Kata Tugas

Mari kita belajar bahasa Indonesia, sobat! :)
Dalam bahasa Indonesia terdapat beberpa kata tugas. Kata tugas atau partikel adalah sejenis kategori kata dalam tatabahasa formal bahasa Indonesia yang berdasarkan peranannya dapat dibagi menjadi lima subkelompok:
  1. Preposisi (kata depan).
    Preposisi (Bahasa Latin: prae, "sebelum" dan ponere, "menempatkan, tempat") atau kata depan adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronomina. Preposisi bisa berbentuk kata, misalnya di dan untuk, atau gabungan kata, misalnya bersama atau sampai dengan.
    Cara penggolongan preposisi bervariasi tergantung dari rujukan yang digunakan. Berikut salah satu cara penggolongan yang dapat digunakan:
    a.       Preposisi yang menandai tempat. Misalnya di, ke, dari.
    b.      Preposisi yang menandai maksud dan tujuan. Misalnya untuk, guna.
    c.       Preposisi yang menandai waktu. Misalnya hingga, hampir.
    d.      Preposisi yang menandai sebab. Misalnya demi, atas.

  2. Konjungsi (kata sambung).
    Konjungsi, konjungtor, atau kata sambung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Contoh: dan, atau, serta.
    Preposisi dan konjungsi adalah dua kelas yang memiliki anggota yang dapat beririsan. Contoh irisannya adalah karena, sesudah, sejak, sebelum.
    a.       Konjungsi koordinatif
    b.      Konjungsi korelatif
    c.       Konjungsi subordinatif
    d.      Konjungsi antarkalimat
  3. Artikula (kata sandang). Artikula atau kata sandang adalah kata yang tidak memiliki arti tapi menjelaskan nomina, contohnya adalah si, sang, dan kaum. Kata sandang bisa digunakan untuk mendampingi kata benda dasar, nomina yang terbentuk dari verba, pronomina, atau verba pasif.
    a.       kata sandang khusus kata benda tunggal
    a)      si, digunakan untuk: bergabung dengan kata benda tunggal atau menyatakan ejekan, keakraban atau personifikasi. Contoh: si gendut, si botak dan si lucu si mirna, si fulan, si dondrong, si kancil
    b)      sang, digunakan untuk: meningkatkan harkat kata yang didampinginya. Contoh: sang saka, sang merah putih. Menyatakan maksud mengejek atau menghormati. Contoh: sang penakluk, sang maestro dan sang mertua.
    c)      sri, digunakan khusus untuk orang yang dihormati.
    d)     kaya sandang khusus kelompok
    b.      kata sandang khusus kelompok
    a)      para, digunakan khusus untuk kelompok. Contoh: para siswa,
    b)      kaum digunakan khusus untuk kelompokj yang berideologi sama. Contoh: kaum pinggiran
    c)      umat diguynakan untuk kelompok yang memiliki latar belakang agama. Contoh: umat islam, umat budha, umat beragama, umat manusia.
  4. Interjeksi (kata seru). Interjeksi atau kata seru adalah partikel yang mengungkapkan rasa hati pembicara. Interjeksi biasanya dipakai di awal kalimat dan pada penulisannya diikuti oleh tanda koma (,). Secara struktural interjeksi tidak bertalian dengan unsur kalimat lain. Interjeksi umumnya berupa bentuk dasar, meskipun ada juga yang berbentuk turunan. Jenis:
    1. Interjeksi kejijikan: bah
    2. Interjeksi kekesalan: brengsek
    3. Interjeksi kekaguman atau kepuasan: aduhai
    4. Interjeksi kesyukuran: syukur
    5. Interjeksi harapan: insya Allah
    6. Interjeksi keheranan: aduh
    7. Interjeksi kekagetan: astaga
    8. Interjeksi ajakan: ayo
    9. Interjeksi panggilan: hai
    10. Interjeksi simpulan: nah
  5. Partikel Penegas.
    Partikel penegas meliputi kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Dalam bahasa Indonesia, ada empat partikel penegas, yaitu -kah, -lah, -tah, dan pun. Tiga yang pertama adalah klitik sedangkan yang keempat tidak.

    a.       -kah

    Dipakai dalam kalimat interogatif dan berfungsi menegaskan. Contoh: Diakah yang akan datang?

    b.      -lah

    Dipakai dalam kalimat imperatif atau deklaratif. Contoh: Pergilah sekarang, sebelum hujan turun!

    c.       -tah

    Dipakai dalam kalimat interogatif. Bersifat retoris: penanya tidak berharap mendapat jawaban dan seolah hanya bertanya pada diri sendiri. Partikel -tah banyak digunakan dalam sastra lama tapi kini tak banyak dipakai lagi. Contoh: Apatah artinya hidup ini tanpa engkau?

    d.      pun

    Dipakai dalam kalimat deklaratif. Contoh: Mereka pun akhirnya setuju dengan usul kami.

Post a Comment

0 Comments