#9 | A Week Long Journey - Altami N.D.

A Week Long Journey
Penulis: Altami N.D.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 256 hal, 29 cm
Cetakan: 2015
ISBN: 978-602-03-1299-6
Lina Budiawan baru saja lulus SMA dan dihadapkan pada kenyataan bahwa dia harus masuk ke fakultas yang tidak sesuai dengan minatnya karena orangtuanya menganggap jurusan itu memiliki masa depan yang cerah dibandingkan passion-nya, menulis.

Namun, Lina tetap tidak rela melepaskan genggaman pada mimpinya. Ketika dia dikelilingi orang-orang yang terus- menerus bicara mengenai bidang yang tidak sedikit pun Lina minati, justru semakin erat dia mencengkeram obsesi menulisnya. Meski harus mengesampingkan keluarganya.

Hingga liburan selama seminggu di Hong Kong menguak semua rahasia dan cerita lama yang tidak pernah Lina ketahui tentang sejarah keluarganya. Lina pun harus berpikir ulang. Menjadi idealis atau realistis?
Semua orang memang menungguku berbuat kesalahan. Abadikan saja, siapa tahu bisa menjadi sesuatu yang bisa diceritakan. Katakan saja bahwa mengejar impian dan pasiion di bidang yang sama sekali berbeda dengan keluargamu itu salah satu perjuangan yang bodoh dan sia-sia. Tapi akan aku buktikan kalau itu salah.

Another good book yang saya baca bulan ini. Saya suka A Week Long Journey meskipun pada awalnya tidak ingin berekspektasi terlalu jauh ketika melihat kavernya yang bisa dibilang cukup sederhana. Istilah dont judge a book by it's cover sangat tepat untuk buku ini. 

Follow your dream, they will find their way.

Baru melewati masa-masa galau yang Lina rasakan tentang passion dan keinginan orang tuanya yang berbenturan, sedikit banyak saya merasa sejalan dengan alur cerita novel ini. Anyway, saya merasa menjadi Lina yang gamang sebab dulu pun saya sempat dijuruskan untuk memilih fakultas peternakan IPB sementara saya begitu ingin mendalami bahasa. Bedanya, ternyata Tuhan lebih menginginkan saya untuk duduk di kelas bahasa.

Mimpi itu sederhana, yang rumit itu manusianya.

Saya suku karakter Lina Budiawan, yang berbeda dari kebanyakan karakter perempuan yang sering saya temukan di novel, Lina adalah karakter perempuan yang tegar, keras kepala dengan mimpinya dan tidak menye-menye ketika dibenturkan dengan tokoh antagonis. But in other way, dia bisa menjadi begitu manis dan ngegemesin. Seperti Katrina dalam All You Need Is Love yang juga bikin saya pengen meluk. #eeh

Alur AWLJ ini juga bagi saya rapi, enak sekali dibaca dan tidak bikin saya bingung. Semua karakternya, pada akhirnya menjadi begitu loveable, termasuk dua tokoh antagonis yang pada awalnya minta dijitak. Dan ya, meskipun beberapa kali penulisnya mendeskripsikan Chen Zhang, karakter hero dalam novel ini, memiliki fitur wajah yang menyerupai Daniel Manantra tapi entah kenapa selama membaca novel ini, malah wajah Morgan Oey yang kerap kali muncul di dalam benak saya. Hahaha.

Mengapa kita harus memilih untuk diam, meratapi nasib, tanpa berbuat apa pun, padahal kita bisa bergerak, melakukan sesuatu dan kembali berlari

Saya tidak begitu tahu apa latar belakang pendidikan penulisnya, tapi penguasaannya terhadap dunia peternakan cukup meyakinkan. Sehingga hal-hal mengenai dunia peternakan entah itu yang terselip dalam narasi atau pun dalam dialog rasanya tidak seperti tempelan. Juga mengenai deskripsi latar tempat yang dipakai, cukup bikin saya semakin ingin melihatnya secara langsung.

Kalau aku sampai nggak memedulikan orang-orang yang sudah sayang dan memedulikan aku, hanya demi mewujudkan mimpiku sendiri, aku akan merayakan keberhasilanku di puncak dengan siapa nanti? Kayaknya bukan ini yang disebut mimpi. Ya kan?

Poin minus novel ini bagi saya terletak pada bagian awal yang terasa cukup lambat dan membosankan, tapi lepas dari bab 1 novel ini bikin mata saya nggak bisa berhenti baca sampai akhir. Lalu typo everywhere. Tidak terlalu banyak juga sih sebenarnya, tapi beberapa typo menurut saya cukup parah, contohnya pada halaman 221.

Selebihnya, novel ini merangkum hampir semua hal yang saya suka. China, etnis tionghoa, passion menjadi novelis, idealitas yang terbentur dengan realitas, karakter yang loveable, berisi dan... ah, semuanya saya suka. :))

Post a Comment

0 Comments