Who Are You: School 2015

Saya sudah menjadi penggemar berat Kim So-Hyun sejak artis kelahiran tahun 1999 ini memerankan tokoh Lee Soo-Yeon kecil dalam drama I Miss You aka Bogosipda yang disiarkan saluran MBC pada tahun 2012-2013. I Miss You menjadi salah satu drama korea favorit saya, begitu juga dengan drama I Hear Your Voice aka Neoui Moksoriga Deulleo yang ditayangkan oleh saluran SBS pada tahun 2013 yang kembali dibintangi oleh Kim So-Hyun meski lagi-lagi So-Hyun berperan sebagai versi remaja dari tokoh utama dan hanya keluar di beberapa episode awal.

Lalu drama Who Are You: School 2015 menjadi drama terkini yang menjadi favorit saya karena tiga hal penting. Pertama; karena Kim So-Hyun berperan sebagai tokoh utama. Kedua; karena Kim So-Hyun berakting sangat apik. Ketiga; karena saya bisa lihat Kim So-Hyun terus di layar laptop. :v


Who Are You: School 2015 | Hooayoo- Hakgyo 2015
Hangul: 후아유- 학교 2015
Director: Baek Sang-Hoon | Writer: Kim Hyun-Jung, Kim Min-Jung
Network: KBS2 | Episodes: 16
Release Date: April 27 - June 16, 2015
Runtime: Mon & Tue 21:55 | Language: Korean | Country: South Korea


Who Are You: School 2015 bisa dibilang merupakan bagian terbaru dari series drama SCHOOL yang ditayangkan semenjak tahun 1999. School 2105 yang juga dibintangi oleh Nam Joo-Hyuk dan Yook Sung-Jae ini tidak mendapatkan rating yang cukup menggembirakan jika disesuaikan dengan data yang dikeluarkan oleh TNS Media Korea dan AGB Nielson namun mendapat respons yang sangat positif dari para penggemar drama Korea.

Alur cerita Who Are You: School 2015 ini tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya, berkisar tentang kehidupan sekolah dan berbagai masalah yang dihadapi oleh para remaja Korea seperti kasus bullying, persahabatan, keluarga, dll.

Mereka adalah Lee Eun-Bin dan Go Eun-Byul (keduanya diperankan oleh Kim So-Hyun) yang terlahir kembar identik namun terpisah pada usia 3 tahun ketika salah satunya diadposi oleh seorang perempuan Seoul.

Lee Eun-Bi tinggal di sebuah panti asuhan bernama Love House dan mengenyam pendidikan di Tongyeong, Provinsi Gyeogsang Selatan. Kehidupan sekolahnya penuh dengan masalah sebab Eun-Bi dijadikan bahan bullying oleh beberapa teman sekolahnya, namun Eun-Bi pandai menutup-nutupi hal itu dan menjadi kakak yang ceria bagi adik-adiknya di panti asuhan. Hal yang berbeda terjadi pada Go Eun-Byul yang hidup tenang dengan ibu adopsinya di Seoul. Eun-Byul adalah tipe perempuan idaman, belajar di Sekang High School, sekolah yang memiliki prestise tinggi di distrik Gangnam, Seoul. Eun-Byul memiliki dua sahabat bernama Cha Song-Joo dan Lee Shi-Jin serta memiliki hubungan yang intim dengan bintang atlet renang sekolah bernama Han Yi-An.

Kehidupan keduanya berubah pada sebuah tragedi ketika kelas 2-3 dari Sekang High School mengadakan field trip ke Tongyeong. Eun-Byul hilang lalu ditemukan tidak sadar. Namun setelah ingatannya kembali pulih, Eun-Byul sadar bahwa dirinya adalah Eun-Bi.

Cerita yang ditawarkan oleh Who Are You: School 2015 tidak hanya tentang si kembar identik Eun-Bi dan Eun-Byul namun juga kehidupan mereka yang berbeda jauh di sekolah. Bagaimana keduanya struggle mengatasi bullying yang ditembakkan oleh tokoh antagonis bernama Kim Soo-Yeong. Serta hubungan asmara mereka berdua dengan Han Yi-An dan Gong Tae-Kwang.

Kualitas drama ini tidak hanya dibuktikan dengan banyaknya penggemar tapi juga penghargaan yang diterima oleh beberapa pemainnya, seperti;

  • Kim So-Hyun mendapatkan penghargaan sebagai Star Of The Year 2015 pada tanggal 9
    Oktober 2015, dari 2015 (8th) Korean Drama Award.
  • Yook Sung-Jae dan Nam Joo-Hyuk menjadi nominasi pada pergelaran 2015 (8th) Korean Drama Award dalam kategori Best New Actor sementara Joo Soo-Hyang menjadi nominasi dalam kategori Best New Actrees.
  • Nam Joo-Hyuk mendapatkan penghargaan Best New Actor pada tanggal 28 November 2015, dari 2015 (4th) APAN Star Award.

Drama ini recomended untuk usia di atas tiga belas tahun ke atas, siapapun kamu yang memiliki ketertarikan dengan dunia sekolah beserta semua permasalahan di dalamnya, termasuk kamu yang berniat menjadi guru sekalipun, tidak ada alasan untuk tidak menonton drama ini.




-Shan-


San Andreas (2015)

Film yang bercerita tentang bencana besar selalu membuat saya tertarik, San Andreas salah satunya. Meski di imdb, film bergenre action drama ini hanya mampu mengumpulkan 6,2 dari 10 bintang. Tidak jauh berbeda dengan persentase rating di rottentomatoes dan metacritic yang hanya memberikan nilai 50 dan 43.




Directed by Brad Peyton
Distributed by Warner Bros. Pictures
Release Date May 27, 2015 (Los Angeles Premiere)
Running Time 114 minutes

===

Film ini seperti memiliki dua lapis cerita.

Adalah Raymond 'Ray' Gaines yang diperankan oleh Dwayne Johnson yang berprofesi sebagai pilot penyelamatan udara pemadam kebakaran (fire departement air rescue) yang tengah dilanda kisruh rumah tangganya bersama Emma yang diperankan oleh Carla Gugino dan rencana perjalanannya bersama si anak tunggal bernama Blake yang diperankan oleh Alexandra Daddario.




Dan dua orang seismolog bernama Lawrence Hayes yang diperankan oleh Paul Giamatti dan rekannya dr. Kim Park yang diperankan oleh Will Yun Lee. Keduanya sudah meramalkan tentang bencana besar yang akan melanda San Francisco namun tidak banyak dipercaya oleh orang.

Masalah yang terkait dengan tema besar terjadi ketika Hayes menemukan bahwa gempa-gempa kecil yang terjadi di beberapa tempat akan menyebabkan pergeseran di sepanjang lempengan San Andreas. Lempengan ini, jika terusik maka akan menimbulkan gempa sebesar 9,1 SR dan menimbulkan tsunami.

Drama dalam film ini tampak pada usaha Ray menyelamatkan satu persatu anggota keluarganya, yaitu Emma dan Blake. Ray melakukan usaha penyelamatannya dengan berbagai cara, mulai dari menggunakan helikopter sampai speedboat.

Bencana yang digambarkan sangat keren. Saya suka visualisasinya. Bagaimana gempa terjadi, kerusakan di sepanjang jalan San Francisco, tsunami, proses menyelamatkan diri Blake.

Daebak.

Saya bukan kritikus film. Saya hanya penikmat yang kadang tidak ambil pusing dengan hal lain yang menjadi kekurangan film ini. Film ini cukup keren buat saya.


[last line]

Emma : What now?
Ray : [embracing Emma] Now, we rebuild.




-shan-

Love Sparks In Korea - Asma Nadia



Love Sparks in Korea
oleh Asma Nadia
Editor: Isa Alamsyah
diterbitkan oleh Asma Nadia Publishing House
ISBN: 987-602-9055-39-9
viii+978 hlm; 20.5 x 14 cm

=====

'Kamu mencuri mimpi-mimpiku dan aku suka."

"If you're happy, then it's twice. If you're sad, then it's half"

====


Tahun ini bukan tahunnya saya. Banyak sekali rencana yang keteteran. Dimulai dari draft novel yang terbengkalai sampai jadwal baca yang berantakan. 2015 adalah tahun terburuk untuk dua hal itu. Saya tidak ingin menyalahkan program KKN di pertengahan tahun yang cukup menguras budget dan waktu, pun akhir tahun ini dengan banyaknya tugas khas mahasiswa tingkat akhir.

Tapi bersyukurlah, saya sempat membeli empat novel baru akhir tahun ini. Salah satu yang menjadi favorit saya adalah buku Jilbab Traveler, Love Sparks in Korea tulisan Asma Nadia. Meski ada tedeng-tedeng jilbab traveler dan novel ini menjadi terlalu berkesan feminin tapi saya membelinya juga karena penasaran.

Pertama, bilang saja novel ini semacam adiknya novel Assalamualaikum Beijing! yang sama-sama membuat saya tertarik.

Dua, novel ini akan segera difilmkan dan, kenapa tidak membaca novelnya terlebih dahulu sebelum menonton filmnya?

Saya suka tulisan-tulisan Asma Nadia, dari sejak saya duduk di kelas satu sekolah dasar. Serius. Waktu itu saya membaca beberapa cerpennya di majalah Annida. Saya juga sempat membaca novel Pesantren Impian dan Aisyah Putri versi lawas milik kakak saya. Semenjak itu, saya mulai menjadi pengagum Asma Nadia -plus, Helvy Tiana Rosa.

Novel Love Sparks In Korea berkisah tentang si jilbab traveler, Rania, yang tiga puluh persen kehidupan Rania merupakan true story Asma Nadia. Anyway kalau kamu belum tahu, nama lahir Asma Nadia adalah Asmarani Rosalba. which is... Asma menjadi tokoh utama di novel Assalamualaikum Beijing dan Rania di dalam novel ini. Keren.

Rania adalah seorang penulis terkenal -bayangkan saja Asma Nadia- yang berprestasi dan sangat senang sekali terbang. Dijodohkan oleh takdir bersama seorang lelaki muslim Korea bernama Hyun Geun. Kedua tokoh utama itu pertama kali bertemu di Nepal, dalam sebuah tragedi perampokan yang diderita oleh Rania. Setelah kejadian itu, takdir seolah senang sekali mempertemukan mereka di berbagai kesempatan.

Sampai pada akhirnya mereka bertemu di negara kelahiran Hyun Geun ketika Rania mengikuti sebuah acara kepenulisan. Di sinilah inti cerita terjadi. Di sinilah cinta Rania dan Hyun Geun berpendar seperti kembang api. Tentu sebelum meledak di udara, kembang api itu menemui berbagai hambatan di darat. Maka kamu akan berkenalan dengan beberapa karakter lain seperti...

Ilhan, si pengagum Rania yang takut terbang naik pesawat.
Tia dan Eron, kakak-kakak Rania yang ngocol dan heboh abis.
Jeong Hwa, perempuan cantik penguntit Hyun Geun
Alvin, sahabat Indonesia Hyun Geun yang ngaku Islam tapi sebatas KTP

dan yang paling juara adalah....

Chin Sun, si karakter penuh kejutan.

Kamu pasti akan berdecak kaget sekaligus kagum ketika mengetahui siapa Chin Sun sebenarnya.

Secara keseluruhan, novel ini sangat istimewa. Saya tidak bisa berhenti membaca setelah membuka lembar pertama, dan semacam... hey, sudah selesai? ketika membaca endingnya. Sejujurnya, saya masih ingin mengetahui kehidupan Rania dan Hyun Geun setelah mereka saling mengikat janji. Setidaknya setelah film yang diangkat dari novel ini keluar, penasaran saya tersebut tampaknya akan segera terobati.

Minim celah, tulisan Asma Nadia sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Meski seperti ada perulangan dengan karakter utama wanita yang penyakitan. Tapi saya suka, jadi mau bagaimana?

Semoga suatu hari saya bisa bertemu dengan Asma Nadia.



-Shan-

Kala Ini (Semacam Ucapan Selamat Datang Kembali)

blog baru


So, rasanya sudah lama sekali tidak mengisi blog ini dengan postingan. April, Mei, ... November. Wah, hampir delapan bulan. Sebenarnya sudah lama ingin kembali mengisi blog ini dengan postingan apapun tapi kesibukan akademik dan rasa malas yang akhir-akhir ini mendera seperti membuat saya semakin jauh dengan keinginan tersebut. Padahal setiap hari nongkrong di depan laptop dan penuh dengan koneksi internet.

Dan kejadian tadi pagi menghapus rasa malas itu. Saya yang sedang selancaran tidak jelas di facebook menemukan blog teman yang masih dirawat meski kami sama-sama sedang disibukkan dengan hal yang sama dan pemikirian semacam, hey, dia aja masih bisa nulis di blog dan lo nggak bisa? menggerakkan hari saya untuk login.

Sebenarnya ini bukan blog lama yang awal tahun ini saya isi dengan berbagai macam postingan. Entahlah, saya tipe orang yang mudah bosan dengan sesuatu. Seringkali saya merasa perlu untuk mengulang proses -membuat blog, memilih template yang sreg dan mengutak-atik html- tapi di sisi lain itu malah membuat blog saya tidak 'tumbuh' dengan cepat. Tapi, yasudahlah ya... Haha

Ini blog baru, saya buat beberapa minggu yang lalu namun beberapa postingan merupakan tulisan-tulisan yang saya impor dari blog lama.

Alhamdulillahnya, ketika tadi asyik mencari template di btemplates.com saya langung jatuh cinta dengan template yang sedang saya gunakan ini. Placingnya rapih dan warnanya kalem.

Sebenarnya, ngeblog di minggu-minggu ini adalah dosa -dosa yang nikmat- sebab masih banyak pekerjaan rumah yang harus saya selesaikan, terutama PROPOSAL SKRIPSI yang harus saya bereskan sesegera mungkin.

Dulu saya sempat berpikir, apa sih susahnya bikin proposal skripsi atau skripsi? Berasa lebai liat kakak tingkat seperti kebakaran jenggot setiap berbicara tentang dua subjek tersebut. Sekarang ketika saya berada di posisi mereka, saya mulai merasa bahwa bersikap seperti mereka itu tidak berlebihan. Membuat proposal skripsi maupun skripsi sendiri tampaknya bukan hal yang mudah, ah memang tidak mudah.

Skripsi seperti buah tangan dari empat tahun menuntut ilmu di universitas. Jadi, jika skripsinya nol besar sama dengan lo-belajar-apa-aja-selama-empat-tahun-kuliah-kemarin? 

JEDER!

Semester tujuh memang bebannya warbiasyak.

Eh, selain perihal skripsi, jodoh juga pembahasan yang telak bagi saya.

Jangan tanya kenapa.

mumpung lagi semangat post tulisan di blog, saya juga berniat berbagi cerita tentang masa-masa KKN dan pengalaman mengikuti seminar LAMAS V beberapa bulan lalu.


Selamat siang! Dont forget to take a lunch! ^^



-shan-