Rokok itu...

Rabu, 26 januari 2011

Saya baru saja keluar dari kelas beberapa menit setelah bel jam pelajaran berakhir berbunyi. Tetapi pikiran saya masih teringat akan masalah yang menjadi bahan diskusi kami di kelas. Sebenarnya ini masalah yang klasik dan rasanya saya sudah bosan mendengar masalah ini dibahas lagi dan lagi. Dari semenjak saya duduk di sekolah dasar hingga kini saya duduk di bangku SMA, apalagi kalau bukan masalah rokok. Ya, tentang rokok. Tapi ada sesuatu yang menarik perhatian saya untuk membahas masalah rokok kembali di sini, yakni sejarah singkat rokok. Dari sekian lama saya mengenal rokok dan membencinya, saya belum tahu begitu jelas tentang rokok karena memang kebanyakan yang dibahas adalah berbagai zat dan bahaya rokok. So, mari kita membahas sejarah rokok sekarang.
Rokok pertama kali digunakan oleh bangsa Indian -suku asli Amerika Serikat- untuk keperluan ritual seperti memuja roh dan dewa. Ketika itu, suku Indian menghirup rejangan halus daun tembakau atau menghisapnya setelah dibakar dalam pipa-pipa yang mereka namakan tobagos atau tobacos secara bergantian dalam kelompok untuk tujuan kedamaian dan menggalang perdamaian antarsuku. Rokok baru menyebar ke dunia luar setelah ekspedisi Crihstophirus Columbus pasa abad ke-16 secara tidak sengaja menemukan benua Amerika. Ketika itu, Columbus ditawari debuah rokok oleh salah satu kepala suku Indian dan Columbus tidak menolaknya. Setelah itu, Columbus menyita semua rokok susku Indian dan selanjuynya  orang-orang Spanyol dan Portugis membawa daun dan biji tembakau ke Eropa. Baru setelah itu, orang-orang Eropa mengadopsi kebiasaan merokok dan mengubah tujuan merokok tersebut hanya untuk mencari kesenangan saja. Pada abad 17, bangsa spanyol memperkenalkan rokok ke Turki dan mulai saat itu, negara-negara Islam yang lain mengenal rokok.
Kebiasaan merokok orang Eropa kemuadian banyak ditiru oleh bangsa Asia ketika bangsa Eropa menjadi penjajah.  Lambat laun, meski awal pemakaian rokok disambut dingin namun setelah banyak orang memakainya dan banyak juga yang menjadikannya kebutuhan primer, rokok mulai diterima. Begitu juga ketika kebiasaan merokok masuk dan menjamur di Indonesia. Selain itu, dosebutkan pula bahwa kebiasaan orang merokok di indonesia dimulai dari kota Kudus. Rokok atau Kretek ini diperkenalkan oleh Haji Djarmajo pada akhir abad ke-19. Awalnya, penggunaan rokok tersebut adalah untuk menyembuhkan penyakit sakit dada yang ia derita. komposisi yang digunakan pun hanya sebatas rejangan cengkeh dan tembakau. Namun hal ini dibantah karena ternyata kebiasaan merokok telah lama masuk ke Indonesia.
Namun, terlepas dari seperti apa sejarah rokok dan kapan kebiasaan merokok masuk ke Indonesia, kita sebagai orang bijak perlu untuk bersikap bijak juga terhadap rokok apalagi setelah kita mengetahui dampak-dampak buruk yang telah diakibatkannya.

Post a Comment

0 Comments