LAHIR DI CALIFORNIA, JINS KINI MERAJAI DUNIA

 
DUH, MAU MAIN KELUAR TAPI BINGUNG PAKE SETELAN APA.

Di masa new normal ketika kehidupan sudah kembali berjalan seperti biasa, tidak ada lagi alasan untuk tetap berdiam diri di dalam rumah. Dengan mematuhi protokol kesehatan, maka pergi ke sekolah, bekerja, atau sekadar nongkrong-nongkrong kembali bisa dilakukan tanpa kesulitan. Tapi yang bikin bingung ya masalah pakaian. Lama tidak keluar bikin harus pilih-pilih kembali setelan apa yang bagus untuk dikenakan.

Menggunakan pakaian berbahan jins selalu menjadi andalan, rasanya tidak lekang oleh waktu dan nggak bikin mati gaya. Celana dan outer berbahan jins seperti jaket tampaknya dua item yang selalu ada di dalam wardrobe seluruh orang—termasuk juga saya. Di beberapa kesempatan, saya lebih memilih untuk menggunakan celana jins alih-alih celana canvas, terutama untuk menghadiri acara-acara yang kasual. Dipadu dengan kaus saja sudah cukup.

Celana jins memang mudah sekali dipadupadankan dengan jenis atas lainnya. Selain kaus, bisa juga dipasangkan dengan kemeja, jaket, bahkan sweater! Celana jins sudah jelas tidak pernah mengecewakan siapa-siapa, tapi apa siapa-siapa itu sekiranya tahu tidak ya tentang asal-usul celana jins?

 
LAHIR DI AMERIKA TAHUN 1873
 
 
 
Untuk siapa pun penggemar jins¸ tampak kebangetan sekali jika tidak tahu bahwa celana ini lahir di Amerika, tepatnya pada tanggal 20 Mei 1873. Hari kelahiran celana jins merupakan hari bersejarah di mana Levi Strauss dan Jacob Davis mematenkan jenis celana berbahan kasar ini. Tentu saja sebelum itu, celana serupa sudah banyak digunakan dan berkembang dengan berbagai variasi. Namun dasar dari celana ini sebenarnya adalah celana denim dengan pengaplikasian paku keling yang membuatnya lebih otentik.

 
PAKAIAN KHUSUS PARA PENAMBANG

 
Sebelum banyak digunakan seperti sekarang, dahulu kala celana jins adalah celana yang dirancang khusus untuk para penambang di California. Tahu kan kalau di California itu banyak sekali tambang emas, nah para penambang di sana tentu membutuhkan jenis pakaian (celana) yang tahan banting dan tidak mudah sobek. Hal ini tentu saja untuk membuat para penambang merasa nyaman. Kan nggak lucu ya ketika naik turun tali untuk masuk ke dalam area tambang, tiba-tiba celananya sobek. Waduh, bahaya!

Akhirnya, salah seorang istri penambang tersebut meminta Jacob Davis—seorang penjahit—untuk membuat jenis celana yang tidak mudah sobek. Dengan rancangan bantuan dari Levi Strauss maka lahirlah celana jins atau tepatnya blue jeans yang kini menjadi idaman banyak kalangan. Tidak salah nih jika kita memberikan kehormatan pada Jacob Davis dan Levi Strauss sebagai bapak celana jins dunia.


 
KINI BERUSIA 147 TAHUN
 

Jika dihitung secara matematis, maka usia celana jins pada tahun ini sudah menyentuh usia 147 tahun! Terasa sudah cukup lama sekali, namun sejak awal kelahirannya celana jins tidak serta-merta digunakan oleh berbagai kalangan. Di mulai dari para pekerja tambang, Levi Strauss dan Jacob Davis kemudian memproduksinya secara massal.

Celana ini baru menjadi pakaian yang populer di kalangan para remaja pada tahun 1950an. Hal ini dilatarbelakangi oleh populernya film berjudul Rebel Without a Cause di mana pemeran utamanya—James Dean—menggunakannya. Setelah itu tentu saja menjadi tren yang diikuti oleh banyak orang. Menginjak tahun 1960, celana jins tidak hanya digunakan oleh pria, melainkan juga wanita di seluruh dunia. Pada tahun tersebut juga, penggunaan celana jins mulai bisa diterima oleh masyarakat-masyarakat dunia yang pada awalnya bersifat konservatif. Baru pada tahun 1970, celana jins menjadi pakaian umum dan casual masyarakat. Menginjak tahun 2000an, celana jins dan berbagai pakaian berbahan jins menjadi pakaian semua umur dan kalangan. 


 
MEMILIKI BANYAK VARIASI

 
Seiring berjalannya waktu, celana jins mengalami evolusi yang menjadikannya memiliki banyak sekali variasi. Pada masa perang dunia kedua, mulai terkenal penggunaan celana jins berkait yang disebut waist overall. Selain itu tentu juga masih banyak model yang lain seperti skinny jeans, straight jeans, high waist jeans, boyfriend jeans, hingga distressed jeans yang sedang hype beberapa tahun terakhir ini. Kendati tampak compang-camping dan belel, distressed jeans memberikan sentuhan bebas dan unik dalam perkembangan fesyen celana jins.

Keberadaan celana jins dan segala jenis pakaian berbahan denim dan jins memberikan pengalaman bagi masyarakat dunia untuk hidup dan tampil kasual dan kekinian. Selain nyaman digunakan, pakaian ini terhitung cukup adaptif dan tahan laman. Maka, ketika tidak ada pilihan pakaian lain yang akan dikenakan untuk bepergian, jins selalu menjadi andalan yang paling tepat.

Post a Comment

0 Comments