#13 | Harry Potter and The Goblet of Fire - JK. Rowling

Harry Potter and The Goblet of Fire
(Harry Potter dan Piala Api)
Penulis: JK. Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 896 hal, 20 cm
Cetakan: Oktober 2001
ISBN: 979 - 655 - 854 - 8
TAHUN ini akan berlangsung Piala Dunia Quidditch. Harry ingin sekali menontonnya, tetapi akankah keluarga Dursley menginzinkannya? Tahun ini Hogwarts juga akan menjadi tuan rumah turnamen sihir yang sudah lebih dari seratus tahun tak pernah diadakan. Tahun ini, Harry yang beranjak remaja, juga mulai naksir cewek. Siapakah cewek beruntung yang kejatuhan cinta penyihir dan Seeker beken ini? Tapi tak semua yang dialami Harry peristiwa hura-hura. Karena mendadak bekas luka di keningnya terasa sakit sekali. Dan di langit malam, muncul Tanda Kegelapan, tanda yang menyatakan bangkitnya Lord Voldemort. Dan itu baru permulaan.

Wujud Lord Voldemort akan kembali sempurna bila dia berhasil mendapatkan darah musuh besarnya, Harry Potter. Dan dengan bantuan abdinya yang setia, Lord Voldemort menculik Harry.

Akhirnya, untuk pertama kalinya selama tiga belas tahun. Harry berhadapan langsung dengan musuh besarya. Dan tak terhindarkan lagi, keduanya berduel...
“It matters not what someone is born, but what they grow to be.”

Yeah, sesuai prediksi. Dilihat dari ketebalan novelnya yang hampir mencapai angka 900 halaman, banyak sekali alur penting yang tersaji. Bingung mau nulis apa sebenarnya, tapi sejauh ini, Harry Potter and The Goblet of Fire adalah serial Harry Potter favorit saya. Alurnya gila mantap dan rapi sekali, apa yang ditulis secara kronologis dari awal sampai akhir memiliki hubungan kausalitas yang kece tapi penuh dengan teka-teki. Kali ini saya hampir selalu salah menebak, misalnya siapa anak buah Voldemort yang sedang berada di Hogwarts dan hendak mencelakakan Harry. Plot twist-nya pun as usual.

... meskipun sedikit kecewa karena Mad-eye Moody yang saya kagumi ternyata bukan Mad-eye Moody yang sebenarnya. Asem,

Di seri ini, cerita diawali seperti biasa dari liburan akhir tahun pelajaran Harry di keluarga Dursley. Cara Mr. Wealey menjemput Harry sungguh kocak sekali. Lalu alur berarak menuju piala dunia Quidditch yang seru, menjengkelkan dan penuh kode untuk alur selanjutnya.

Cerita Harry Potter berlanjut ke Hogwarts dengan turnamenr Triwizard yang sudah begitu lama tidak dilaksanakan. Turnamen Triwizard adalah turnamen sihir antara tiga sekolah sihir di Eropa, yaitu; Hogwarts, Durmstrang dan Beauxbatons. Alur yang sudah penuh dengan teka-teki ditambah dengan teka-teki yang harus Harry selesaikan dari turnamen ini.

Dan yang menjadi klimaks adalah kelahiran kembali Lord Voldemort, meskipun pada pertemuan Voldemort dengan Harry di akhir seri ini masih tetap dimenangkan Harry. Sebab Harry masih bisa melarikan diri dengan selamat. Tapi Cedric Diggory harus meninggal dan ini adalah letusan yang cukup untuk segera menyiapkan diri menghadapi kebangkitan si-hidung-pesek-voldemort.

Oke, di seri ini si peri rumah Dobby tidak lagi menjengkelkan, gantian dengan Winky si peri rumahnya Mr. Crouch yang sebelas dua belas dengan si Rita Skeeter. Menyenangkan ketika si Rita Skeeter ini akhirnya berhasil ditangkap oleh Hermione dalam bentuk animagusnya, kumbang jelek. Rasanya sama menyenangkannya dengan mengetahui bahwa keluarga Malfoy adalah pengikut Voldemort. Tidak sabar melihat keluarga Malfoy runtuh. Haha

Dan alur berhenti di saat Harry mulai liburan kembali di rumah keluarga muggle Dursley. Oh, pengen cepet-cepet baca seri kelima. Semoga minggu depan bisa sudah memegang novelnya.

Post a Comment

0 Comments