Resensi: Cowok di Seberang Jendela



Judul buku  : Cowok di Seberang Jendela
Pengarang  : Jonru
Editor        : Tim Editor Lingkar Pena
Penerbit     : Lingkar Pena Publishing House
Cetakan     : pertama, Mei 2005
Tebal buku : vi + 160 hal
Harga        : 18.000,-


Jonru adalah nama yang sudah tidak asing lagi di dunia kepenulisan Indonesia. Sejak kecil lelaki yang lahir di Kabanjahe, Sumatera Utara pada tanggal 7 Desember 1970 ini telah aktif menulis, salah satu karyanya saat itu adalah sebuah cerpen dan puisi yang dimuat di harian Sinar Indonesia Baru (Medan) dan Sinar Pagi(Jakarta). Namun baru pada tahun 1990 Jonru mulai serius menekuni bidang tulis menulis ini. Tahun 1993, sebuah puisi berbahasa Inggrisnya dimuat di majalah Hello(semarang). Mulai dari itu, cerpen-cerpennya mulai ikut meramaikan berbagai majalah remaja seperti majalah Anita Cemerlang, Aneka Ria dan Ceria Remaja. Salah satu prestasinya dalam dunia kepenulisan adalah menjuarai lomba cipta cerpen remaja yang diselenggarakan oleh majalah Anita Cemerlangpada tahun 1994.


Buku kumpulan cerpen ‘Cowok di Seberang Jalan’ merupakan sebagian dari begitu banyak karya Jonru yang berhasil dicetak dan dipasarkan. Buku ini berisi sebelas cerpen dan beberapa cerpen di antaranya merupakan cerpen-cerpen Jonru yang pernah dimuat di beberapa majalah remaja seperti Anita Cemerlang, Aneka Ria dan Ceria Remaja.
Satu cerpen yang menjadi pembuka dalam buku kumpulan cerpen ini berjudul kiat istimewa. Cerpen yang juga pernah dimuat di majalah Anita Cemerlang ini berkisah tentang seorang gadis bernama Leni. Leni menghadapi masalah yang sukup sulit untuk seorang remaja. Berusaha melupakan seseorang yang pernah menjadi kekasih hatinya.

Lelaki itu bernama Roy.

Mereka memang sudah putus tetapi rasanya bayang-bayang wajah Roy tak bias lepas dari benak Leni. Oleh karena itulah, Leni meminta kiat-kiat dari Rin –sahabatnya- untuk bisa melupakan Roy. Ada begitu banyak kiat-kiat ampuh melupakan cowok yang Rin tawarkan. Dimulai dari jangan pernah mengingat kenangan manis mereka, mencoba mensugesti dalam hati bahwa lelaki itu adalah lelaki terburuk yang tak perlu diingat sampai mencari tumbal alias lelaki baru tapi tak ada satupun dari kiat Rin yang berhasil dilakukan oleh Leni. Setiap ia melakukan kiat dari Rin setiap itu pula selalu ada masalah baru yang menghampiri.

Akhirnya, Leni bertemu dengan sebuah kiat yang sangat istimewa. Kiat istimewa itu berasal dari seorang temannya yang lain bernama Sinta. Sinta berkata bahwa satu-satunya cara untuk bisa melupakan mantan pacar adalah dengan mencari tumbal baru. Namuan tumbal ini bukan sembarangan tumbal. Tumbal itu adalah Allah. Dengan mendekatkan diri pada Allah dan mencoba untuk mencintai hanya kepada Allah saja dapat membuat seseorang lepas dari bayang-bayang mantan pacar. Akhirnya setelah mempraktikan kiat istimewa itu, Leni berhasil melupakan Roy dan hidup tenang.

Cerpen ini, seperti kebanyakan cerpen Jonru yang lain memiliki pesan yang cukup mendalam bagi para pembaca. Pesan yang hendak disampaikan oleh Jonru dalam cerpen ini adalah bahwa tak ada cinta yang abadi di dunia ini selain cinta kita kepada Illahi. Karena cinta kepada allah akan menolong kita dari berbagai kesulitan yang kita hadapi termasuk kesulitan kita ketika berhadapan dengan lawan jenis seperti melupakan mantan pacar. Cara penyampaian pesan itupun tidak bertele-tele dan mudah dipahami oleh pembaca meski ditampilkan di akhir cerita. 

Namun cerita ini juga mempunyai kelemahan menurut saya. Salah satu kelemahan tersebut ada pada proporsi narasi dan dialog yang tidak seimbang. Dalam cerpen ini, penulisan dialog terlalu banyak sehingga cerita menjadi cair dan kurang membuat pembaca menjadi penasaran dan terbawa hanyut dalam suasana yang diberikan oleh penulis.

Selain itu, jika penulis tidak pandai-pandai memilih dialog yang hidup dan signifikan (penting, tidak bertele-tele), cerita malah jadi terasa garing atau dengan bahasa lain cerita jadi terasa kurang berbobot bahkan bisa menjenuhkan

(Begitu kira-kira rumusan yang saya ketahui dari salah satu web majalah online).

Tetapi bagaimanapun juga, buku kumpulan cerpen ini patut untuk anda perhitungkan, terutama untuk anda para pembaca remaja. Karena ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku kumpulan cerpen ini mengenai kehidupan remaja, tentang cinta dan juga persahabatan. ;)



Post a Comment

0 Comments