#18 | Harry Potter and the Deathly Hallows - JK. Rowling

Harry Potter and the Deathly Hallows
(Harry Potter dan Relikui Kematian)
Penulis: JK. Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 1008 halaman
Cetakan: Januari 2008
ISBN: 9789792233483
Harry is waiting in Privet Drive. The Order of the Phoenix is coming to escort him safely away without Voldemort and his supporters knowing - if they can. But what will Harry do then? How can he fulfil the momentous and seemingly impossible task that Professor Dumbledore has left him?
“Do not pity the dead, Harry. Pity the living, and, above all those who live without love.” 

Dan ini adalah seri terakhir dari novel serial Harry Potter. Beberapa hal mulai jelas di seri ini, seperti pengaruh Voldemort yang meluas dan apa yang perlu Harry lakukan untuk meruntuhkannya. Beberapa hal masih kabur, seperti kepada siapa sebenarnya Snape berpihak dan bagaimana kondisi Hogwarts selepas menjadi sarang Death Eater.

Yang pasti, perjalanan Harry mencari Horcrux cukup menegangkan meskipun seri ini diawali dengan pernikahan Bill dan Fleur yang berantakan karena adanya patronus dari Kingsley. Pelarian Harry dari rumah Petunia ke The Burrows juga menarik, tentang bagaimana terdapat tujuh Harry yang berkeliaran dari dalam rumahnya dan para Death Eater terkecoh dengan hal itu. Beruntungnya, Harry selamat sampai tujuan meskipun burung hantu kesayangannya harus tewas.

Hilangnya Harry Potter dan Ron serta Hermione untuk mencari dan melenyapkan Horcrux menjadi berita besar yang masih menjadi harapan bahwa Voldemort akan runtuh. Meskipun dengan demikian Harry menjadi orang pertama yang paling tidak diinginkan oleh kemeterian dan siapapun yang berhasil meringkusnya akan mendapatkan begitu banyak galleon.

Begitu juga hal ini memengaruhi Mr. Lovegood yang tadinya berpihak kepada Harry menjadi berpihak pada kementerian karena Luna ditangkap. Segala hal kemudian menarik Harry pada masalah, ditawan oleh Death Eater dan harus mau diringkus ke rumah keluarga Malfoy sebagai base pertahanan Voldemort, selagi Vodemort mencari tongkat paling sakti untuk mengalahkan Potter yang berulangkali berhasil mengalahkannya.

Pengaruh Dobby dan Kreacher si peri rumah dan salah satu Goblin Gringgots menjadi begitu menakjubkan. Dobby menyelamatkan para tawanan dari rumah Malfoy meski harus berakhir dengan kematiannya karena tertusuk oleh pisau Bellatrix. Goblin yang menyebalkan karena memberikan kekacauan pada penyamaran Harry, Ron dan Hermione dalam usaha mencuri salah satu horcrux yang disimpan di lemari besi Ginggrots. Beruntungnya mereka berhasil menyelamatkan diri dengan menunggangi naga setengah buta yang terjebak di dasar Ginggrots.

Lalu pencarian mereka berakhir di Hogwarts di mana salah satu horcrux Voldemort berada. Meski tidak mudah, jalan mereka hampir ditekan oleh para Death Eater, beruntungnya Ada Abeforth yang memuluskan jalan mereka serta Dumbledores Army yang membantu.

Sekali lagi Snape menjadi pengecut ketika dilawan oleh empat kepala asrama Hogwarts dan melarikan diri, persis seorang pengecut.

Akhirnya Harry berhasil menemukan horcrux kelima dan para guru, siswa dan penyihir lain terlibat baku hantam di Hogwarts. Harry sedikit gentar namun dengan tekad yang matang dia berhasil mengalahkan Voldemort setelah melihat ingatan Snape dalam Pensieve dan mengetahui kenyataan yang sebenarnya tentang professor yang dibencinya semenjak duduk di Hogwarts itu.

Snape mencintai Lily Evans dan menyesal karena membocorkan ramalan Trelawney yang membuat Lily dan James tewas. Snape berbalik menjadi sekutu Dumbledore dan berjanji untuk melindungi Harry meskipun ia harus mendapat kesan buruk karena menjadi mata-mata yang meyakinkan bagi Voldemort.

Arh, saya suka dengan happy ending. Para Death Eater mati—terutama di Bellatrix yang dimantrai oleh Mrs. Weasley. I love Mrs. Weasley! Dan Voldemort pun demikian. Sayang Lupin dan Tonk ikut tewas, begitu juga dengan Fred. Yeah, ada yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan seperti ini.

Apa yang terjadi di menjelang akhir, ketika Voldemort dan para sekutunya diserang dari berbagai arah, cukup menakjubkan. Para centaurus dan peri rumah yang dimotori oleh Kracher ikut berperang. Dan tentang keluarga Malfoy, saya masih bingung kenapa mereka tidak ikut dibinasakan. Yeah, meskipun tongkat si Draco Malfoy cukup membantu. Dan hey, Neville Longbottom melenyapkan horcrux keenam! Dia yang dulu menjadi sekadar pengikut!

Saya lega akhirnya Harry menikah dengan Ginny, serta Hermione dengan Ron. Meski tanda tanya besar masih tergantung seperti bagaimana keadaan keluarga Vernon—oh, mereka yang menjadi lunak saat berpisah dengan Harry, juga seberapa bahagianya sekarang keluarga Weasley.

Saya menantikan buku terbaru Harry Potter and The Cursed Child dan berharap mendapat banyak jawaban di sana.

Ps: menjadikan novel serial Harry Potter sebagai novel serial favorit bukan sesuatu yang perlu dipikirkan dua kali. Saya suka Harry Potter.


Post a Comment

0 Comments