Monthly Talk | 'Liburan Impian' Based on Favorite Book Ever with Travel Wish Tixton




.... akhir September, Oktober, November dan DESEMBER!?!

Masih tiga bulan lagi sih tapi hawa-hawa liburan akhir tahun kayaknya sudah tercium nih. Bicara soal liburan akhir tahun, biasanya saya habiskan di rumah karena malas macet-macetan di jalan. Sekalipun mau liburan, Bandung sebagai destinasi wisata sepanjang masa pasti dipenuhi banyak wisatawan. Apalagi dengan banyaknya event akhir tahun – pergantian tahun – tahun baru yang menarik.

Akan tetapi berbeda dengan kebanyakan orang yang lebih suka liburan di tempat yang ramai, saya lebih suka liburan di tempat yang cenderung bisa memberikan saya waktu untuk berkontemplasi terhadap apa yang telah saya lakukan selama setahun ke belakang. Jangan tertawa, iya, kontemplasinya cuma sejam-dua jam, kok, selebihnya kalau tidak jalan-jalan pakai kaki *penganut paham pedestrianisme* ya baca buku. XD

Anyway, soal buku dan liburan, jadi ingat nih beberapa tempat atau setting novel yang ingin saya kunjungi sebagai Liburan Impian. Hogwarts-nya novel seri Harry Potter tentu saja ada di pilihan pertama tapi sayangnya saat ini Hogwarts masih restricted hanya untuk mereka yang diberikan undangan untuk masuk, atau kalau saya berniat melamar jadi salah satu guru sihir di sana. Apasih.  Abaikan.

Selain Hogwarts, setting novel apalagi yang yang menarik untuk dikunjungi?


Let’s see!Untuk bisa liburan ke luar negeri, budgetsaya tidak cukup. Destinasi dalam negeri sepertinya menarik. Bagaimana kalau Tanah Batak-nya Supernova Gelombang? Daebak! Pilihan yang menarik.

Tanah Batak aka Sumatera Utara adalah salah satu daerah yang lagi digeder sektor wisatanya oleh Pak Presiden, lho. Sama dengan provinsi lainnya di Indonesia, tanah Batak memiliki banyak sekali destinasi wisata yang ingin saya kunjungi. Sektor wisatanya pun beragam, dimulai dari wisata laut, kepulauan, air terjun, perbukitan hingga wisata danau. Nah, salah satu tempat LIBURAN IMPIAN saya di tanah Batak adalah Danau Toba sama Pulau Samosir, sepaketlah ya, dua-duanya. Danau terbesar di Asia Tenggara ini plus pulau yang terletak di tengahnya itu merupakan tempat lokasi yang tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang cantik tapi juga memberikan wisata kebudayaan yang luhur. Dan yang paling penting adalah cukup jauh dari keramaian kota besar, pas buat pedestrian sambil nenteng-nenteng novel Supernova Gelombang buat dibaca di beberapa spotmenarik.

Akses menuju danau Toba sepertinya tidak begitu susah. Dari Bandara Kuala Namu atau Medan hanya butuh waktu sekitar empat sampai lima jam perjalanan via Pematang Siantar. Agak lama juga sih. Tapi tenang, akses ke danau kebanggaan Indonesia ini sedang dalam tahap pengembangan, lho. Presiden Jokowi sedang memuluskan akses menuju lokasi wisata dan kebudayaan itu menjadi lebih mudah dengan pembangunan jalan tol, akses kereta dan perluasan runaway bandara Sibisa dan Silangit. Iya, ini berarti kita bisa melakukan penerbangan dari kota asal kita langsung ke bandara terdekat danau Toba.

Kota yang menjadi tempat transit sebelum menjelajahi Samosir lebih jauh biasanya adalah Parapat. Bisa dibilang, ini adalah start yang beneran start-nya. Eh, sebelum ke pulau Samosir, nongkrong-nongkrong santai di Lapangan Pagoda atau alun-alun kota Parapat sambil menikmati keindahan danau Toba juga bisa tuh, atau mengunjungi Wisma Pesanggrahantempat Presiden Soekarno diasingkan. Itung-itung napak tilas, gitu.

PIC FROM HERE | EDITED
Dari Parapat, perjalanan menuju pulau Samosir bisa ditempuh selama 30 menit dengan kapal Feri. Dari sembilan kecamatan dan desa-desa tradisional di sepanjang tepi pulau Samosir, beberapa tempat yang ingin saya kunjungi di Pulau Samosir adalah desa tradisional Tomok, Tuk Tuk, Ambarita, Meseum Rumah Batak, dan Menara Pandang Tele.

Apa lagi, ya?

Katanya sih, desa Tomok menjadi gerbang utama para pelancong masuk ke pulau Samosir. Desa Tomok sendiri merupakan kawasan kampung adat Batak dengan deretan rumah tradisional. Jika beruntung, saya berharap bisa melihat Tarian Tor-Tor dan Sigale-gale di sana. Di desa Tomok juga terdapat banyak toko souveniryang bisa dijadikan tempat membeli oleh-oleh. Selain itu, ada juga kompleks makam raja Sidabutar yang bisa kita masuki jika menggunakan kain ulos.

Tidak jauh dari makan raja Sidabutar, ada Museum Rumah Batak yang pantang sekali buat saya lewatkan. Museum ini berbentuk Rumah Bolon atau rumah adatnya keluarga raja-raja Batak. Di Museum ini, terdapat peninggalan-peninggalan berharga suku Batak dimulai dari peralaan berburu, menenun ulos, peralatan masak, karya seni ukir sampai Hombung, tempat tidur raja yang sudah berusia 450 tahun.
PIC FROM GOOGLE | EDITED
Lima belas menit dari Tomok, desa Tuk Tuk bisa dijadikan tempat untuk beristirahat dengan makan ikan bakar tinombru sambil melihat pemandangan danau toba yang airnya berwarna biru. Selepas dari Tuk Tuk, melanjutkan perjalanan ke desa Ambarita adalah pilihan yang tepat. Ambarita, seperti di daerah Samosir lainnya, juga dipenuhi oleh situs-situs sejarah dan budaya suku Batak. Salah satu situs yang paling melegenda adalah seperangkat kursi dan meja batu yang berasal dari zaman megalitikum. Situs ini disebut sebagai Batu Kursi Raja Siallagan dan berfungsi sebagai tempat untuk mempertimbangkan soal hukum. Di kompleks daerah ini juga terdapat deretan Rumah Adat Batak. Di tempat ini, sekalipun auranya tampak menyeramkan tapi saya penasaran sekali dengan mamak-mamak pengrajin kain ulos yang sedang menenun. Barangkali ada satu yang bisa dibawa pulang, kain ulosnya ya, bukan mamaknya.

PIC FROM HERE | EDITED
Liburannya selesai? Eits, belum! Jangan lupakan kecamatan Sianjur Mulamula, dong! Itu, lho, kampungnya si Ichon aka Alfa Sagala, karakter utama di novel Supernova Gelombang-nya Dewi ‘Dee’ Lestari. Kecamatan Sianjur Mulamula sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kecamatan lainnya di Samosir. Permukaannya penuh bukit dan hamparan sawah. Banyak situs bersejarah semacam Aek Sipitu Dai, Sopo Guru Tatea Bulan atau Monumen Patung si Raja Batak dan Batu Hobon, batu tempat kekayaan raja-raja Batak dikubur.


Dan yang spesial adalah, rumahnya Ichon!

Sebelum pulang, saya ingin mendaki Menara Pandang Tele terlebih dahulu dan melihat danau Toba serta lanskap pulau Samosir yang berbukit-bukit secara luas. Barangkali dari menara pandang Tele ini, saya bisa menemukan rumah si Ichon karena tidak tahu dengan tepat alamatnya di mana. Tapi ya sudahlah ya, tidak bisa bertemu dengan Ichon pun tak apa, barangkali bisa ikut lihat Upacara Gondang dan ketemu Si Jaga Portibi di Sianjur Mulamula! Hoah!

Sebagai jalan pulang dari pulau Samosir, ada dua jalan nih yaitu lewat Jembatan Tano Ponggol di Pangururan atau kembali ke pelabuhan tempat kita tiba untuk kembali ke Parapat. Perihal jembatan Tano Ponggol, ada sebuah cerita menarik nih. Jadi, dulunya Samosir itu merupakan bagian dari pulau Sumatera tapi kemudian dipisahkan dengan sebuah terusan (mirip terusan suez di Mesir sana) sepanjang 1,5 km di bawah perintah kerja rodi Belanda untuk mempermudah akses lalu lintas air. Jadilah, karena terusan itu, Samosir menjadi pulau sendiri.

Selain kaya sejarah dan budaya, danau Toba dan Samosir juga akan dijadikan salah satu lokasi pariwisata yang akan dikembangkan oleh Presiden Jokowi, lho. Oleh karena itu, akses menuju lokasi wisata ini sedang dipermulus, seperti yang saya bilang di atas. Karena dulu pada tahun 90an, danau yang dibentuk karena letusan gunung ini merupakan idaman para pelancong asing dari berbagai negara seperti negara-negara Eropa dan Asia. Dengan dikelola lebih baik, lokasi wisata ini diharapkan bisa menjadi Monaco of Asia atau Monakonya Asia. Secara luas wilayah dan bentuk daratannya sih memang sudah mirip, saya penasaran progress-nya sudah sejauh mana.

Eh, ngomong-ngomong setelah lelah jalan-jalan di Samosir, saya tidur di mana, ya? Hmm, cari hotel murah di sekitaran Parapat sepertinya pilihan yang tepat. Hotel di Parapat yang nyaman dengan jendela yang menghadap langsung ke danau Toba. wuih!

Tapi bagaimana dengan harganya?

Ketika menimbang-nimbang masalah budget untuk hotel, mencari cara mudah dapatkan harga termurah di hotel idaman adalah satu-satunya hal yang terpikir oleh saya. Hei, jangan lupa buka websitenya Tixton dan temukan Promo Wisata Tixton yang bakal jadi jawaban buat semua kegundahan kamu soal harga hotel termurah.
Promo Wisata Tixton?

Baru tahu?

Tixton.com adalah penyedia layanan kamar hotel online yang sedang berkembang, lho. Tixton ini merupakan E-commerce yang membantu para pelancong seperti kita menemukan hotel dengan harga terbaik. Cara pemesanannya cukup mudah, tinggal masukkan rencana perjalanan dan kota tujuan kamu dan selebihnya biarkan Tixton menemukan harga hotel termurah.

Nah, terkait promo wisata akhir tahun ini dimaksudkan untuk menyambut musim liburan akhir tahun. Buat para pelancong seperti kita, promo seperti ini sangat membantu sekali, bukan? Selain promo, ada juga hadiah tiket pesawat PP dan uang tunai juga! Widihh! Kalau sampai dapat, ini bisa jadi liburan terindah.

Lalu bagaimana caranya agar kita memenangkan promo berhadiah ini? Caranya seperti ini;
  1. Buka website Tixton.com
  2. Klik menu Travel Wish dan isi form yang ada dengan tujuan perjalanan, hotel idaman, tanggal perjalanan serta harga hotel terbaik yang kamu temukan dari sumber lain.
  3. Tunggu hingga ada email masuk dari Genie. Nanti Genie akan memberikan daftar harga hotel termurah di kota yang kamu pilih dan tentu saja dengan potongan harga sebesar 20% dari harga terbaik yang kamu temukan dari sumber lain.
  4. Last, pilih daftar hotel yang sesuai dengan yang kita impikan.

Setelah mendapat daftar harga hotel termurah dari Tixton dan kita membelinya lewat fitur Travel Wish, kita berkesempatan memenangkan 2 tiket pesawat ke airport terdekat dari hotel yang kamu beli, lho! Bukan hanya itu, kita juga berkesempatan mendapatkan uang tunai sebesai Rp5juta sebagai uang saku selama perjalanan.



Kabar baiknya, promo ini berlaku mulai tanggal 17 Agustus hingga 16 November 2016 nanti untuk periode perjalanan tanggal 1 Desember 2016 sampai 28 Februari 2017. Satu pemenang diundi setiap bulan dan ini berarti kesempatan kita untuk mendapatkan hadiahnya cukup besar!

Masih ada waktu, nih! Ayo, cepat create Travel Wish Tixton kamu dan dapatkan harga hotel termurah!

Akhir tahun masih tiga bulanan lagi? Takut ada halangan dan perjalanan kamu tidak bisa terlaksana? Jangan sedih, Tixton yang baik hati tidak hanya membantu kita memesan kamar hotel, tapi juga menjual kamar hotel yang telah kita pesan sebelumnya jika tidak jadi berlibur.


Kurang baik apa coba, Tixton?

Yuk, bikin wish dan rencanakan Liburan Impian akhir tahunmu!


*video from youtube, officially owned by Weekend List, Net Media.

#29 | Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie


Di Tanah Lada
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 244 hal 
Cetakan: 19 Oktober 2015
ISBN: 9786020318967
Namanya Salva. Panggilannya Ava. Namun papanya memanggil dia Saliva atau ludah karena menganggapnya tidak berguna. Ava sekeluarga pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal. Kakek Kia, ayahnya Papa, pernah memberi Ava kamus sebagai hadiah ulang tahun yang ketiga. Sejak itu Ava menjadi anak yang pintar berbahasa Indonesia. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa lebih menganggap penting anak yang pintar berbahasa Inggris. Setelah pindah ke Rusun Nero, Ava bertemu dengan anak laki-laki bernama P. Iya, namanya hanya terdiri dari satu huruf P. Dari pertemuan itulah, petualangan Ava dan P bermula hingga sampai pada akhir yang mengejutkan.

Ditulis dengan alur yang penuh kejutan dan gaya bercerita yang unik, sudah selayaknya para juri sayembara memilih novel Di Tanah Lada sebagai salah satu juaranya.
Entah mengapa ketika membaca novel ini, saya sedikit iri kepada P tentang kedekatannya bersama Salva. Well, kita punya masa kecil yang sama, Ava. Bukan tentang latar belakang keluarga yang memosisikan Papa sebagai orang jahat tetapi tentang kegemaran membaca kamus.

Pertama kali tertarik membaca novel ini karena pengarangnya Ziggy, pemenang sayembara novel DKJ plus gegara reviews yang positif di beberapa blog buku. Dan ya, saya suka dengan Di Tanah Lada.

Ini adalah kali pertama saya membaca novel dengan sudut pandang pertama anak kecil, karakter pertama anak kecil tapi dengan narator orang ketiga sudah cukup banyak. Dan sensasi ketika membaca novel ini pada awalnya sama dengan sensasi ketika mendengar anak kecil berbicara. Sedikit memutar, tidak fokus, polos tapi lucu dan menggemaskan, in several scene. Lelucon yang-sebenarnya-bukan-lelucon dalam pola pikir Ava dan percakapan-percakapannya juga beberapa membuat saya tidak bisa menahan tawa. Begini contohnya:

..................undefinied content

... dan beberapa lagi.

Saya tidak tahu untuk usia enam tahun Ava termasuk pintar atau pintar sekali *bukan pemerhati anak, wkwk* tapi memang pengetahuannya terhadap bahasa patut diacungi jempol. Ava bahkan memiliki gaya bicara orang dewasa dengan penggunaan kata-kata yang aneh, begitu kata P, dan jelas sekali jika sedari kecil Ava sudah 'diarahkan' untuk begitu oleh orang-orang terdekatnya, terutama Kakek Kia.

Apa mungkin kemampuan berbahasa yang baik ada hubungannya dengan kecerdasan anak? Well, saya penasaran dan mencarinya di google and nah, ternyata memang begitu. Maaf jika ini terdengar cocoklogi, wkwk, tapi Ava memiliki lebih dari setengah dari sepuluh kriteria anak yang cerdas menurut NAGC, salah satunya adalah memiliki kosakata yang lebih maju dari anak seusianya.

Konflik yang diangkat dalam Di Tanah Lada lumayan berat dan entah kenapa tidak tampak berat di dalam kepala seorang Salva, atau Salt. Anak kecil mungkin memang memiliki sistem yang bisa mengalihkan pemikirannya dari hal-hal yang mengganggu secara cepat. Jiah. Seperti juga bagaimana P berpikir tentang kesulitan hidupnya yang mudah sekali berubah ketika beberapa kosakata yang berhubungan dengan makanan muncul.

Ayam lada hitam, kayaknya enak, ya? *lalu nyari sarapan*

Deskripsi tentang Mas Alri sangat spoiler bagi saya, begitu juga dengan hubungan Kak Suri, papanya P dan P sendiri. Dan ternyata empat orang itu memiliki keterkaitan yang mengagetkan. Saya setuju dengan P tentang Mama Ava. Mama Ava mungkin Mama yang baik tapi belum menjadi Ibu yang baik. Karena itu juga Ava bisa dengan mudah kelayapan seharian bersama P tetapi mamanya enak-enakan tidur di hotel.

Endingnya sudah tertebak *korban spoiler* tapi yang membuat saya penasaran adalah bagaimana Ziggy mengakhiri tulisannya, bukan bagaimana akhir tulisannya. Beda nggak ya dua kalimat itu? Saya anggap beda saja, wkwk.

Di akhir cerita, saya merasa percakapan Ava dan P lebih dewasa, in another context. Mungkin ini gongnya. Bagaimana Ava dan P aka Prince aka Pepper aka Pasha mencari jalan keluar dari masalah keluarga yang membelenggu mereka. Rasa kecewa, sedih, malu dan marah. Bukannya penasaran mencari pengertian lain dari Tanah Lada, saya lebih merasa fokus pada pesan yang disampaikan oleh novel ini tentang bagaimana sulitnya menjadi Papa dan Mama yang baik.

Jadi mau nikah? Err....

Eh, ternyata di dalam novel ini saya juga menemukan kisah romantis antara dua anak yang bahkan belum mengerti apa itu kisah romantis; kecemburuan Ava terhadap panggilan sayang Kak Suri - P, kesetiaannya pada P dan tidak mau meninggalkan Rusun Nero (tadinya), ketidakmauan Ava tinggal bersama ibunya melainkan dengan P (alih-alih karena P tidak memiliki Mama yang baik), dan sebagian dari percakapan mereka di bagian akhir yang sama-sama ingin bahagia, terkubur di tanah kebahagiaan dan bereinkarnasi jadi sepasang.

..................undefinied content

Dan ternyata, jika menyoal cinta, menjadi sepasang bukan syarat. Menjadi dua hal yang sangat jauh berbeda, Ava jadi upil sementara P jadi cacing, keduanya akan tetap saling menyayangi. I got the point!

Saya membaca novel ini selepas Isya sampai tengah malam, hanya butuh beberapa jam tapi kesannya sampai pagi ini masih mendalam. I should say thanks to Ziggy for making this novel!

Di mata saya sebagai pembaca biasa, Di Tanah Lada patut menjadi salah satu pemenang sayembara novel DKJ. Di mata kamu bagaimana?

Munafik, Film Horor dalam Balutan Religi


Well, akhirnya bisa muncul lagi di blog ini setelah hampir empat tahun menghilang. Saya kembali dengan review film horor terbaru dari Malaysia nih.

Ini adalah kali pertama saya menonton film Malaysia dan secara spesifik film Malaysia bergenre horor. Selain itu, hanya versi movie dari film upin-ipin yang melekat di benak saya. Ketidaktahuan saya terhadap film-film karya negeri Jiran tersebut membuat saya sedikit menyangsikan apakah saya akan suka atau tidak dengan film ini, pada awalnya. Tetapi setelah melihat cuplikannya, film ini sangat menarik.

Dan saya setuju dengan pendapat salah satu teman saya yang berkata bahwa menonton film horor ini bagi kita mungkin sama feelnya dengan bagaimana orang kristiani menonton The Conjuring.

Munafik adalah film horor Malaysia yang masih baru, luncur di bioskop sana pada sekitar akhir bulan Februari tahun ini. Dilihat dari berbagai sumber, dikatakan bahwa film ini adalah salah satu film terlaris di Malaysia dengan total pendapatan RM 19.00 juta selama kurang dari sebulan penayangan. Padahal biaya produksi dari film ini bisa dibilang minim dengan nilai RM 1.6 juta saja. Selain ditayangkan di Malaysia, film ini juga ditayangkan di Singapura dan Brunei Darussalam.

Beberapa pemain dari film Munafik adalah Syamsul Yusof yang juga berperan sebagai Adam, seorang ustaz yang belum bisa lepas dari tragedi kematian istrinya. Nabila Huda dan Sabrina Ali berperan sebagai sepasang ibu dan anak tiri bernama Maria dan Zati yang memiliki hubungan yang kurang harmonis. Fizz Fairuz sebagai teman sesama ustaz dengan Adam dan Pekin Ibrahim yang berperan sebagai Fazli, bos Maria yang juga menaruh hati padanya.

Selain itu juga ada pemain-pemain lain seperti Datuk Rahim Razali sebagai Rahim, A. Galak sebagai Imam Ali, Razif Saliminsebagai Osman, Zarina sebagai Zulaikha, Adik Izuan sebagai Amir dan Ruzzlan Abdullah sebagai Shah.

Film yang juga disutradarai oleh Syamsul Yusofini berkisah tentang kehidupan Adam setelah ditinggal pergi untuk selamanya oleh sang istri, Zulaikha. Adam yang 'berprofesi' sebagai ustadz dan sering merukiah orang di kampungnya tersebut dihadapkan pada situasi yang membuatnya tetap beriman namun masih tidak terima dengan kematian istrinya. Takdir pun mempertemukannya dengan Maria--anak tiri Zati yang diguna-guna. Selama fase itu, dia mulai merasa Maria memiliki hubungan dengan kematian istrinya. Dari sana, fakta-fakta soal kematian istrinya pun terkuak termasuk siapa sebenarnya yang mengguna-gunai Maria.

 
Jika dilihat sekilas, film horor ini sangat berbeda dengan film horor Indonesia yang sempat booming beberapa tahun yang lalu. Munafik memang film horor yang secara plot dikembangkan dari permasalahan yang berkaitan dengan agama. Meski begitu, film ini sangat jauh dari kesan menggurui.

Hal lain yang menjadi poin positif dari film ini menurut saya adalah setiap rahasia yang menjadi bahan penasaran disimpan rapat-rapat sehingga memunculkan berbagai spekulasi. Dari hal tersebut, plot twist yang berada di akhir cerita benar-benar mengejutkan.


Selama film berlangsung, misalnya, pertanyaan yang paling membuat penasaran adalah siapa sebenarnya orang yang mengguna-gunai Maria. Kita akan diarahkan kepada beberapa karakter yang cukup mungkin dijadikan sebagai tersangka. Sampai pada akhir film, keterkaitan antara Maria dengan kematian Zulaikha beserta siapa sebenarnya yang menggunai-gunai Maria akan terbongkar.

Jangan terkejut ketika mendapati siapa sebenarnya dibalik kisah horor religi ini terjadi.

***