Tragedi Kematian Simon - One of Us is Lying, Karen M. McManus


 KATA SIMON
“Aku narator yang serba tahu.”

BAGI BRONWYN, kelas detensi Mr. Avery yang harus diikutinya siang itu adalah sebuah kekeliruan. Bagaimana bisa siswi cerdas yang diproyeksi akan melanjutkan pendidikan ke YALE itu bisa berakhir di sana. Buruknya, bersama Simon Kelleher si pemilik About That—aplikasi gosip paling berbahaya di seantero Bayview High. Aplikasi gosip yang paling ditakuti karena kerap memuat rahasia-rahasia siswa Bayview High yang kebenarannya tak perlu dipertanyakan lagi. Kehadiran Cooper si pemain bisbol terbaik, Nate si berandalan, serta Addy si gadis populer entah menjadi keuntungan atau malah bencana. Terutama setelah Simon tergelepar ke lantai dan dinyatakan tewas, padahal dia hanya menegak segelas air putih dari keran.

Belakangan, kematian Simon diidentifikasi sebagai pembunuhan berencana.

Kendati demikian, tak ada satu pun dari empat siswa tersisa yang benar-benar tahu bagaimana Simon bisa tewas. Naasnya, baik Bronwyn, Cooper, Nate, maupun Addy masing-masing memiliki motif yang cukup kuat untuk membunuh Simon. Sebab, rahasia-rahasia terdalam mereka masuk ke dalam entri teratas dari postingan About That yang akan segera terbit. Lantas, siapa yang sesungguhnya membunuh Simon Kelleher? Adakah salah satu dari mereka yang berbohong dan mengarang kesaksian?

Atau justru pembunuh sebenarnya dari Simon Kelleher adalah dia yang mengaku sebagai narator serba tahu?

SIAPA PEMBUNUH SIMON KELLEHER?

Investigasi besar-besaran pun dilaksanakan demi memecahkan kasus kematian misterius Simon kelleher. Semua bukti dan keterangan dikumpulkan dan semudah itu kehidupan empat remaja sekolah menengah atas tersebut berubah menjadi kutukan. Mereka tidak lagi bisa menjalani kehidupan dengan normal setelah banyak pasang mata dan media membuat mereka tersudut. Apalagi, entri teratas dari About That yang Simon tulis bocor ke publik. Yang artinya, rahasia-rahasia terdalam Bronwyn, Cooper, Nate, dan Addy tidak lagi menjadi rahasia pribadi.

Rahasia terdalam manusia adalah konflik utama yang diangkat oleh Karen M. McManus dalam ONE OF US IS LYING—dan kenyataan bahwa semua orang adalah pembohong. Tidak heran jika lewat novel debutnya ini, Karen dalam wawancara bersama THE BIG THRILL menyatakan bahwa manusia tidak selalu tampak seperti bagaimana permukaannya terlihat. Kenyataan itu juga berlaku untuk bagaimana cara mereka melihat diri mereka sendiri.

credit; twitter.com/writerkmc


Bronwyn Rojas—misalnya—yang terkenal cerdas dengan nilai akademis di atas rata-rata nyatanya pernah tersandung masalah dengan menghalalkan sebuah cara untuk mencapai tujuannya. Cooper Clay yang dielu-elukan karena prestasinya di lapangan bisbol dan menyandang status ‘cowok idaman’ menyimpan rahasia tabu tentang kehidupan pribadinya. Nate Macauley yang tampak tak acuh dengan catatan kriminalnya adalah seorang anak yang selalu terpukul oleh justifikasi orang mengenai masa lalunya. Sementara itu Addy Prentiss si gadis populer adalah pengikut setia sang pacar hingga melupakan identitasnya sendiri.

Dengan kata lain, semua orang pada dasarnya menyimpan rahasia. Mereka tidak hanya berbohong kepada orang lain tentang diri mereka, tapi juga kepada diri mereka sendiri.

PERTANYAAN MENGENAI TEMAN SEJATI

Bocornya rahasia-rahasia tersebut tentu adalah peristiwa yang besar, apalagi ketika menjadi dasar bagi polisi dan media untuk mendorong mereka duduk di atas kursi pesakitan. Satu persatu dari mereka dibebani tuduhan tersangka dan rasa malu karena rahasia-rahasia mereka terungkap. Dari peristiwa inilah Karen menggiring pembaca untuk mendengar harapan-harapannya.

Semua karakter utama dalam ONE OF US IS LYING harus mengalami banyak kehilangan ketika rahasia-rahasia mereka terbongkar,” ungkap Karen dalam THE BIG THRILL, “tetapi mereka juga memiliki kesempatan untuk tumbuh, berlapis, dan menerima diri mereka sendiri serta orang lain.” Sepenggal harapan itu terungkap lewat ujaran tokoh Nonny—nenek Cooper—yang menyadari bahwa cucunya mengalami siksaan berat karena kasus tersebut, “keadaan harus memburuk dulu sebelum membaik. Yah, keadaan memang memburuk dan sekarang tak ada jalan lain selain ke atas.”

Sebab ketika jatuh ke tempat paling rendah, tidak hanya rahasia keempat tokoh utamanya yang terbongkar melainkan juga rahasia semua orang di sekitar mereka. Rahasia di balik kepedulian semu mereka ketika Bronwyn, Cooper, Nate, dan Addy dalam masa kejayaannya masing-masing.

“Kau akan tahu siapa teman sejatimu bila hal semacam ini terjadi. Rupanya, aku tak punya teman sejati.”

Akan tetapi Karen M. McManus tidak berhenti pada satu lapis masalah dalam ONE OF US IS LYING. Setelah semua tokoh utamanya jalan menurun dari gunung konflik internal mereka dan mengalami perkembangan, satu persatu rahasia di balik misteri kematian Simon Kelleher pun terungkap. Termasuk rahasia-rahasia terdalam Simon dan kuasa Aggrieved Entitlement yang memperbudaknya. Dari titik ini, semua aliran masalah dalam ONE OF US IS LYING mulai menemukan muaranya dan rilis dengan cukup memuaskan hingga ke pantai penyelesaian.

Menariknya, konflik yang kompleks dalam ONE OF US IS LYING menjadi mudah dan seru untuk diikuti karena Karen mengombinasikannya dengan alur penuh cliffhanger serta penggunaan empat sudut pandang (unbelievable?) narator yang akan membuatmu menduga dan mempertanyakan banyak hal.

ONE OF US IS LYING akan mengajak kamu berarung jeram dan menikmati kelokan sungai yang memacu adrenalin. Jangan lupakan sensasi riak-riak di sepanjangnya karena ketika kamu merasa bisa menebak ke mana saluran itu akan membawamu, berkali-kali kamu akan terkejut sebab semua prediksi di kepalamu hanya sebatas anak-anak sungai.

Misteri di balik kematian Simon Kelleher sudah terjawab. Bronwyn Rojas, Cooper Clay, Nate Macauly, dan Addy Prentiss terbebas dari bencana apa pun karena kematian konyol itu. Menariknya, kehidupan mereka lebih baik dari sebelumnya—jauh lebih baik setelah rahasia mereka yang terbongkar mencabut paksa topeng orang-orang di sekitar mereka.

Post a Comment

0 Comments