Ulasan Buku | Bayang-Bayang Kematian dalam Bayangan Clarissa



Siapa yang tidak familiar dengan selebaran berisi surat ancaman yang sempat boomingdi awal tahun 2000an? Meskipun terkesan konyol jika dilihat dari kacamata orang dewasa, selebaran berisi surat ancaman itu adalah salah satu problema yang selalu berakhir di jalan buntu bagi anak-anak berusia sekolah dasar.

Saya masih ingat dengan cukup jelas ketika fenomena mendebarkan itu mulai memasuki lingkungan pertemanan saya pada usia kelas tiga sekolah dasar. Beritanya menjadi yang paling hangat dibicarakan selama beberapa hari. Pun merebakkan kecemasan dari mulut ke mulut.

Otak polos saya pun sempat termakan isu tersebut, sampai setengah mati kebingungan apakah saya perlu menggunakan uang bekal untuk pergi ke toko fotokopi atau membeli cimol basah di halaman sekolah. Sampai salah satu perwakilan dari teman kami memberanikan diri untuk bertanya pada salah satu ustaz yang hanya dibalas dengan senyuman.

Hey, Dude!

Semakin bertambahnya usia, saya semakin sadar bahwa perbuatan-perbuatana semacam itu hanyalah perbuatan iseng segelintir orang. Entah untuk alasan apa. Hingga kini pun, berita-berita serupa masih banyak beredar dan disebarkan melalui media sosial atau aplikasi obrolan.

Pemikiran seperti itu pula yang dimiliki oleh korban-korban yang dikirim surat ancaman oleh Clarissa dalam novel Bayangan Clarissa, seperti Farzan dan Maria serta Haji Daud. Pemikiran mereka yang lebih mengedepankan logika tidak akan semudah itu tergerak oleh ancaman via email atau selebaran yang cenderung kekanak-kanakkan.

“Ini surat berantai! Seperti aku tidak tahu saja. Kalau aku tahu siapa yang mengirimkan ini, pasti kupukul. Memercayai hal-hal semacam ini sama saja syirik!

Akan tetapi, surat ancaman itu ternyata nyata. Benar-benar nyata. Beberapa orang tersebut tidak mengindahkan ancaman Clarissa dan berakhir menjadi korban pembunuhan Clarissa.

Meski disimak sekilas, konflik dalam novel ini memang terkesan mainstream.  Banyak karya serupa bergenre thriller yang mengusung konflik surat berantai dan pembunuhan. Akan tetapi, novel ini menjadi spesial karena menguguhkan konflik yang tidak hanya sebatas itu. Ada banyak konfilk-konflik lain yang dikembangkan dengan genius oleh sang penulis dan pasti membuat pembaca berdebar-debar.

Konflik utama dalam novel Clarissa dipadukan dengan isu kehidupan gembong narkoba kelas dunia, makhluk-makhluk mitologi khas masyarakat nusantara dan pengetahuan medis yang mumpuni. Tidak heran jika novel ini cukup kaya dan berisi.

Penceritaan yang baik dan plot yang rapi adalah salah satu nilai plus kenapa novel ini layak dibaca. Apalagi dengan suguhan plot twist yang kerap kali membuat pembaca terkejut dan berdecak kagum. Bahkan bagian prolog saja sudah cukup membuat saya berhenti bernapas ketika membaca.

Jangan tanya seberapa besar kadar kengerian yang ditawarkan oleh novel ini. Kesan yang diberikan melebihi respons saya ketika menonton film Munafik. Jangan bayangkan tragedi-tragedi pembunuhan yang Clarissa lakukan hanyalah sekadar menusuk korbannya dengan pisau atau tragedi pembunuhan biasa lainnya. Cara-cara yang dilakukan Clarissa untuk membunuh korban-korbannya adalah cara yang sadis dan brutal.

MAU SATU SPOILER?

Pernahkah pembaca menemukan jenis pembunuhan dengan senjata utama tikus? Benar, tikus! Meski kencing tikus beracun dan mematikan tapi bukan dengan cara itu Clarissa membunuh korbannya. Dia—gadis kecil itu—mengurung sekelompok tikus di atas perut korban, sementara kurungannya dibuat panas.

Tidak ada cara lain bagi tikus-tikus itu untuk menyelamatkan diri selain merobek perut korban dan menjadikannya terowongan. Sementara korban tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya terikat. Bisa ditebak ke arah mana alur ini? Benar, korban berakhir tewas dan tikus-tikus itu berhasil menyelamatkan diri.

SADIS!

Itu hanya satu dari sekian banyak plot twist dan adegan menyeramkan yang terdapat dalam Bayangan Clarissa.

Meski memiliki latar kehidupan masyarakat Malaysia, novel ini memiliki unsur-unsur yang familiar dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Selain memiliki kultur dan kepercayaan yang sama terhadap beberapa makhluk halus, ada salah satu tokoh yang berasal dari Indonesia.

Dia adalah Rachtma, ialah cucu dari seorang dukun hitam paling hebat di Yogyakarta dan menjadi asisten rumah tangga salah satu tokoh yang lain.

Menilik dari kualitasnya. Bukan sesuatu yang mengherankan. Novel ini sejak awal kemunculannya di Malaysia memang sudah mendapat sambutan yang meriah. Banyak respons positif yang pembaca bagikan di akun goodreads. Oleh karena itu, novel ini memiliki rating yang hampir sempurna.

Malaysia? Benar, novel Bayangan Clarissa adalah salah satu novel karya penulis berbakat Malaysia yang juga berprofesi sebagai ahli medis. Bayangan Clarissa kemudian diterjemahkan oleh Penerbit Haru dan masuk ke dalam katogeri My Novel. Jangan lupa untuk mampir di Laters Bookmark minggu depan ya, akan ada wawancara eksklusif dengan penulisnya, lho!

Bagi pembaca novel bergenre horror, Bayangan Clarisaa adalah salah satu novel yang patut untuk dimasukkan ke dalam reading list. Selain menawarkan penceritaan yang baik, novel ini juga menyuguhkan bayang-bayang kematian yang akan membuat pembaca merasakan sensasi kengerian yang tidak ada duanya.

Bagi pembaca yang penasaran dengan Bayangan Clarissa dan ingin merasakan sensasi kengeriannya, jangan khawatir. Penerbit Haru akan membagikan satu novel Bayangan Clarissa GRATIS untuk salah satu pembaca  yang beruntung, lho!

BAGAIMANA CARANYA?




Jika pembaca baru membaca ulasan Bayangan Clarissa di Latest Bookmark, ini adalah pemberhentian terakhir untuk serangkaian blog tour novel Bayangan Clarissa. Ada baiknya, pembaca juga mengunjungi host lainnnya. Sebab, setiap host blogtour akan memberikan pertanyaan yang bisa dikumpulkan sebagai clue untuk mendapatkan novel Bayangan Clarissa secara gratis. Adapun pertanyaan dari Latest Bookmark adalah sebagai berikut.

Siapa tokoh dalam novel Bayangan Clarissa yang berasal dari Indonesia? Tokoh ini berprofesi sebagai asisten rumah tangga dan keturunan langsung dari dukun hitam paling hebat di Yogyakarta.

Cari jawabannya dan kumpulkan!

Jangan lupa terus ikuti postingan Penerbit Haru di facebook atau twitter untuk mendapatkan petunjuk lain cara mendapatkan novel Bayangan Clarissa.

***


Post a Comment

0 Comments