Demikian Rindu yang Tabu




I

adalah sisa-sisa hujan yang
tersesat dari tubuh sungai menuju
garis-garis akar belukar yang langu,
memimpikan kuncup bunga yang akrab dengan madu.

padahal ia jatuh bukan tanpa sebab
selain untuk mencari tempat berlabuh
selain tanah dan tubuh sungai yang angkuh
selain laut yang meminangnya dalam larut.

tapi ia terlalu bebal bahkan untuk mengeja
kenyataan dan keadaan dan kesetaraan
bahwa layuh dirinya tak sepadan dengan singgasana
dalam mekar kelopak bunga.

tapi ia terus menunggu Tuhan mengutusnya
terpanggang menjadi uap dan sekarat dalam beku
menjadi hitam mendung yang ditunggu-tunggu
padahal tak tentu ia jatuh jua pada kuncup bunga
atau terberai di atas tanah
dan pecah menjadi
luka dan
saru.


Pada rindu yang bersisian dengan ragu
20 Juli 2014


Post a Comment

0 Comments