Monthly Talk | 5 Novel Islami Terfavorit

Asslamualaikum, ya Akhi, ya Ukhti! :))

Sepertinya sudah jadi rahasia umum sebulan sebelum bulan suci ini tiba sampai beberapa minggu setelah Ramadhan seluruh aspek kehidupan kita kena hype aktivitas-aktivitas dan embel-embel religi. Postingan kali ini, contohnya. Hehe. Tetapi jika perlu bukti yang lebih meyakinkan, tengok saja layar televisi, banyak bermunculan acara-acara religi maupun acara-acara mainstream sepanjang tahun yang tiba-tiba disemati embel-embel khusus bulan Ramadhan. Meski beberapa acara religi tersebut ditegur KPI, baru saja tadi pagi saya membaca beritanya di internet, positifnya, bulan Ramadhan mendorong kita untuk lebih bernuansa religi. Eh, kok jadi ngomongin acara televisi ya? #Plakk

Jadi mumpung nuansanya masih penuh dengan hal-hal yang berbau religi, Latest Bookmark juga tidak ingin ketinggalan momen untuk berbagi informasi tentang dunia religi yang berkaitan dengan dunia literasi kita, khususnya. #syeedap

Jika ditilik ke belakang, saya masih ingat kalau hobi membaca saya mulanya berawal dari rasa penasaran dengan bacaan-bacaan milik kakak perempuan saya yang usianya sepuluh tahun lebih tua. Ketika itu bahkan saya masih buta aksara, masuk ke kelas satu sekolah dasar saya mulai menghabiskan hampir separuh bacaan islami milik kakak saya tersebut. Bacaan tersebut adalah majalah remaja islami bernama Majalah Annida. Kalau kamu mengaku anak 90an dan aktif di kegiatan keagamaan entah itu di SMA maupun Kampus, ketinggalan zaman sekali kalau kamu tidak tahu majalah yang fenomenal ini. *ditamvar ramai-ramai* Sayangnya, majalah ini sudah berhenti dicetak tapi masih eksis dalam format maya di Annida-online.com.

Banyak membaca majalah ini bikin saya kesengsem sama bacaan-bacaan bernuansa religi, ketika itu lebih pada bacaan berbentuk cerpen karena hampir 90% rubrik majalah Annida berisi cerpen. Selain rubrik KISMA, saya suka rubrik CERBUNG, TANYA NIDA yang ngelantur dan rubrik pembahasan cerpen terbaik yang saya lupa lagi namanya apa. Dari majalah ini, selain saya mulai berkenalan dengan penulis-penulis fiksi islami seperti Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia dan Syamsa Hawa, saya juga sedikit banyak belajar tentang cara-cara menulis karya fiksi. Secara tidak langsung, majalah ini memberikan kontribusi yang cukup banyak pada minat saya terhadap dunia membaca dan menulis.

Mulai memasuki dunia remaja, saya mulai membaca genre bacaan yang lain seperti novel sastra dan populer. Tetapi hal itu tidak menghentikan saya untuk terus meng-update bacaan fiksi islami saya. Ada beberapa novel islami favorit saya yang sampai sekarang masih bikin hangover setiap kali melihat novel fisiknya maupun mengingat ceritanya. Mungkin kamu juga sedang mencari rekomendasi novel islami, ini daftar lima novel islami favorit saya. Check this out!

-------------

[1]
Love Sparks in Korea - Asma Nadia
Rating Goodreads; 4.08

"Rania hanya ingin menelusuri jejak-jejak cinta Allah yang terhampar di bumi. Namun yang terjadi, si Jilbab Traveller tak cuma menemukannya pada tempat-tempat indah yang menakjubkan dan terkadang menikam emosi, tapi jejak itu juga membayang pada laki-laki Korea yang memotret kehidupan ini dengan cintanya yang hitam putih.
Pada sisi lain, seorang lelaki yang menjadi teman lama Rania juga menawarkan 'pesona keindahan'. Lelaki itu bahkan berhasil menaklukkan ketakutannya sendiri demi membawa Rania terbang melintasi keinginan-keinginannya.
Bumi dan segala isinya memang selalu menimbulkan rasa takjub.
Tapi cinta yang Allah sematkan pada ruang kecil bernama hati, ternyata lebih meluapkan ketakjuban dan sensasi pada kemahabesaran-Nya."

Siapa yang tidak mengenal Asma Nadia, penulis produktif yang karyanya sudah banyak diangkat ke layar lebar maupun acara televisi. Love Sparks in Korea adalah satu dari sekian banyak novelnya yang booming dan menjadi bestseller. Bahkan novel ini sudah diangkat ke layar lebar dan akan rilis di bioskop dalam waktu dekat. Love Sparks in Korea sendiri adalah novel seri #JilbabTraveler yang 40% ceritanya berangkat dari kisah nyata sang penulis.

-------------

[2]
Rating Goodreads; 4.00

Serpihan kisah cinta dalam prahara runtuhnya Baghdad

Berbeda dengan karya-karya fiksinya Asma Nadia yang banyak dikenal orang, saya merasa novel ini adalah mutiara yang masih tersimpan di dalam kerang, tertinggal diangkat sampai tidak semua orang mengetahui keindahannya. Jauh sebelum jatuh cinta dengan Ayat-Ayat Cinta, saya sudah lebih dahulu mengagumi Takdir Cinta. Novel ini cocok sekali dibaca buat kamu yang suka dengan dunia sejarah, terutama sejarah Islam, sebab novel ini merupakan novel historis yang mengambil setting masa kekhalifahan Abbasiyah. Meski saya sudah cukup lupa dengan beberapa fragmen ceritanya tetapi saya masih ingat bahwa saya menggilai kisah cinta Jamal dan Zahra yang penuh haru ini.

-------------

[3]
Rating Goodreads; 3.82/3.86

Kegadisan telah lama menjadi dongeng yang saya tinggalkan.
Saya bukan tak mencoba berhenti menyentuh barang-barang haram itu, tetapi mereka begitu kuat mencengkeram saya.
Kedua tangan yang telah membunuh, masih mungkinkah Engkau ampuni?
Gusti Allah, saya ingin mati!
Lima belas remaja putri dan putra dengan masa lalu kelam, menerima undangan misterius untuk menetap di Pesantren Impian. Sebuah tempat rehabilitasi di sebuah pulau yang bahkan tak tercantum di dalam peta. Seharusnya sederhana. Siapa menduga bahwa berbagai kejadian menegangkan kemudian terjadi?
Pemerkosaan yang menimpa gadis bernama Rini hingga harus menanggung kehamilan yang tak dikehendaki. Tragedi yang menyisakan teka-teki, sebab bayang kegelapan terlalu sempurna menutupi wajah lelaki biadab yang melakukannya.
Kisah cinta yang tertunda, misteri si Gadis yang dicari-cari polisi, bahkan peristiwa pembunuhan! Lalu, rahasia apa yang disembunyikan Teungku Budiman?
Jiwa-jiwa yang putus asa.
Mampukah Pesantren Impian menjadi jembatan hidayah bagi hati yang sebelumnya tak pernah merindukan surga?

Pertama kali baca buku ini waktu masih SD dan ceritanya bikin saya waktu itu terus kepikiran ternyata cerita religi bisa dikombinasikan degan genre thriller. Favorit sekali. Novel ini juga sudah diangkat ke layar lebar dan memiliki dua versi cetakan novelnya, yang pertama terbitan Syaamil pada tahun 2000 sementara edisi terbaru adalah terbitan Asma Nadia Publishing House pada dua tahun lalu. Meski begitu, benang merah ceritanya masih sama dan buku ini sangat direkomendasikan untuk para pembaca novel religi yang ingin merasakan sensasi lain ketika membaca.

-------------

[4]
Ayat-Ayat Cinta - Habiburrahman El-Shirazy
Rating Goodreads; 3.80

Tentang seorang pemuda Indonesia yang mencari ilmu jauh di tanah Arab. Berbekal iman yang kuat dan ketabahan, Fahri mengalami banyak hal yang menggetarkan hidupnya, yang sesaat membuat Fahri mempertanyakan jalan hidupnya.
Kesabaran dan keimanan adalah kunci kehidupan. Fahri, Aisyah dan Maria membuktikannya dalam cerita yang halus dan mengalir.

Bisa dibilang, Ayat-Ayat Cinta adalah salah satu novel islami yang ikut menyukseskan dunia perbukuan Indonesia diwarnai dengan lebih banyak fiksi-fiksi Islami. Sama dengan Asma Nadia, Habiburrahman memiliki cukup banyak novel-novel bestseller yang diangkat ke layar lebar dan layar kaca. Tetapi tetap, bagi saya Ayat-Ayat Cinta yang paling juara. Saya masih ingat waktu itu karena begitu ngidam novelnya sampai memaksa kakak saya untuk membelikannya di Bekasi, karena di kota kelahiran saya toko buku terdekat baru bisa dicapai setelah naik tiga kali angkot. Siapkan banyak tisu ketika kamu membaca novel ini sebab banyak sekali keharuan yang akan kamu dapatkan.

-------------

[5]
Rating Goodreads; 3.63

Belum kenal Aisyah Putri? Itu lho, gadis muda di SMU 2000! Yang ABG, tapi tetap Islami.... Yuk, kenalan lebih jauh dengan Aisyah, abang-abangnya yang rada-rada sableng tapi baik hati, plus temen-temennya yang konyol dan rame! Semuanya dipadu dalam buku yang kocak, namun penuh makna ini! 

Asma Nadia again, yeahhh!! Sepertinya bacaan fiksi islami saya dimonopoli oleh adik Helvy Tiana Rosa tersebut. Mau bagaimana lagi, cerita-cerita fiksi islami Asma Nadia memang sejauh ini yang paling bisa merebut hati saya. Berbeda dengan buku-buku sebelumnya, Aisyah Putri menawarkan cerita yang lebih remaja, lika-liku dunia islam anak-anak SMA yang bikin baper sekaligus belajar tentang agama. Buku ini juga sudah diangkat ke layar kaca dengan judul yang sama. Jika di novel seri #JilbabTraveler, kamu menemukan cerita yang romansa yang mengharu biru, di dalam cerita ini kamu akan mendapatkan fragmen-fragmen cerita yang bikin kamu senyam-senyum, ketawa dan nangis. Kumplit!

-------------

Nah, itu dia lima novel islami favorit saya dari sekian koleksi novel islami saya yang tidak begitu banyak. Saya percaya masih banyak novel islami lain yang belum sempat saya baca dan bisa jadi akan menjadi novel favorit saya selanjutnya. Omong-omong, apa novel islami favorit kamu, berbagi di kolom komentar, yuk! :))


#25 | Lovasket - Luna Torashyngu


Lovasket  (Lovasket #1)
Penulis: Luna Torashyngu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 312 hal, 
Cetakan: Juni 2007
ISBN: 9792229493

Hidup Vira hancur ketika ayahnya dituduh melakukan korupsi dan harus dipenjara. Mendadak Vira kehilangan harta benda, kedudukannya sebagai ketua geng The Roses, teman-teman, pacar, bahkan dia dikeluarkan dari sekolahnya, SMA Altavia, SMA paling elite di Bandung. Akibatnya Vira jadi mogok hidup, juga mogok main basket yang sebetulnya merupakan "hidupnya". Dia merasa tidak ada gunanya punya teman lagi, karena terbukti teman-teman hanya mendampinginya saat dia berada pada puncak hidupnya.

Niken adalah Ketua OSIS SMA 31, SMA kecil di pinggiran Bandung. SMA 31 memutuskan akan memangkas anggaran ekskul sehingga ekskul-ekskul yang tidak berprestasi akan dihapuskan. Ini jadi tugas besar bagi Niken: dia harus menyeleksi ekskul mana yang akan dipertahankan dan mana yang harus dihapus. Di antara dilema besar ini, Niken melihat salah satu cara untuk menyelamatkan ekskul basket. Mungkin kalau dia bisa membujuk murid baru itu untuk bergabung dengan ekskul basket, ekskul ini bisa selamat. Selain itu, mungkin Niken juga bisa membuat murid baru yang kelihatan depresi itu lebih ceria. Mungkin Niken bisa membuat Vira tersenyum lagi....

"Tim ini punya seorang pemain hebat, yang bisa mewujudkan mimpi dan harapan pemain lainnya jadi kenyataan."

Di sela-sela kebingungan saya dengan nasib skripsi yang belum jelas juntrungannya ini, selama seminggu lalu saya menghabiskan waktu full di rumah. Tidak ada pekerjaan lain selain merawat Mama yang sedang sakit dan mengorek-ngorek buku bacaan karena bulan lalu novel-novel yang sudah saya baca belum sepenuhnya selesai. Alhasil karena hanya ingin sekadar 'membaca' akhirnya saya menemukan Lovasket-nya Luna Torashyngu yang sudah diabaikan sekian tahun karena alasan genrenya tidak sesuai dengan selera.

Sebelumnya pernah beberapa kali membaca novel ini tapi selalu gagal karena bagian awal dari cerita tentang Savira Priskilla ini cukup flat, mengisahkan kehidupan borju Vira dengan segala hal yang serba wah dan mewah. Hidup empat tahun di tempat yang sama dengan setting lokasi novel ini bikin saya merasa 'kecil' karena pergaulan saya tidak seluas dan seliar Vira. #abaikan

Di bagian kehidupan Vira berubah seratus delapan puluh derajat karena kasus yang menjerat ayahnya, cerita mulai terasa menarik. Ada banyak perasaan yang muncul dari simpati, marah, dan kecewa serta bahagia. Simpati karena Vira harus menjadi bukan siapa-siapa selepas didepak dari SMA Altavia dan tinggal di sepetak rumah yang tidak seberapa. Marah dengan pacar dan teman Vira yang nyatanya mau bersahabat karena kepentingan tertentu. Kecewa dan bahagia karena Vira berubah menjadi orang lain tapi bahagia karena perubahan itu lambat laun membuatnya menjadi orang yang lebih baik.

Kehidupan Vira di sekolah barunya tak kalah menarik. Karakter-karakter baru yang muncul seperti Niken dan Rei cukup mampu melepaskan kekesalan saya pada teman-teman lama Vira yang lama. Dinamika kehidupan siswa SMA dengan permasalahan nilai akademik dan organisasi cukup membuat saya rindu pada masa-masa itu. Termasuk pada bagian Vira kembali menjadi Vira dan bersemangat tetapi dalam pribadi yang lebih baik. Daebak, Vira!

Satu hal yang terlewat dari awal, setiap pertandingan basket dalam novel ini dideskripsikan dengan detail dan menarik sekali. Tiap baca bagian ini serasa sedang langsung nonton pertandingan basket secara live.

Meski begitu, saya masih gagal paham dengan beberapa hal seperti kasus korupsi ayahnya Vira yang sedikit lebai, cara Vira dan Rei mencari uang tambahan dengan bertaruh, dan beberapa hal lainnya.

Akan tetapi, saya sangat suka dengan ending dari novel ini. Bikin senyum-senyum sendiri.