#8 | Harry Potter and The Chamber Of Secrets - JK Rowling

Harry Potter and The Chamber of Secrets
(Harry Potter dan Kamar Rahasia)
Penulis: JK. Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 432 hal; 20 cm
Cetakan: Desember 2000
ISBN: 979 - 655 - 852 -1
HARRY POTTER sudah tidak tahan lagi melewati liburan musim panas bersama keluarga Dursley yang menyebalkan, dan dia ingin sekali bisa segera kembali ke Sekolah Sihir Hogwarts. Tetapi tiba-tiba muncul makhluk aneh benama Dobby, yang melarangnya kembali ke sana. Malapetaka akan menimpa Harry kalau dia berani kembali ke Hogwarts.

Dan malapetaka betul-betul terjadi. Karena pada tahun keduanya di Hogwarts muncul siksaan dan penderitaan baru, dalam wujud guru baru sok bernama Gilderoy Lockhart, hantu bernama Myrtle Merana yang menghantui toilet anak perempuan, dan perhatian tak diinginkan dari adik Ron Weasley Ginny.

Tetapi semua itu cuma gangguan kecil dibandingkan dengan bencana besar yang kemudian melanda sekolah: Ada yang mengubah murid-murid Hogwarts menjadi batu. Mungkinkah pelakunya Draco Malfoy yang jahat, pesaing utama Harry? Mungkinkah dia Hagrid, yang riwayat masa lalunya akhirnya terbongkat? Atau, mungkinkah pelakunya anak yang paling dicurigai semua orang di Hogwarts... yakni Harry Potter sendiri???
“You will also find that help will always be given at Hogwarts to those who ask for it.” 

Menyambung cerita Harry Potter di seri yang pertama, Harry Potter and The Chamber of Secrets berkisah tentang tahun kedua Harry Potter di sekolah sihir Hogwarts. Seperti biasa, cerita diawali dengan masa liburan Harry di rumah si keluarga-muggle-bodoh-Dursley yang tidak menyenangkan. Plus hari ulang tahunnya yang buruk dan kedatangan si peri rumah Dobby yang menjengkelkan.

Banyak teka-teki yang membuat saya penasaran ketika Harry mulai masuk ke dunia sihir Hogwarts, karena saya sudah cukup lupa dengan alur yang saya tonton dari filmnya. Termasuk bisikan-bisikan yang Harry dengar dan kemana arah peringatan Dobby yang menyatakan bahwa Hogwarts tidak menjadi tempat yang aman untuk seorang Harry Potter.

Kedatangan guru Pertahanan Ilmu Hitam yang baru, Prof. Gilderoy Lockheart yang meskipun dideskripsikan begitu tampan tapi menjadi nomor dua sebagai makhluk yang paling menjengkelkan setelah si peri rumah Dobby. Prof. yang satu ini sok sekali dengan pencapaian-pencapaian yang ia pamerkan di dalam buku-bukunya. Makhluk yang paling menjengkelkan ketiga adalah siswa baru asrama Gryfindor bernama Collin Creeves yang sering sekali menenteng-nenteng kamera untuk mengambil potret Harry Potter.

Lalu berubahnya si Collin, Hermione dan beberapa orang lain menjadi batu menambah teka-teki menjadi rumit. Apalagi setelah para guru tidak kunjung menemukan sang tersangka. Suasana sekolah menjadi mencekam.

Beruntungnya dalam seri ini, nama Hagrid dibersihkan dari kesalahan fatal yang membuatnya dikeluarkan oleh Dumbledore dari Hogwarts, disebutkan pada seri pertama.

Selanjutnya, banyak hal mengejutkan di bagian menuju akhir dari seri ini, termasuk ketika satu persatu teka-teki mulai terpecahkan. Kamu harus membacanya sendiri jika ingin tahu, termasuk tentang Prof Gilderoy Lockheart yang ternyata seorang pembual ulung. Yang pasti, yang membuat saya hampir tidak bisa berkata apa-apa adalah keikutsertaan Ginny Weasley dalam proses kembali berkuasanya Lord-hidung-pesek-Voldemort. Ups!

Sekarang, saya sedang ingin cepat-cepat menamatkan seri ini.


Post a Comment

0 Comments