Munafik, Film Horor dalam Balutan Religi


Well, akhirnya bisa muncul lagi di blog ini setelah hampir empat tahun menghilang. Saya kembali dengan review film horor terbaru dari Malaysia nih.

Ini adalah kali pertama saya menonton film Malaysia dan secara spesifik film Malaysia bergenre horor. Selain itu, hanya versi movie dari film upin-ipin yang melekat di benak saya. Ketidaktahuan saya terhadap film-film karya negeri Jiran tersebut membuat saya sedikit menyangsikan apakah saya akan suka atau tidak dengan film ini, pada awalnya. Tetapi setelah melihat cuplikannya, film ini sangat menarik.

Dan saya setuju dengan pendapat salah satu teman saya yang berkata bahwa menonton film horor ini bagi kita mungkin sama feelnya dengan bagaimana orang kristiani menonton The Conjuring.

Munafik adalah film horor Malaysia yang masih baru, luncur di bioskop sana pada sekitar akhir bulan Februari tahun ini. Dilihat dari berbagai sumber, dikatakan bahwa film ini adalah salah satu film terlaris di Malaysia dengan total pendapatan RM 19.00 juta selama kurang dari sebulan penayangan. Padahal biaya produksi dari film ini bisa dibilang minim dengan nilai RM 1.6 juta saja. Selain ditayangkan di Malaysia, film ini juga ditayangkan di Singapura dan Brunei Darussalam.

Beberapa pemain dari film Munafik adalah Syamsul Yusof yang juga berperan sebagai Adam, seorang ustaz yang belum bisa lepas dari tragedi kematian istrinya. Nabila Huda dan Sabrina Ali berperan sebagai sepasang ibu dan anak tiri bernama Maria dan Zati yang memiliki hubungan yang kurang harmonis. Fizz Fairuz sebagai teman sesama ustaz dengan Adam dan Pekin Ibrahim yang berperan sebagai Fazli, bos Maria yang juga menaruh hati padanya.

Selain itu juga ada pemain-pemain lain seperti Datuk Rahim Razali sebagai Rahim, A. Galak sebagai Imam Ali, Razif Saliminsebagai Osman, Zarina sebagai Zulaikha, Adik Izuan sebagai Amir dan Ruzzlan Abdullah sebagai Shah.

Film yang juga disutradarai oleh Syamsul Yusofini berkisah tentang kehidupan Adam setelah ditinggal pergi untuk selamanya oleh sang istri, Zulaikha. Adam yang 'berprofesi' sebagai ustadz dan sering merukiah orang di kampungnya tersebut dihadapkan pada situasi yang membuatnya tetap beriman namun masih tidak terima dengan kematian istrinya. Takdir pun mempertemukannya dengan Maria--anak tiri Zati yang diguna-guna. Selama fase itu, dia mulai merasa Maria memiliki hubungan dengan kematian istrinya. Dari sana, fakta-fakta soal kematian istrinya pun terkuak termasuk siapa sebenarnya yang mengguna-gunai Maria.

 
Jika dilihat sekilas, film horor ini sangat berbeda dengan film horor Indonesia yang sempat booming beberapa tahun yang lalu. Munafik memang film horor yang secara plot dikembangkan dari permasalahan yang berkaitan dengan agama. Meski begitu, film ini sangat jauh dari kesan menggurui.

Hal lain yang menjadi poin positif dari film ini menurut saya adalah setiap rahasia yang menjadi bahan penasaran disimpan rapat-rapat sehingga memunculkan berbagai spekulasi. Dari hal tersebut, plot twist yang berada di akhir cerita benar-benar mengejutkan.


Selama film berlangsung, misalnya, pertanyaan yang paling membuat penasaran adalah siapa sebenarnya orang yang mengguna-gunai Maria. Kita akan diarahkan kepada beberapa karakter yang cukup mungkin dijadikan sebagai tersangka. Sampai pada akhir film, keterkaitan antara Maria dengan kematian Zulaikha beserta siapa sebenarnya yang menggunai-gunai Maria akan terbongkar.

Jangan terkejut ketika mendapati siapa sebenarnya dibalik kisah horor religi ini terjadi.

***

Post a Comment

0 Comments