December 25, 2019

,

"Irama penderitaan telah dimulai."—Cesare Pavese.
Aku.
        berkeping
   keping

FINCH SEDANG BERTANYA-TANYA apakah ini hari yang tepat baginya untuk mati, termasuk ketika entah bagaimana kakinya bisa berdiri di atas langkan menara lonceng sekolah siang itu. Matanya mengamati lantai beton jauh di bawah dan teman-temannya yang mulai berhamburan pulang. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyadari keberadaan siswa lelaki di semester dua tahun senior itu, termasuk seorang gadis yang tak pernah Finch pikir akan berdiri di tempat yang sama dengannya—Violet Markey.

,

“Itu sebabnya orang-orang bicara, kan? Karena keadaan tidak akan berubah kalau kita tidak mengatakan apa-apa.”

BAGI SEBAGIAN ORANG, hidup sebagai Starr Carter adalah sebuah polemik. Namun bagi sebagian lainnya, Starr Carter adalah perpanjangan tangan Yesus Hitam yang akan mengangkat kehidupan masyarakat Garden Heights ke taraf yang lebih baik. Bagaimana tidak, di tengah usianya yang baru menginjak 16 tahun, Starr harus berhadapan dengan monster yang meluluhlantakkan kehidupannya dengan mudah. Monster itu bernama kebencian—atau sesuatu yang lahir dari kebencian yang lama tertanam dan mendarah daging.
,

 KATA SIMON
“Aku narator yang serba tahu.”

BAGI BRONWYN, kelas detensi Mr. Avery yang harus diikutinya siang itu adalah sebuah kekeliruan. Bagaimana bisa siswi cerdas yang diproyeksi akan melanjutkan pendidikan ke YALE itu bisa berakhir di sana. Buruknya, bersama Simon Kelleher si pemilik About That—aplikasi gosip paling berbahaya di seantero Bayview High. Aplikasi gosip yang paling ditakuti karena kerap memuat rahasia-rahasia siswa Bayview High yang kebenarannya tak perlu dipertanyakan lagi. Kehadiran Cooper si pemain bisbol terbaik, Nate si berandalan, serta Addy si gadis populer entah menjadi keuntungan atau malah bencana. Terutama setelah Simon tergelepar ke lantai dan dinyatakan tewas, padahal dia hanya menegak segelas air putih dari keran.

Follow Us @soratemplates