Love Sparks In Korea - Asma Nadia



Love Sparks in Korea
oleh Asma Nadia
Editor: Isa Alamsyah
diterbitkan oleh Asma Nadia Publishing House
ISBN: 987-602-9055-39-9
viii+978 hlm; 20.5 x 14 cm

=====

'Kamu mencuri mimpi-mimpiku dan aku suka."

"If you're happy, then it's twice. If you're sad, then it's half"

====


Tahun ini bukan tahunnya saya. Banyak sekali rencana yang keteteran. Dimulai dari draft novel yang terbengkalai sampai jadwal baca yang berantakan. 2015 adalah tahun terburuk untuk dua hal itu. Saya tidak ingin menyalahkan program KKN di pertengahan tahun yang cukup menguras budget dan waktu, pun akhir tahun ini dengan banyaknya tugas khas mahasiswa tingkat akhir.

Tapi bersyukurlah, saya sempat membeli empat novel baru akhir tahun ini. Salah satu yang menjadi favorit saya adalah buku Jilbab Traveler, Love Sparks in Korea tulisan Asma Nadia. Meski ada tedeng-tedeng jilbab traveler dan novel ini menjadi terlalu berkesan feminin tapi saya membelinya juga karena penasaran.

Pertama, bilang saja novel ini semacam adiknya novel Assalamualaikum Beijing! yang sama-sama membuat saya tertarik.

Dua, novel ini akan segera difilmkan dan, kenapa tidak membaca novelnya terlebih dahulu sebelum menonton filmnya?

Saya suka tulisan-tulisan Asma Nadia, dari sejak saya duduk di kelas satu sekolah dasar. Serius. Waktu itu saya membaca beberapa cerpennya di majalah Annida. Saya juga sempat membaca novel Pesantren Impian dan Aisyah Putri versi lawas milik kakak saya. Semenjak itu, saya mulai menjadi pengagum Asma Nadia -plus, Helvy Tiana Rosa.

Novel Love Sparks In Korea berkisah tentang si jilbab traveler, Rania, yang tiga puluh persen kehidupan Rania merupakan true story Asma Nadia. Anyway kalau kamu belum tahu, nama lahir Asma Nadia adalah Asmarani Rosalba. which is... Asma menjadi tokoh utama di novel Assalamualaikum Beijing dan Rania di dalam novel ini. Keren.

Rania adalah seorang penulis terkenal -bayangkan saja Asma Nadia- yang berprestasi dan sangat senang sekali terbang. Dijodohkan oleh takdir bersama seorang lelaki muslim Korea bernama Hyun Geun. Kedua tokoh utama itu pertama kali bertemu di Nepal, dalam sebuah tragedi perampokan yang diderita oleh Rania. Setelah kejadian itu, takdir seolah senang sekali mempertemukan mereka di berbagai kesempatan.

Sampai pada akhirnya mereka bertemu di negara kelahiran Hyun Geun ketika Rania mengikuti sebuah acara kepenulisan. Di sinilah inti cerita terjadi. Di sinilah cinta Rania dan Hyun Geun berpendar seperti kembang api. Tentu sebelum meledak di udara, kembang api itu menemui berbagai hambatan di darat. Maka kamu akan berkenalan dengan beberapa karakter lain seperti...

Ilhan, si pengagum Rania yang takut terbang naik pesawat.
Tia dan Eron, kakak-kakak Rania yang ngocol dan heboh abis.
Jeong Hwa, perempuan cantik penguntit Hyun Geun
Alvin, sahabat Indonesia Hyun Geun yang ngaku Islam tapi sebatas KTP

dan yang paling juara adalah....

Chin Sun, si karakter penuh kejutan.

Kamu pasti akan berdecak kaget sekaligus kagum ketika mengetahui siapa Chin Sun sebenarnya.

Secara keseluruhan, novel ini sangat istimewa. Saya tidak bisa berhenti membaca setelah membuka lembar pertama, dan semacam... hey, sudah selesai? ketika membaca endingnya. Sejujurnya, saya masih ingin mengetahui kehidupan Rania dan Hyun Geun setelah mereka saling mengikat janji. Setidaknya setelah film yang diangkat dari novel ini keluar, penasaran saya tersebut tampaknya akan segera terobati.

Minim celah, tulisan Asma Nadia sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Meski seperti ada perulangan dengan karakter utama wanita yang penyakitan. Tapi saya suka, jadi mau bagaimana?

Semoga suatu hari saya bisa bertemu dengan Asma Nadia.



-Shan-

Post a Comment

0 Comments