Duka Gempa Jepang




Pada tanggal 11 Maret 2011 terjadi gempa yang sangat besar di Jepang, salah satu negara yang terletak di Benua Asia bagian timur. Gempa adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang salah satu penyebabnya adalah pergeseran lempeng bumi. Bumi meskipun padat tetapi selalu melakukan pergerakan yang apabila pergerakan itu besar mengakibatkan gempa bumi. Begitu juga yang terjadi di Negeri Matahar Terbit tersebut. Gempa bumi yang lamanya lima menit ini berepisentrum 38.322 derajat lintang utara dan 142.369 derajat bujur timur atau berfokus di lepas pantai Semenanjung Oshika pantai timur Tohoku pukul 05:46 UTC (14:46 waktu setempat) pada kedalaman 24.4 kilometere (15,2 mi). Gempa yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi dorongan kuat dengan sekitar 160 gempa susulan dengan 22 diantaranya berkekuatan lebih dari 60 moment magnitude.

Gempa di Jepang berdasarkan skala intensitas seismik Badan Meteorologi Jepang di utara Prefektur Miyagi, Jepang berkekuatan 7 skala richter meski pada awalnya laporan yang lain menyebutkan bahwa gempa tersebut berkekuatan 7.9 dalam skala yang sama. Sementara peringatan tsunami JMA menyebutkan 8,4 dan pada akhirnya Jepang pada hari Minggu (13/3/2011) merevisi kekuatan gempa yang menggoyang bagian timur laut negeri itu pada Jumat lalu dari 8,8 menjadi 9.
Kekuatan gempa ini nyaris sama dengan gempa dahsyat yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004 yaitu 9,3 SR. Saat itu tsunami yang datang mencapai 35 meter dan menyebabkan kematian 220 ribuan orang di seluruh Asia, paling banyak di Aceh.
Vivanews.com melansir bahwa setidaknya 1.000 orang dikhawatirkan tewas akibat bencana tersebut, pada Jumat siang tanggal 11 Maret. Dikutip dari laman Telegraph, kepolisian setempat  mengatakan 200-300 mayat ditemukan di Sendai, 150 mil atau sekitar 241 kilometer utara Tokyo. Sebanyak 151 lainnya terkonfirmasi tewas. Selain itu, 547 warga dinyatakan hilang dan sedikitnya 800 orang terluka.Beratus turis diduga hilang setelah ada laporan bahwa sebuah kapal dengan 100 penumpang dinyatakan hilang di laut  selain itu juga hilangnya dua kereta api yang mengangkut ratusan penumpang di wilayah Miyagi. Perihal nasib WNI yang berada di Jepang, DetikNews.com menuliskan bahwa hingga hari minggu ini ribuan WNI di Jepang aman dari gempa dan tsunami.
Dilansir dari Republka.co.id; “Kami sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Tim Evakuasi akhirnya berhasil mencapai Sendai, yang merupakan pusat gempa, untuk kemudian menjangkau tiga propinsi yaitu Miyagi, Iwate dan Fukushima, serta berhasil menemukan sejumlah WNI,” kata Duta Besar RI Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Jepang, Muhammad Lutfi.
Gempa yang menyebabkan tsunami ini memberikan imbas pada beberapa negara tetangga seperti Taiwan, Hawai, Filipina dan Indonesia. Di Indonesia sendiri peringatan akan terjadinya tsunami dan evakuasi dilakukan untuk meringankan akibat gempa. Namun, beruntungnya tsunami yang terjadi hanya memiliki tinggi berkisar 10 centimeter atau setara dengan 3.9 inchi.

dari berbagai sumber

Post a Comment

0 Comments