kapasitasnya hingga 1 TB. Bayangkan, 1 Terabyte! Widih, bisa nyimpen drama korea bajakan nyampe berapa biji, ya. Ehe. Kadang-kadang saya kalau lagi malas streaming, suka unduh yang bajakan (jangan ditiru, ya!). Rata-rata untuk ukuran 360p itu sebesar 300 Megabyte, ya? Kalau semisal kita punya 1 TB sama dengan bisa menyimpan hingga 3333 video, wkwk. Jangan lupa juga gunakan HDD untuk menyimpan data-data lain seperti aset menggambar, koleksi musik, dan album foto yang banyaaak deh nyampe dua turunan juga kayaknya masih muat.


Ini nih yang jadi salah satu fitur unggulan ASUS VivoBook 15 (A516) yang digadang-gadang oleh Jimmy Linwider screen to enjoy everything on the screen! Wider screen ini merujuk pada luas display yang disematkan, lebih besar dari seri sebelumnya yang cuma mentok di angka 14 inci. Sementara itu, ASUS VivoBook 15 (A516) punya luas layar yang lebih besar yakni mencapai angka 15.6 inci—Full HD, lagi!

Lebih luasnya area layar membuat display aktif dari pengoperasian laptop jadi ikutan luas. Segala hal yang tertayangkan di layar bukannya jadi lebih jelas, ya. Ini sih jadi menunjang banget kegiatan nonton drama Korea sambil rebahan di kamar, bisa melihat wajah bias dengan lebih luas dan cekas! Bye-bye deh sama patah-patah club atau mozaik-mozaik club yang bikin wajah oppa dan noona Korea jadi kotak-kotak! Jangan takut silau, kerupawanan mereka akan ditahan oleh fitur anti glare yang bikin mata kamu nggak cepat lelah.




Fitur anti glare ini juga berguna banget buat kamu yang biasa menghasilkan dopamine dengan mengedit-edit vlog atau video. Karena layarnya nggak bikin silau, jadi bisa lebih fokus mengerjakan hobi edit-edit seharian full. Apalagi edit-edit video gitu kan harus jeli, ya, dan memakan waktu yang nggak sebentar! Selamat deh mata kalian berkat teknologi cerdas buatan ASUS ini! Pengalaman mantengin layar pun bisa jadi lebih imersif!


Memiliki bobot yang hanya 1,8 kg saja, bikin body ASUS VivoBook 15 (A514) jadi perangkat yang ringan dan mudah banget dibawa ke mana-mana; baik didekap begitu saja, dijinjing menggunakan tas laptop, atau dimasukkan ke dalam ransel. Nggak cuma bentuknya saja yang memfasilitasi gairah milenial yang ingin serba cepat, tapi juga tampilannya yang stylish abis! Laptop ini tersedia dalam dua jenis warna yakni Transparent Silver dan Slate Grey.

Mau milih yang mana, nih?



Sistem keamanan ASUS VivoBook 15 (A516) sudah paling mutakhir dengan mengandalkan sensor sidik jari. Cocok banget buat milenial yang ingin perangkatnya tidak mudah diakses oleh sembarang orang karena isinya ‘rahasia’. Sementara itu, penggunaan password cukup riskan ditiru dan diketahui oleh orang lain tanpa kita sadari, lagi pula terasa tidak praktis. Belum lagi jika lupa.


Dengan fingerprint sensor, cukup tempelkan ujung jari pada sensor maka login menjadi semudah bernafas. Terintegrasi dengan Windows Hello bikin identitas personal tersimpan dan mampu dikenali dengan baik oleh perangkat.


Salah satu tolok ukur perangkat laptop yang bagus adalah fitur inputnya yang nyaman, salah satunya adalah keyboard. Pada ASUS VivoBook 15 (A516) dilengkapi dengan keyboard full-size yang desainnya ergonomis banget. Desain ergonomis bikin proses pengetikan jadi jauh lebih nyaman. Apalagi didukung dengan key travel yang sampe di angka 1,44 mm. Kebayangkan lagi in hurry, terus bisa input banyak tulisan dengan cepat karena dukungan fitur ini.


Ada pula fitur backlit yang bikin keyboard jadi menyala ketika digunakan di tempat yang minim cahaya. Ini berguna banget, bikin penggunaan laptop ASUS VivoBook 15 (A516) jadi lebih fleksibel untuk dibawa ke mana saja. Bagi saya pribadi, fitur blacklit ini berguna banget ketika harus bangun dini hari demi menggunakan internet malam yang melimpah untuk mengunduh beberapa aset dan dokumen, karena lampu kamar cukup redup.


Sama dengan seri pendahulunya, ASUS VivoBook 15 (A516) dilengkapi dengan port yang melimpah ruah. Keberadaan port konektivitas ini berguna banget untuk menunjang mobilitas data antar perangkat. Proses transfer data dengan menggunakan Port USB-C 3.2 bisa 10x lebih cepat dan instan, bikin proses pengiriman data jadi tidak harus menunggu lama dan bisa memindahkan banyak data dalam waktu yang nggak lama. Selain untuk hal tersebut, beberapa port disediakan untuk mengoptimalkan fitur tertentu yang membutuhkan penggunaan perangkat periferal di luar laptop seperti headset, menyambungkan pada layar, atau bahkan proyektor.


Sudah pernah merasakan sensasi menonton film lewat proyektor belum, nih? Jika belum, rekomendasi banget buat dilakukan sesekali.


Dengan segala spesifikasi mumpuni yang tersemat di dalamnya, aneh banget jika laptop ini tidak dibekali dengan sistem proteksi baik terhadap perangkat keras maupun bagian internal di dalamnya. Meski ASUS VivoBook 15 (A516) merupakan laptop khusus kegiatan sehari-hari yang minim risiko, tapi tidak memungkinkan munculnya peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan seperti terjatuh atau benturan. Nah, oleh karena itu, biar penggunanya tidak jadi overthinker (dasar milenial!), sudah ada tiga jenis proteksi yang ajib banget bisa bikin laptop terlindungi.



Salah satu hal terbaik dari laptop-laptop keluaran ASUS adalah fitur MyAsus. Fitur ini menjadi semacam fasilitas terpadu yang membantu pengguna mengoptimalkan pengalaman menggunakan perangkat ASUS. Ada pula fitur bawaannya yakni Link to MyASUS. Fitur bawaan ini membawa kita sebagai penggunanya untuk mengintegrasikan PC ASUS dengan perangkat seluler utama. Sinkronitas yang ada antara kedua perangkat itu dijamin bikin hidup makin produktif dan lebih mudah multitasking.



KENAPA HARUS MENGGUNAKAN LAPTOP ASUS VIVOBOOK 15 (A516)?

Laptop ASUS VivoBook 15 (A516) merupakan seri terbaru dari laptop level entri VivoBook. Laptop ini ditujukan untuk penggunaan sehari-hari yang ringan, meski demikian spesifikasinya nggak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya, perangkat ini menggunakan prosesor Intel® Core™ i5 generasi ke-10 yang bikin kinerjanya jadi ngebut.

“Laptop dengan prosesor Intel® Core™ 10th Gen series ke atas didesain untuk performa dan mobilitas. Dengan efisiensi yang tinggi serta dimensi thin and light, laptop menawarkan peningkatan performa dan produktivitas untuk penggunanya. Konektivitas WiFi generasi terbaru juga memungkinkan transfer data 3x lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.”

Laptop ini cocok banget digunakan untuk menjalankan hobi dan aktivitas kegemaran lainnya yang perlu dukungan perangkat digital, dari yang prosesnya ringan sampai cukup tinggi seperti sekadar browsing dan streaming, membuat ilustrasi digital dengan dual aplikasi, mengedit video, hingga aktivitas multitasking lainnya.  Nggak cuma karena prosesornya yang ajib, tapi juga karena dukungan SSD-nya yang lega, maka aktivitas-aktivitas tersebut terasa ringan, dan SSD tampaknya menjadi salah satu fitur menarik dari perangkat ini.

"Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern."

Untuk keperluan produktivitas, laptop in isudah dibekali dengan Office Home & Student 2019 yang penggunaannya untuk seumur hidup.

“Nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2019. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya. Penggunaan aplikasi Office seumur hidup dapat memastikan Anda untuk selalu memiliki akses ke fitur yang Anda kenal dan sukai. Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data Anda.”

Dalam penggunaan yang masih dalam batas wajar, laptop ini mampu memberikan kepuasan pengguna yang berdampak secara langsung terhadap pengelolaan emosi dan managemen stres. Dengan demikian, diharapkan mampu menaikkan tingkat kebahagiaan penggunanya.


DI MANA SAYA BISA MEMBELI LAPTOP ASUS VIVOBOOK 15 (A516)?

Laptop ASUS VivoBook 15 (A516) bisa didapatkan di berbagai jenis store baik daring maupun nggak. Namun jika di sekitar wilayah Anda tidak terdapat store khusus perangkat gawai atau tengah mengalami pembatasan kegiatan berkerumun karena pandemi COVID-19, maka laptop ini bisa dibeli di beberapa toko official ASUS di berbagai marketplace.

BERAPA HARGA LAPTOP ASUS VIVOBOOK 15 (A516)?

Laptop ASUS VivoBook 15 (A516) memiliki variasi harga, hal ini berkaitan dengan perbedaan dari spesifikasi yang ditawarkan.


Bigger dream-nya kaum milenial yang sudah bekerja itu sederhana, terhindar dari stres yang terdampak dari kejenuhan di tempat kerja atau bahasa kerennya workplace boredom. Karena workplace boredom itu menyiksa dan memiliki dampak yang nggak tertahankan terhadap kesehatan fisik dan mental. Setuju, nggak?

Memiliki hobi di luar rutinitas pekerjaan adalah salah satu cara yang bisa ditempuh. Tentu hobi sangat beragam, namun jika hobi kita sama—memerlukan perangkat laptop yang dikhususkan untuk kegiatan sehari-hari, maka laptop ASUS VivoBook 15 (A516) adalah pilihan terbaik yang bisa diambil.

Dengan spesifikasi yang mumpuni untuk laptop level entri, banyak kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan dengan ASUS VivoBook 15 (A516) mulai dari kegiatan produktif yang menyegarkan seperti membuat ilustrasi digital atau mengedit-edit vlog, sampai kegiatan yang lebih ringan seperti mendengarkan musik dan streaming video atau kombinasi dari dua jenis kegiatan tersebut.

Namun jangan salah, kendati dikhususkan untuk kegiatan sehari-hari, laptop ini dibekali dengan spesifikasi yang unggul untuk dibawa pada aktivitas lain yang lebih dari sekadar menjalankan hobi. Ditambah dengan wider screen-nya yang bikin area pandang jadi luas, jadi bisa menikmati banyak hal dengan lebih leluasa.

Jajal saja dulu, biasanya sih dari mata turun ke hati, nanti juga jatuh cinta!

******








sumber referensi dan gambar:
https://www.asus.com/id/Laptops/For-Home/Everyday-use/A516
freepik.com dengan suntingan pribadi

left-sidebar

Post a Comment

1 Comments