Selaraskan Cantikmu dengan Alam, agar Indahnya Abadi dari hati!



Menjadi cantik saat ini bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan kebutuhan. Tren menjaga dan merawat wajah dan tubuh tidak lagi milik perempuan, melainkan juga pria. Bukan hanya karena ingin tampil memesona di depan banyak orang, tetapi sebagai bentuk mencintai diri sendiri. Mempercantik diri sama dengan mensyukuri pemberian Tuhan. Mempercantik diri sama dengan berusaha untuk melestarikan kebaikan ragawi dan merawatnya hingga lekang oleh waktu.


Berbagai rahasia mempercantik diri pun kini bukan hanya milik sebagian kalangan, seperti halnya kecantikan mistikal milik Cleopatra atau keanggunan tanah jawi milik Ken Dedes. Hieroglif dan serat-serat menurunkan pengetahuan-pengetahuan itu pada penerusnya. Kamu; kita semua. Hingga kemudian pengetahuan-pengetahuan itu diekstraksi menjadi sabun penuh wewangian, krim untuk melangsatkan kulit, atau cara memanipulasi hidung menjadi lebih bangir. Semua orang mendambakannya, tergila-gila, dan memburunya hingga sikut sana-sini.




Tidak  heran, banyak produk-produk kecantikan selalu menjadi komoditas dengan pasar yang besar di berbagai belahan dunia. Arus informasi yang tidak terbendung mampu membawa berita dan kepercayaan-kepercayaan dari satu kawasan menuju banyak kota dengan kehidupan yang mewah hingga daerah-daerah terpencil tanpa lampu, begitu juga sebaliknya. Begitulah bagaimana budaya dan tradisi mempercantik diri dari berbagai sudut bumi berbaur dan menjadi protokol kecantikan bagi wanita yang satu dan lainnya.


Sayangnya manusia tidak pernah merasa puas. Mereka membuka lahan, menggali tambang, mencari zat-zat terlarang, mencampur dan mengesktraksi bahan-bahan kimiawi atas nama penelitian mempercantik diri. Berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun. Beberapa produk lolos seleksi alam, menjadi selaras dengan keberterimaan rentannya tubuh manusia. Beberapa tidak demikian, berbahaya dan menjanjikan kehancuran, tapi anehnya masih banyak yang bisa beredar dan melahap banyak korban-korban tak berdosa.




Bukan barangkali lagi, ini adalah saat yang tepat bagi para penggila produk-produk kecantikan dan perawatan diri untuk bertindak lebih cerdik. Cantik tidak mesti luka, cantik bisa didatangkan dari dalam serta dari alam. Tidak hanya dengan menerima kuantitas diri, melainkan dengan meningkatkan kualitas diri. Salah satunya adalah dengan menyelaraskan kecantikanmu dengan alam, agar indahnya abadi dari hati.


Banyak produk-produk kosmetik yang berasal dari alam, murni serta tanpa campur tangan zat-zat kimiawi. Banyak produk-produk tersebut yang dikeluarkan oleh para pengusaha lokal, dengan memanfaatkan komoditas lokal asli negeri sendiri. Tentu hasilnya akan lebih manusiawi. Mempercantik diri sambil mendukung perkembangan industri lokal. Tidakkah ini terdengar seperti  ide yang cerdas?




Kendati kerap mendulang polemik pada pengembangannya, keunggulan kelapa sawit sebagai komoditas lokal tidak bisa ditampik. Luas perkebunannya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Riset pada Februari tahun 2019 yang dilakukan Amanda Schwantes dari Duke University dan Kemen Austin dari RTI Internasional membenarkan hal tersebut. Dilansir dari situs madaniberkelanjutan.id, terangnya perkebunan kelapa sawit selama kurun waktu 2001-20016 sudah mengambil alih 23% lahan hutan di Indonesia. Angka ini tentu sangat besar jika dibandingkan dengan luasnya wilayah tutupan hutan di Indonesia.


Tidak hanya milik perusahaan asing atau negara, perkebunan kelapa sawit juga beberapa dimiliki oleh penduduk lokal. Semisal Provinsi Sumatera Selatan—tepatnya Kabupaten Musi Banyuasin, menurut data pada laman situs kabupatenlestari.org—ada sekitar 420 ribu hektar perkebunan kelapa sawit dengan 40%-nya merupakan milik petani swadaya atau masyarakat.


Perkembangan industri kelapa sawit tidak terlepas dari manfaatnya yang menggunung bagi masyarakat. Salah satu dari hal tersebut adalah mendorong tumbuhnya industri kecantikan di dunia. Siapa yang sangka, dalam artikelnya yang berjudul Kosmetik dari Industri Minyak Sawit Berkelanjutan, Bisakah jadi Solusi?, BBC mengatakan jika 70% produk kecantikan memiliki kandungan minyak kelapa sawit di dalamnya. Untuk mendukung masyarakat sejahtera—terutama petani lokal sawit—kenapa tidak menggunakan produk kecantikan yang mengandung minyak kelapa sawit lokal. Akan tetapi tampaknya kita perlu memerhatikan satu hal; hanya gunakan produk dari industri sawit berkelanjutan.





.




Tidak hanya bisa dinikmati sebagai seduhan, kopi juga memiliki segudang manfaat jika digunakan sebagai bahan kosmetik. Penggunaan bahan baku kopi sebagai bahan kosmetik dilakukan sejak lama. Menariknya, Indonesia adalah salah satu negara dengan perkebunan kopi yang patut diperhitungkan. Tidak hanya terkenal di negara sendiri, produk-produk kopi Indonesia bahkan sudah merambah kawasan global. Tidak heran jika kopi menjadi salah satu komoditas berkelanjutan yang dijadikan prioritas oleh anggota LTKL—Lingkar Temu Kabupaten Lestari.



.




Pegagan adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini bisa ditemukan di mana saja, mulai dari jalan setapak pematang sawah, perkebunan, ladang, bahkan hutan. Di beberapa daerah, tanaman liar ini memiliki nama lokalnya sendiri, semisal daun kaki kuda atau antanan. Sejak dulu, selain digunakan sebagai bahan sayuran, daun pegagan diketahui memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Oleh karena itu, daun ini kerap digunakan sebagai obat tradisional.


Siapa yang sangka jika daun liar ini juga ternyata memiliki manfaat untuk kecantikan. Tidak heran jika tanaman liar ini juga turut dibudidayakan. Siapa tahu jika dikelola dengan baik dan benar, mampu memberdayakan masyarakat melalui berbagai jenis produk asli daun liar pegagan.




Selain tiga bahan tersebut, sesungguhnya masih banyak komoditas lokal Indonesia yang bisa digunakan sebagai bahan baku untuk mempercantik diri. Tidak hanya alami dan lebih mudah diterima oleh tubuh, mempercantik diri dengan komoditas lokal juga bisa membuat lingkungan terjaga sekaligus mendorong perkembangan kesejahteraan masyarakat pengelola. Hal ini sesuai dengan Visi Ekonomi Lestari.



Ingin tampil berbeda, kenapa tidak selaraskan cantikmu dengan alam, agar indahnya abadi dari hati!


******




Post a Comment

4 Comments

  1. Waahh, menarik banget m4a informasinya <3

    ReplyDelete
  2. Banyak banget ya komditas unggulan indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk industri produk kecantikan

    ReplyDelete