Broadcasting? Seru!


Pengalaman ini terjadi pada hari Jumat kemarin tepatnya tanggal 11 Februati 2011. Guess what? Saya fikir dari judul postingan di atas sudah diketahui pengalaman baru yang baru saya alami dan itu rasanya seru banget. Broadcasting? Yup! Kebetulan keikutsertaan saya di ekstrakulikuler Journalist 261 di sekolah membawa saya bisa mencicipi pengalaman ini. Bagaimana rasanya? Wow, it's amazing! Haha, mungkin menurut kalian ini apa yang saya rasakan terlalu berlebihan, but, it's pure my feel now. Mengapa pengalaman ini bisa begitu membuat saya gembira? Pertama, karena saya basicnya mempunyai tugas di Journalist 261 itu sebagai seseorang yang lebih sering berhadap-hadapan dengan komputer untuk mengetik apa yang telah saya liput dan siap dikirimkan ke koran. Kedua, menjadi seorang broadcaster adalah salah satu hal yang ingin saya capai tahun ini.

Sebelumnya saya juga sudah banyak bertanya tentang ini kepada rekan Journalist yang kebetulan mengurusi masalah broadcast di Journalist 261. Dan ketika kabar gembira ini tiba, saya mencoba untuk mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
Saya ingin berbagi cerita dengan sobat!
Pertama on air rasanya sedikit grogi but lama-kelamaan rasanya menyenangkan. Apabila melalui tulisan saya hanya bisa menyampaikan apa yang saya jadikan isi pokok fikiran saya secara tidak langsung dengan audience tetapi ketika menjadi seorang broadcaster apa yang saya fikirkan bisa langsung terdengar oleh para audience tanpa melalui berbagai hal seperti penerbit koran. Dengan begitu, mereka bisa langsung menanggapi melalui pesan singkat ataupun line telepon.

Kedua, banyak teman baru yang saya temui. Salah satunya Kak Disya, DJ yang kebetulan penyiar tetap stasiun radio tersebut, orangnya sangat harmful sekali, seru, dan kami bisa dengan mudah akrab. Mungkin karena beliau adalah penyiar senior jadi sudah sangat mengeri bagaimana caranya bertemu dan membuat orang yang baru ia temui merasa nyaman. Hmm, kami banyak berbincang tentang bagaimana caranya menjadi seorang penyiar yang baik dan tidak membosankan, beliau yang kebetulan juga menjadi pertner saya ketika siaran jum'at lalu, memberikan banyak sekali pelajaran kepada saya. Saya tidak akan mudah melupakan itu.

Yap, begitulah pengalaman pertama saya menjadi seorang broadcaster. Hari ini terfikir juga dalam benak saya untuk menjai seorang broadcaster sesungguhnya. Doakan saja, ya, sobat agar nanti saya bisa menjai seorang broadcaster. Saya janji akan memenuhi udara dengan pengetahuan. Amin! ;)

Post a Comment

0 Comments