Lima Sistem Penanggalan



Hingga saat ini ada beberapa sistem penanggalan yang dikenal bangsa Indonesia dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakatnya. Sistem penanggalan atau kalender tersebut telah atau pernah dipakai oleh bangsa Indonesia. Lima yang terbesar dan memiliki pengaruh yang cukup kental adalah:
  1. kalender masehi (gregorian)
kalender masehi adalah sebuah system penanggalan umat Kristen awal yang ditetapkan pada tahun kelahiran Yesus artinya tahun dimana Yesus atau Isa dilahirkan merupakan tahun permulaan dari kalender ini. Namun, untuk penghitungan tahun dan bulan mereka mengambil kalender orang Romawi yang disebut kalender Julian. Kalender Julian lalu disempurnakan menjadi kalender Gregorian. Yang pertama kali mengusulkan untuk membuat kalender ini ialah Dr. Aloysius Lilius dari Napoli-Italia, dan disetujui oleh Paus Gregorius XIII pada tanggal 24 Februari 1582. Kalender ini menetapkan bahwa tanggal 1 januari sebagai permulaan tahun. Satu tahun dalam kalender ini memiliki 12 bulan, 52 minggu, 365 hari, 8760 jam, 525600 menit, 31536000 detik. Kalender ini merupakan kalender syamsiah yang berarti istem penanggalan yang didasarkan atas revolusi bumi mengelilingi matahari.
  1. kalender islam (hijriyah)
Kalender islam  atau kalender hijriyah merupakan kalender yang digunakan oleh kebanyakan umat islam di dunia. Kalender ini memiliki system penanggalan yang mengacu pada revolusi bulan terhadap bumi. Kalender islam disebut juga dengan kalender hijriyah karena tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Jadi, tanggal 1 muharam yang merupakan tanggal dimana nabi Muhammad berhijrah merupakan permulaan tahun dalam kalender ini. Satu tahun dalam kalender ini memiliki 12 bulan 354.36708 hari. Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

  1. kalender tionghoa (imlek)
Kalender Tionghoa adalah kalender lunisolar yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari. Kalender Tionghoa mulai dikembangkan pada milenium ke-3 SM, konon ditemukan oleh penguasa legendaris pertama, Huáng Dì. Kalender tersebut kemudian dikembangkan kembali oleh Dinasti Qin yang mulai diterapkan sekitar tahun 484 SM dengan perhitungan yang lebih akurat. Kaisar Wu Dinasti Han memperkenalkan reformasi kalender baru. Satu tahun ada 12 bulan, tetapi setiap 2 atau 3 tahun sekali terdapat bulan ganda (rùnyuè, 19 tahun 7 kali). Berselang satu kali jiéqì (musim) tahun matahari Cina adalah setara dengan satu pemulaan matahari ke dalam tanda zodiak tropis. Matahari selalu melewati titik balik matahari musim dingin (masuk Capricorn) selama bulan 11.
  1. kalender jawa
Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Kalender jawa dahulunya merupakan kalender saka yang dimodifikasi dengan sistem penanggalan lokal. Kalender ini juga mendapat pengaruh dari sistem penanggalan islam yang diperkenalkan oleh Sultan Agung. Dalam kalender ini terdapat dua versi bulan yang keduanya didasari pada system penanggalan islam atau kalender jawa islam dan kalender jawa matahari. Dalam kalender jawa islam terdapat 12 bulan dengan beberapa nama yang sama dengan kalender islam dan sebagian dari bahasa sansakerta. Sedang dalam kalender Jawa matahari terdapat 12 bulan juga yang tanggalnya disesuaikan dengan penanggalan tarikh kalender Gregorian Tetapi lama setiap mangsa berbeda-beda. Dalam kalender jawa ini juga dikenal istilah windu -terdiri atas 8 tahun Jawa- juga pembagian pecan.
  1. kalender saka
Kalender Saka adalah sebuah kalender yang berasal dari India. Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Kalender Saka berawal pada tahun 78 Masehi dan juga disebut sebagai penanggalan Saliwahana (Sâlivâhana). Kala itu Saliwahana yang adalah seorang raja ternama dari India bagian selatan, mengalahkan kaum Saka. Mengenai kaum Saka ada yang menyebut bahwa mereka termasuk sukabangsa Turki atau Tatar. Namun ada pula yang menyebut bahwa mereka termasuk kaum Arya dari suku Scythia. Sumber lain lagi menyebut bahwa mereka sebenarnya orang Yunani (dalam bahasa Sansekerta disebut Yavana yang berkuasa di Baktria (sekarang Afganistan). Seperti pada kalender lainnya, pada kalender ini juga terdapat 12 bulan. Di India satu tahun dibagi menjadi enam musim, atau dengan kata lain setiap musim berlangsung dua bulan.
dari berbagai sumber :)

Post a Comment

0 Comments