March 25, 2011

,
Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita sebagai manusia. Ketika kita berada dalam kandungan, ketika kita lahir, tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Waktu selalu ada mencatat semua kejadian tersebut di dalam ketentuannya. Kapan, dimana, ketika sedang apa dan berapa lama, tak pernah ada yang terlewatkan oleh waktu.  Lantas, pernahkah sobat berfikir waktu itu apa? Maksudnya, apa itu sebenarnya waktu? Kapan waktu dimulai dan akan berakhir?
Bila kita menarik sejarah kebelakang, maka waktu mencatat bahwa manusia telah ada mendiami bumi dari ribuan tahun yang lalu. Namun, itu bukan sebuah permulaan sebab beribu-ribu tahun hingga berjuta-juta tahun yang lalu waktu telah mencatat kapan alam semesta ini dibentuk dan bagaimana caranya serta siapa yang menciptanya. Apabila kita memandang ke depan, maka waktu akan berakhir saat kiamat terjadi. Namun itu pula bukan sebuah akhir dari waktu karena setelah itu, waktu menjanjikan sebuah kehidupan selanjutnya.
Jadi, apabila kita tarik kesimpulan dari keterangan di atas bisa kita tulis bahwa waktu adalah sesuatu yang sulit untuk didefinisikan. Namun pada hakikatnya, waktu adalah sesuatu yang Tuhan ciptakan untuk kita jadikan sebuah pelajaran karena tentu saja penciptaanya bukan untuk disia-siakan. Banyak kegunaan ataupun menfaat yang bisa kita ambil darinya.

Namun, kini permasalahan yang muncul adalah banyaknya orang yang kehilangan waktu mereka. Entah karena banyaknya kesibukan yang mereka miliki atau karena mereka telah enggan untuk bersahabat karib kembali dengan waktu. Namun yang pasti, mereka telah melewatkan sesuatu yang paling berharga untuk manusia. Biasanya orang-orang seperti itu hanya bisa mengeluh dan meyalahkan waktu yang seolah-olah telah enggan untuk menunggu mereka sejenak rehat. Seperti, ‘Aduh, waktu saya telah habis,’, ‘Maaf tetapi memang saya benar-benar tidak mempunya waktu untuk saat ini,’ atau ‘Andai hari ini bisa diputar kembali,’ serta ‘Kenapa waktu bisa begitu sepat berlalu?’
Ada apa dengan waktu? Bukan tetapi ada apa dengan mereka yang tidak bisa memanfaatkan waktu?
Kurangnya pemahaman dan penghargaan pada waktu adalah salah satu factor terjadinya masalah tersebut. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa memahami dan menghargai waktu? Berkenalan adalah salah satu caranya. Ada beberapa karakteristik dari waktu yang perlu sobat pahami, yakni:
  1.  Waktu cepat berlalu
  2. Waktu yang berlalu tak bisa kembali diganti
  3. Waktu adalah sesuatu yang termahal yang dimiliki manusia.
Selain itu, yang harus kita ketahui bersama adalah kewajiban kita terhadap waktu, yaitu:
  1.  Menjaga manfaat waktu
  2. Tidak menyia-nyiakan waktu
  3. Mengisi kekosongan
  4. Berlomba-lomba dalam kebaikan
  5. Belajar dari perjalanan hari demi hari
  6. Mengatur waktu
  7. Bagi tiap waktu ada aktifitas tertentu
  8. Memilih waktu –waktu yang istimewa.
Nah, sobat sekarang sepertinya sobat telah mampu mengenali waktu dan mencoba untuk bersahabat karib dengannya. So, apabila telah begitu maka waktu tak akan lagi enggan untuk menunggu. Ya, menunggu!
  
Dengan sedikit perubahan, artikel ini saya ambil dari blog saya yang terdahulu (rekanremaja.blogspot.com)

March 24, 2011

,


Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki kasus korupsi yang cukup tinggi di dunia. Hal ini dapat disimpulkan dari hasil pengumuman negara-negara korup yang dikeluarkan oleh Transparency International –sebuah organisasi internasional yang bertujuan untuk memerangi korupsi- pada tahun 2010 yang menempatkan Indonesia di ranking ke-110 dengan IPK (Indeks Presepsi Korupsi)  2,8, satu kelas dengan beberapa negara seperti Bolivia dan Gabon serta mengalahkan beberapa negara anggota ASEAN yang memiliki IPK lebih rendah seperti Kamboja, Laos dan Myanmar. Namun demikian, di Asia Tenggara Indonesia masih menduduki peringkat ke-6 negara terkorup jauh di bawah negara Thailand yang memiliki IPK 3,5 meski menduduki peringkat ke-7. Prestasi yang memalukan ini tidak terlepas dari tingkah laku dan tindak tanduk para pejabat yang menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan.

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mencatat lebih dari lima puluh kasus korupsi yang terjadi di Indonesia dan lebih banyak lagi kasus korupsi yang tidak tercatat. Maraknya kasus korupsi di Indonesia dapat diartikan sebagai lemahnya kontrol diri para pejabat terkait dan tidak berdayanya instansi-instansi pemerintahan maupun non-pemerintahan yang menjadi pengamat kasus ini. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah antisipasi yang dapat menekan laju pertumbuhan kasus korupsi Indonesia di masa mendatang.
Pendidikan anti-korupsi sejak dini adalah salah satu cara untuk menekan laju tersebut. Mengingat pendidikan adalah hal yang fundamental dalam membentuk karakter manusia dan bisa menentukan tinggi-rendahnya peradaban yang dibentuknya. Menilik pada pengertian seperti ini, sepertinya pendidikan anti-korupsi yang mulai diberlakukan di beberapa daerah perlu digalakkan secara nasional dan berkelanjutan. Betapa pentingnya pendidikan anti-korupsi sejak dini bisa dianalogikan sebagai betapa pentingnya merawat, menjaga dan mempersiapkan bibit-bibit tanaman yang hendak ditumbuhkan  menjadi sebuah pohon yang memberikan banyak manfaat. Yang keberadaanya tak hanya bisa menyerap sari tanah dengan akarnya tetapi juga bisa menghasilkan buah-buah yang segar untuk dikonsumsi serta dahan yang rindang untuk dijadikan tempat berteduh. Ini sejalan dengan misi pendidikan anti-korupsi sejak dini. Dengan penanaman nilai-nilai moral, pembekalan ilmu pengetahuan  tentang hukum, adat istiadat ketimuran serta religiusitas kepercayaan pada Tuhan diharapkan bisa mencetak calon-calon figure pemangku kekuasaan yang bersih dari korupsi.
Namun, hambatan yang kemudian muncul adalah sikap acuh tak acuhnya para penegak hukum dan para pemegang peran pendidik anak yang kemudian menciptakan kondisi yang kurang kondusif untuk pelaksanaan pendidikan semacam ini. Ini merupakan masalah yang komplek karena memiliki dua sisi yang bertentangan. Di satu sisi, kita dan mereka membenci tindak korupsi yang dilakukan oleh para pejabat tinggi tetapi di sisi lain, pada kenyataannya secara tidak langsung kita melakukan praktik-praktik yang menuju pada tindakan korupsi meski dalam skala kecil. Oleh karena itulah, dibutuhkan hubungan kerjasama yang intensif dan berkelanjutan antara mereka serta anak yang menjadi objek pendidikan.
Pendidikan anti-korupsi pada anak dapat dimulai melalui jalan memberikan pengertian tentang segala sesuatu mengenai korupsi termasuk kedalamnya adalah betapa buruknya pengaruh yang dapat diakibatkan dari tindakan tersebut yang disisipkan dalam  dialog-dialog kecil dan tidak terencana. Selain itu, contoh tindakan anti-korupsi secara langsung juga diperlukan karena anak-anak cenderung meniru apa yang menjadi kebiasaan orang-orang yang lebih tua darinya.
Salah satu cara efektif yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah dalam proses pendidikan anti-korupsi sejak dini selain pemberian materi secara formal juga bisa dilakukan dengan diadakannya warung kejujuran. Selain melatih siswa untuk bersikap jujur juga siswa dibebani tanggung jawab mengenai segala sesuatu yang terjadi di warung tersebut. Hal ini bisa memicu dan mengasah sifat-sifat yang diharapkan timbul dari diri para siswa. Sehingga ketika mereka dibebani kepercayaan yang lebih dari itu suatu hari nanti, tanpa merasa dimata-matai pun mereka bisa bersikap jujur.
Maraknya kasus korupsi di Indonesia memang tidak bisa secara serta merta diberantas dan hilang begitu saja. Perlu antisipasi dini untuk menekan laju peningkatan kasus korupsi ini. Dan salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan digalakkannya pendidikan anti-korupsi sejak dini. Dengan adanya pendidikan semacam ini, diharapkan beberapa tahun kemudian ketika bibit-bibit calon pemimpin yang kini masih menjadi tunas menjabat bisa menghilangkan kegelisahan masyarakat akan kasus korupsi yang tak kunjung berakhir. Dan Indonesia bisa menjadi salah satu negara di dunia yang bersih dari korupsi.

artikel ini pernah diikutsertakan dalam sebuah perlombaan artikel yang diadakan oleh salah atu koran di kota Tasikmalaya dan sekitarnya :).

March 13, 2011

,



Pada tanggal 11 Maret 2011 terjadi gempa yang sangat besar di Jepang, salah satu negara yang terletak di Benua Asia bagian timur. Gempa adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang salah satu penyebabnya adalah pergeseran lempeng bumi. Bumi meskipun padat tetapi selalu melakukan pergerakan yang apabila pergerakan itu besar mengakibatkan gempa bumi. Begitu juga yang terjadi di Negeri Matahar Terbit tersebut. Gempa bumi yang lamanya lima menit ini berepisentrum 38.322 derajat lintang utara dan 142.369 derajat bujur timur atau berfokus di lepas pantai Semenanjung Oshika pantai timur Tohoku pukul 05:46 UTC (14:46 waktu setempat) pada kedalaman 24.4 kilometere (15,2 mi). Gempa yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi dorongan kuat dengan sekitar 160 gempa susulan dengan 22 diantaranya berkekuatan lebih dari 60 moment magnitude.

Gempa di Jepang berdasarkan skala intensitas seismik Badan Meteorologi Jepang di utara Prefektur Miyagi, Jepang berkekuatan 7 skala richter meski pada awalnya laporan yang lain menyebutkan bahwa gempa tersebut berkekuatan 7.9 dalam skala yang sama. Sementara peringatan tsunami JMA menyebutkan 8,4 dan pada akhirnya Jepang pada hari Minggu (13/3/2011) merevisi kekuatan gempa yang menggoyang bagian timur laut negeri itu pada Jumat lalu dari 8,8 menjadi 9.
Kekuatan gempa ini nyaris sama dengan gempa dahsyat yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004 yaitu 9,3 SR. Saat itu tsunami yang datang mencapai 35 meter dan menyebabkan kematian 220 ribuan orang di seluruh Asia, paling banyak di Aceh.
Vivanews.com melansir bahwa setidaknya 1.000 orang dikhawatirkan tewas akibat bencana tersebut, pada Jumat siang tanggal 11 Maret. Dikutip dari laman Telegraph, kepolisian setempat  mengatakan 200-300 mayat ditemukan di Sendai, 150 mil atau sekitar 241 kilometer utara Tokyo. Sebanyak 151 lainnya terkonfirmasi tewas. Selain itu, 547 warga dinyatakan hilang dan sedikitnya 800 orang terluka.Beratus turis diduga hilang setelah ada laporan bahwa sebuah kapal dengan 100 penumpang dinyatakan hilang di laut  selain itu juga hilangnya dua kereta api yang mengangkut ratusan penumpang di wilayah Miyagi. Perihal nasib WNI yang berada di Jepang, DetikNews.com menuliskan bahwa hingga hari minggu ini ribuan WNI di Jepang aman dari gempa dan tsunami.
Dilansir dari Republka.co.id; “Kami sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Tim Evakuasi akhirnya berhasil mencapai Sendai, yang merupakan pusat gempa, untuk kemudian menjangkau tiga propinsi yaitu Miyagi, Iwate dan Fukushima, serta berhasil menemukan sejumlah WNI,” kata Duta Besar RI Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Jepang, Muhammad Lutfi.
Gempa yang menyebabkan tsunami ini memberikan imbas pada beberapa negara tetangga seperti Taiwan, Hawai, Filipina dan Indonesia. Di Indonesia sendiri peringatan akan terjadinya tsunami dan evakuasi dilakukan untuk meringankan akibat gempa. Namun, beruntungnya tsunami yang terjadi hanya memiliki tinggi berkisar 10 centimeter atau setara dengan 3.9 inchi.

dari berbagai sumber

Follow Us @soratemplates