#15 | Love at School - Guntur Alam, dkk

Love at School
Penulis: Guntur Alam,
Anggun Prameswari, Faisal Oddang, dkk
Penerbit: Elex Media Computindo
Cetakan: 26 Januari 2015
ISBN: 9786020256924
"Ia selalu ada.. Rasakan kehadirannya.."

Pernahkah kamu bertanya, mengapa senyuman yang selalu dia perlihatkan ketika melintasi kelasmu setiap pagi membuat jantungmu memompa darah lebih cepat?

Pernahkah kamu bertanya, mengapa obrolan tak serius di perpustakaan dengan dia menjadi pemicu mimpi indahmu di malam hari?

Atau, mengapa cemburu yang muncul setelah melihat dia berjalan ke kantin dengan yang lain membuat harimu terasa berantakan di sekolah?

Jangan menduga-duga jawaban. Mungkin itu cinta.

Sama seperti enam belas kisah yang ditulis oleh Guntur Alam, Anggun Prameswari, Faisal Oddang, Pretty Angelia, Ria Destriana, Fakhrisina Amalia Rovieq, Afgian Muntaha, Pipit Indah Mentari, Mel Puspita, Fitriyah, Karina Indah Pertiwi, Afin Yulia. Ruth Ismayati Munthe, juga Dilbar Dilara.

Mereka merasakan kehadirannya. Tak pernah absen.

Cinta itu selalu ada... di sekolah.
"Sylvana bilang, cinta itu kayak potongan-potongan puzzle, nggak bisa menyatu kalau nggak ketemu kepingan yang pas. Tapi aku nggak setuju."

Baca antologi cerpen ini berasa flashback kembali ke masa-masa SMA. Beberapa tulisannya teens sekali dan berasa sedang membaca buku hariannya anak SMA yang baru puber. Beberapa tulisan lainnya cantik dan bikin baper. Hiya..

Buku antologi ini berisi enam belas cerpen yang ditulis secara keroyokan, yaitu:

  • Katanya sih Ini Cinta karya Dilbar Dilara
  • Cinta Sulit si Jangkung karya Afin Yulia
  • Waktu Hujan Reda karya Ria Destriana
  • Puzzle karya Fakhrisina Amalia Rovieq
  • Jam Tangan untuk Nanda karya Agfian Muntaha
  • Unnamed Love karya Pipit Indah Mentari
  • Detention karya Mel Puspita
  • Jangan Pernah Salahkan Waktu karya Fitriyah
  • Love Code karya Karina Indah Pertiwi
  • Hanya dengan Foto karya Pretty Angelia
  • Library We Meet karya Ruth Ismayati Munthe
  • Dongeng Bunga Matahari karya Anggun Prameswari
  • Pangeran Cinta di Bus Kota karya Guntur Alam
  • Warna Keberuntungan Maura karya Guntur Alam
  • Cerita Tentang Hujan karya Guntur Alam
  • Surat Malala karya Faisal Oddang

Dari enam belas cerpen tersebut, hanya ada beberapa cerpen yang sesuai dengan selera saya, tidak berarti yang lainnya buruk. Tiga di antaranya adalah Surat Malala karya Faisal Oddang, Waktu Hujan Reda karya Ria Destriana, dan Love Code karya Karina Indah Pertiwi.

Surat Malala karya Faisal Oddang yang disimpan di akhir antologi ini keren sekali. Saya suka dengan narasi puirisnya yang bikin baper. Ada juga potongan-potongan puisi yang disisipkan dan siapa yang meragukan kemampuan menulis puisi Faisal Oddang?

Waktu Hujan Reda karya Ria Destrian memang tidak begitu dipenuhi dengan narasi sepuitis Surat Malala, tapi cerpen ini alurnya manis sekali. Dengan menangkat permaian truth or dare antara empat pengurus OSIS yang ternyata saling memendam perasaan cinta. Endingnya manis.

Jika pada cerpen Love Code karya Karina Indah Pertiwi ini, saya suka dengan ide mengirim surat untuk orang yang disukai dan teka-teki di dalamnya. Lalu berpikir, mungkin jika ide ini direalisasikan di SMA saya dulu, saya pasti bakal kirim banyak-banyak buat gebetan saya. Hiyaa.

Selain ketiga cerpen di atas, saya juga suka cerpennya Guntur Alam, Anggun dan Fakhrisina. Beberapa yang lain memang cukup teens karena sepertinya antologi ini memang dikhususkan untuk pembaca remaja. Sementara itu, saya sudah tidak remaja lagi. Haha.

Tapi worth kok baca antologi ini, buat kalian yang masih remaja atau ingin mengenang kembali masa-masa remaja.

Post a Comment

0 Comments