#5 | Rainy's Days - Fita Chakra

Rainy's Days
Penulis: Fita Charka
Penerbit: Ice Cube
Tebal: vii+227 hal, 13x19 cm
Cetakan: Januari 2014
ISBN: 978-979-91-0652-0
"Hujan itu tak berarti sedih, Rainy," kata lelaki itu.

"Meski hujan selalu datang di saat-saat buruk?" tanyanya seperti bocah yang menuntut penjelasan.

Rainy percaya kalau hujan dan dirinya tidak pernah akur. Momen-momen terburuknya selalu dihiasi oleh rintik-rintik air hujan yang seolah berpesta merayakan kesedihannya. Bertolak belakang dengan Kian yang selalu bersyukur akan datangnya hujan. Bunga-bunga di kebunnya seakan menyambut limpahan air dari langit itu dengan sukacita. Mereka bertemu, bertengkar, lalu berteman. Namun, karena luka masing-masing mereka memutuskan untuk menyimpan rasa cinta yang mulai tumbuh. Sampai suatu hari… ketika cinta itu terungkap tanpa kata, salah seorang dari mereka pun terdiam tanpa tahu kapan akan bersuara lagi.
Aku berpikir, mengapa saat-saat terindah di dunia seringkali berlalu begitu cepat. Apakah karena kita terlalu menginginkannya, sehingga seberapa pun waktu yang ada takkan pernah membuat kita puas?
Mungkin.

Ini novel seri bluestroberi ke lima yang saya baca. Sebelumnya, saya lebih dulu menamatkan Almost Ten Years Ago, Fuurin, Someone to Remember, dan Apple Wish pada dua tahun lalu. Karena novel ini merupakan bagian dari sebuah serial dan menyandang tajuk juara pertama, mau tidak mau membuat saya secara otomatis membandingkan novel ini dengan novel-novel lainnya. Sejauh ini, bagi saya pribadi, Almost Ten Years Ago adalah novel terfavorit dari serial bluestroberi.

Sebenarnya dalam pandangan pribadi saya, konflik yang coba diusung dalam novel ini cukup menarik; pasangan yang sedikit psiko, gangguan psikologis tokoh utamanya dan orang ketiga baik hati yang terpaksa harus 'dibunuh'. Tapi eksekusinya kurang matang, sedikit lagi. Padahal penyajiannya sudah menarik, I mean... look at this beautiful cover and layout. Hal ini berimbas pada tidak mampunya saya mendapatkan chemistry dari tiap tokoh-tokohnya, semoga hanya saya saja.

Mereka adalah Rainy, Ben dan Kian. Tiga orang remaja yang terjebak pada kisah cinta yang memilukan. Ya, masih ingat, kan, kalo ini seri bluestroberi? Jadi, jangan berharap ending yang happy.

Novel ini juga sedikit menyinggung kehidupan keluarga tokoh utamanya, sedikit dan menjadi tanggung padahal bisa menjadi background yang kuat untuk hubungan Ben dan Rainy yang ganjil.

"Papa, warisan yang paling berharga dari orang tua buat anaknya hanyalah kasih sayang."
Celah lainnya yang saya rasa kurang optimal adalah penggunaan kalimat tunggal yang terlalu dominan. Hal ini membuat napas saya banyak terpenggal ketika membaca narasinya, dan itu cukup melelahkan. Lalu masalah kesalahan ketik. Yah, semua buku tampaknya tidak ada yang bersih dari dosa yang satu itu. Selebihnya, semoga cuma saya yang merasa tidak terlalu terpuaskan dengan novel ini. Lagi-lagi masalah selera.

"Jangan takut, kamu akan baik-baik saja. Ketakutan itu berasal dari dirimu sendiri."
Tapi seperti yang telah saya singgung sebelumnya, gangguan psikologis tokoh utamanya akan membuat novel ini lebih menarik lagi jika digali lebih dalam. Tentang kenapa dia begitu plin-plan, bisa merindukan si Kasar Ben pada suatu waktu tapi berubah jadi merasa Ben begitu menjijikan pada waktu yang lain. Tentang kenapa dia susah makan dan seringkali memuntahkan makanan yang ditelannya.

Ya, tebakan kamu tepat! Rainy menderita bullimia. Kamu dapet SPOILER gratis! Haha.

Dan tentang Kian yang jago bela diri, kenapa langsung keok ketika dihajar sama Ben? Bagian ini membuat saya berpikir kalau Kian sebenarnya lelaki yang besar mulut dan cuma suka bunga. Sebelas dua belas dengan Ben yang saya rasa motif keinginannya untuk memiliki Rainy kurang jelas.

Well, semoga kamu penasaran dengan novel ini dan bisa membuktikan kalau ketidakpuasan saya terhadap novel ini sedikit keliru. Kamu juga bisa menjadikan novel ini sebagai bacaan ringan di waktu luang kamu.

Selamat menikmati!

Post a Comment

0 Comments