Di balik Lara Miya, Ada Totalitas Erlin Natawiria [Wawancara]


Pada akhir tahun lalu ketika saya masih menjadi pemula di sebuah platform penulisan digital, saya berkenalan dengan banyak penulis. Entah mereka yang masih sama-sama memulai atau  mereka yang sudah cukup lama berkecimpung dan menerbitkan novel. Salah satu dari para penulis itu adalah Erlin Natawiria. Nama ini awalnya asing di telinga saya, tapi entah dari sekian banyak probabilitas akhirnya kami dipertemukan dengan cukup mudah.

Menyikapi Lara Kehilangan Bersama Miya dan Amaya - Lara Miya, Erlin Natawiria


SIANG YANG TERIK DI LUAR, di telinga saya terpsang earphone yang tersambung dengan siaran salah satu stasiun radio. Ada tembang-tembang zaman dulu yang kemudian terdengar, tidak menggebu seperti musik pop masa kini. Entah bagaimana, sesuatu yang mengalun tenang seperti ini selalu berhasil mengajak saya bernostalgia, melihat kembali ke belakang. Dari kilas ingatan-ingatan itu, saya kadang iseng menghitung sudah berapa banyak hal yang saya temukan dan relakan.

Menyoal Kesucian Seks Maria - Sebelas Menit, Paulo Coelho


Aku tida membeli cintamu, tapi kau pernah bilang kau tahu segalanya tentang seks. Tolong ajari aku!
 
PAULO COELHO BUKAN PILIHAN SAYA bulan ini, tapi jodoh memang sesuatu yang tidak bisa ditebak. Begitu juga dengan bacaan, sebuah kebiasaan buruk sebenarnya karena beberapa buku yang saya persiapkan sebagai reading list bulan ini malah terlantar. Saya sudah lama ingin mengenal karya-karya penulis Brasil ini tapi selalu terhalang oleh beberapa kendala, terutama pada kegemaran saya membaca novel-novel ringan bergenre Young Adult. Mengingat karya-karya Paulo Coelho saya rasa bukan makanan yang bisa dilahap sekali suap.