Giveaway | Then She Smiles


Waktunya Giveaway! Siapa yang sudah tidak sabar menunggu artikel ini muncul?

Kali ini—seperti blogtour teman-teman host sebelumnya—akan ada satu eksemplar notes Then She Smiles gratis persembahan Penerbit Haru buat kamu yang beruntung. Sebelum mengikuti peraturannya, teman-teman dipersilakan terlebih dahulu untuk membaca artikel Ulasan Buku dan Bicara di tautan berikut ini.

Artikel-artikel berikut berkaitan dengan rahasia yang akan saya bocorkan di akhir artikel ini. Tapi percayalah, teman-teman akan membutuhkannya nanti. *kedipin mata*

Dan ini dia peraturan yang harus kalian ikuti, silakan disimak dengan teliti.

1. Peserta harus memiliki alamat di Indonesia

2. Ikuti blog ini via GFC atau email

3. Wajib ikuti akun twitter @PenerbitHaru, Makna Sinatria @MaknaKookie dan @AshanHe_ selaku penyelenggara. Berikutnya optional, kalian juga boleh ikuti akun instagram @PenerbitHaru, @MaknaKookie dan @LatestBookmark.

4. Bagikan informasi giveaway ini di akun twitter atau akun media sosial lainnya. Jangan lupa untuk me-mention akun twitter Penerbit Haru, Makna Sinatria dan Saya serta beri tautan menuju tiga artikel berikut, boleh pilih salah satu, silakan gunakan tautan artikel yang sudah disiapkan. ^^

Giveaway! 1 Eks Notes Then She Smiles [ https://goo.gl/fyiLZ2 ]
Ulasan Buku Then She Smiles [ https://goo.gl/MCMIwm ]
Bicara: Makna Sinatria [ https://goo.gl/aYyFsW ]

Contoh:
Ayo ikutan Blogtour & Giveaway #ThenSheSmiles karya @Maknakookie dan dapatkan Notes unyu dari @PenerbitHaru. Hanya di LatestBookmark @AshanHe_ [ tautan artikel ].

5. Tinggalkan komentar di bawah artikel ini berisi nama, akun twitter dan link share kalian. Jangan lupa untuk menjawab pertanyaan berikut.

Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga?

6. Giveaway akan berlangsung selama lima hari terhitung dari tanggal 11 – 15 Maret 2017.

7. Pengumuman pemenang giveaway akan diinformasikan pada tanggal 16, sementara itu kalian bisa mengikuti rangkaian Blogtour & Plus-Plus #ThenSheSmiles di Host selanjutnya.



8. Terakhir, semoga beruntung!

Psst, bocoran! Akan ada giveaway final di akun facebook Penerbit Haru berhadiah satu eksemplar novel Then She Smiles. Teliti baik-baik setiap artikel blogtour yang kamu ikuti, ya, barangkali akan jadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan giveaway final nanti.

UPDATE 16 MARET 2017

Well, akhirnya rangkaian Blogtour & Plus-Plus Then She Smiles di blogku sudah selesai. Hari ini sesuai dengan janji, saya akan mengumumkan pemenang giveway satu notes Then She Smiles dari Penerbit Haru.

Dan pemenangnya adalah...


Selamat untuk pemenang. Silakan segera kirimkan data diri berisi nama, nomor ponsel dan alamat rumah ke email itsashanhe@gmail.com, ya. Ada satu notes Then She Smiles gratis dari Penerbit Haru buat kamu. Ditunggu.

Post a Comment

10 Comments

  1. Elsita F. Mokodompit
    @sitasiska95
    https://twitter.com/sitasiska95/status/840626312326782976

    Menjadi korban KDRT tentu saja adalah mimpi buruk setiap wanita. Kalau saya menjadi salah satu korbannya, tentu saja saya akan menggugat cerai suami saya, kalau sudah pada tahap tidak dapat dimaafkan; kekerasa fisik yang berakibat fatal, kekerasan verbal yang menjatuhkan mental maka saya akan melaporkannya pada pihak yang berwajib. Bercerai memang dibenci, tapi saya tidak ingin menjadi bodoh dengan bertahan dengan laki-laki yang tak bisa menjaga dan menghargai saya

    ReplyDelete
  2. Nama: Bety Kusumawardhani
    Twitter: @bety_19930114
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/840749205425545216?p=v

    Aku akan curhat ke orang yg terpercaya misal: ibu, lalu minta perlindungan di komnas perempuan dan melaporkannya ke pihak berwajib agar membantuku mencari solusi terbaik dari masalahku ini. Tidak lupa untuk menemui psikolog unutuk penyembuhan psikis karena luka mental membutuhkan waktu yg lama untuk sembuh.

    ReplyDelete
  3. nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    akun twitter: @san_fairydevil
    link share: https://twitter.com/san_fairydevil/status/840903228829003777

    Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga?
    Melaporkan ke pihak yang berwenang dalam hal ini polisi. Sesuatu yang tidak bisa ditolerir selain perselingkuhan adalah kekerasan dalam rumah tangga. Bayangkan saja, yang sejak kecil sampai diserahkan ke orang lain (suami), aku enggak pernah sekalipun dipikul ataupun diperlakukan dengan kekerasan walaupun itu untuk pendidikan oleh orang tua. Masa tiba-tiba saja aku harus menerima kekerasan fisik ataupun mental dari orang yang notabennya adalah orang lain. Ketika kita berpisah, tidak ada satupun hal yang mengingat kecuali seorang anak, itupun kalau punya. Jadi tidak ada satupun hal, yang bisa membuat aku bertahan dengan perlakuan kejam.
    Jadi, jika aku mengalaminya hal pertama yang akan aku lakukan adalah memenjarakan orang itu dan menceraikannya. Membawanya ke jalur hukum.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. Sofhy Haisyah
    @Sofhy_Haisyah
    https://twitter.com/Sofhy_Haisyah/status/841419883413823488

    Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga?

    Sepengetahuanku, kekerasan dalam rumah tangga itu kan ada dua : kekerasan secara fisik dan kekerasan secara psikis (ancaman melalui verbal). Melihat jenis kekerasan yang ada, kemungkinan besar saya akan memanfaatkan peralatan teknologi yang ada sekarang. Dengan cara, memfoto bekas luka jika yang saya dapatkan adalah kekerasan fisik, dan mungkin menyembunyikan perangkat tertentu (misal : handphone) untuk merekam makian atau kekerasan verbal yang terjadi.

    Langkah selanjutnya, mendatangi pihak keluarga yang lebih tua yang bisa dimintai pendapat dari permasalahan KDRT yang saya alami. Barulah langkah terakhir pergi melaporkan KDRT ke pihak berwajib, dan tentu beserta bukti-bukti yang foto ataupun rekaman yang sudah saya ambil.

    Tapi semoga, hal-hal seperti itu gak kejadian sama saya..

    ReplyDelete
  6. Nama: devira belin
    Twitter: @virscnd
    Link share: https://mobile.twitter.com/Virscnd/status/841586944874180608
    Jawaban:
    Kalau aku jadi korban KDRT, hmm mungkin aku bakal instropeksi kenapa bisa dipukul. Mungkin karena aku melakukan kesalahan yg ga seharusnya dilakukan, atau aku dinasehati ga mendengarkan. Atau bisa juga aku buat dia kesel, atau dia lagi ada masalah tapi aku ga merhatiin dia. Tapi kalo aku dipukul tanpa alasan, yg aku lakukan kerumah mertua atau orang tua ku dlu. Biar bisa dibicarakan secara kekeluargaan. Kalo tetep aja, mungkin pisah lebih baik :). Kecuali kalo ada anak, hmm rata" orang sekarang rela sakit daripada anaknya jadi bahan ejekan kalo orang tuanya udah cerai.Masalah anak aku usahakan biar dapet hak asuh anak sepenuhnya, karena aku gamau anakku nnti diasuh dengan kekasaran.

    ReplyDelete
  7. Nama : Nindya
    Twitter : @cakeciks
    Link Share :
    https://twitter.com/cakeciks/status/841687008913240064

    "Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga?"

    Kekerasan dalam rumah tangga tidak melulu antara suami-istri, tapi juga bisa kepada anak. Kalo aku diposisikan sebagai korban kdrt, dan aku sebagai korban kekerasan terhadap anak, hal yang pertama kurasakan adalah takut dan sedih, selain rasa sakit secara fisik. Timbulnya rasa takut udah termasuk dampak psikis dari kdrt.

    "Kenapa aku dipukul? dibentak? Kenapa mama/papa/kakak kasar sama aku? Apa aku melakukan kesalahan?" pertanyaan seperti itulah yang muncul. Ingin bertanya kepada pelaku tapi takut karena aku merasa salah dan merasa pantas mendapat hukuman. Tapi kalau terus menerus mendapat perlakuan kasar tanpa alasan dan sebab yang jelas aku ingin melawan, bukan secara fisik tapi lebih ingin menyudahi perlakuan kasar terhadapku.

    Hal yang bisa ku lakukan mungkin :
    1. Bicara baik-baik, apakah ada masalah yang mengganggu sampai harus terjadi kdrt. Aku akan mengadu pada mama/papa/kakak yang bukan pelaku kdrt dan bisa mendampingiku. Diobrolin secara kekeluargaan gitu.
    2. Selain mengadu kepada orang terdekat di keluarga, bisa jadi bercerita kepada sahabat, bukan sosial media karena aku mungkin akan malu cerita tentang hal seperti ini. Meminta saran dan meluapkan perasaanku agar sedikit lega. Biasanya aku hanya butuh pendengar biar lega, maklum suka curhat 😅
    3. Kalau sudah benar-benar melewati batas toleransiku (secara subjektif) dan orang terdekatku tidak ada yang bisa menghentikan "kesakitan" ini mungkin aku akan bercerita kepada guru BK di sekolah, soalnya guru BK di sekolahku sangat peduli dan akrab kepada anak-anak. Kalau misal perlu pengaduan kepada komnas perlindungan perempuan dan anak-anak, aku akan memilih didampingi guru BK. Kenapa? Karena aku butuh sesuatu yang "netral" dalam menyelesaikan masalah ini.

    ReplyDelete
  8. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/841838938822074368

    Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga?

    Segala hal pasti ada penyebabnya. Jika terjadi KDRT pasti ada kesalahan yg dibuat si korban. Namun juga tidak dibenarkan melakukan KDRT jika itu hanya salah yg kecil dan bisa dibicarakan. Menurutku tindakan KDRT sudah bernada negatif dan berbahaya. Jika terjadi padaku, aku akan meminta perlindungan pada keluargaku. Jika suami melakukan KDRT tanpa alasan yg benar, aku tidak akan segan-segan untuk mengambil jalan perpisahan. Karena rumah tangga dibangun untuk mendapatkan ketenangan dan kedamaian hidup. Jika terjadi KDRT di dalamnya, itu tidaklah lagi bisa dinamakan rumah tangga yg baik.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kurota A'yuni
    Akun twitter : @Violemine18
    Link share : mobile.twitter.com/Violemine18/status/841900756219355137?p=v
    Jawaban :
    Apabila mengalami KDRT khususnya jika bentuknya kekerasan fisik, hal yang akan aku lakukan adalah segera lapor ke pihak kepolisian. Karena jika pasangan sudah berani main fisik, tidak menutup kemungkinan akan kembali melakukan kekerasan fisik lagi. Dengan melapor ke pihak kepolisian, sebagai korban kita akan merasa aman terlindungi serta bagi pelaku KDRT tentunya akan memberi efek jera atas tindakannya.

    ReplyDelete
  10. Nama: Ana Bahtera\
    Twitter: @anabahtera
    Link: https://twitter.com/anabahtera/status/842019802478596097
    Jawaban:
    Sangat tidak terpikirkan ada kekerasan dalam rumah tangga, karena sampai sekarang saya sangat bersyukur dilahirkan dilingkungan keluarga yang penuh dengan kasih sayang.
    Jika ada kekerasan dalam rumah tangga menurut saya awalnya harus memantapkan akhlak baik dalam setiap anggota keluarga, harus ada pemahaman yang mendalam akan agama yang mengajarkan kelemah lembutan dengan keluarga bahkan dengan sesama manusia. Namun jika tak berubah maka sudah sepantasnya melaporkan pada pihak berwajib agar terkena efek jera dan tidak akan mengulanginya serta bisa menyembuhkannya dari penyakit kekerasan tersebut.

    ReplyDelete