Ulangan Akhir Semester


Hari ini adalah hari terakhir dari sepekan menghadapi UAS alias Ujian Akhir Semester. Wah, rasanya campur aduk! Antara rasa puas dan tidak puas, rasa haru, deg-degan, senang dan menyesal. Hmm, tapi apapaun rasanya saat ini, fikiran saya sedikit bisa tenang sekarang karena kesibukan sekolah sedikit berkurang dan hati saya juga sedikit merasa lega dari berbagai tekanan aktifitas sekolah. Anda tahu sendiri sobat bagaimana menumpuknya tugas setiap hari kalau anda sekarang adalah seorang siswa dari sebuah sekolah menengah atas atau setidaknya anda pernah duduk di jenjang itu. Itu baru tugas secara umum, tugas itu banyak macamnya, sobat! Mulai tugas harian, mingguan sampai tugas untuk beberapa lama kedepan. Itu tugas dilihat dari  masalah waktu, belum lagi tugas yang menyangkut teman sekelas. Tugas kelompok namanya, itu yang bikin  saya suka pusing sendiri. Mengerjakan tugas perorangan saja belum tentu selesai dengan begitu banyak gangguan yang ada apalagi tugas kelompok yang notabene makin banyak kepala makin banyak masalah. Hah, ya, itu sekelumit tentang tugas! haha. Kemudian masalah ulangan, saya fikir setelah duduk di kelas XI jurusan IPA saya tidak akan merasa kecolongan waktu seperti kelas X karena saat kelas X semua pelajaran tiap jurusan ada. Kalau sudah dijuruskan sesuai minat (?), kan pelajarannya jadi sedikit berkurang. Tapi ini? Iya, sih, pelajarannya berkurang tapi ulangan rasanya ada aja tiap pekan. Saya merasa semester ini banyak sekali kecolongan waktu lebih dari saat kelas X. Tebak kenapa? Ulangan yang diadakan hampir setiap pekan membuat saya harus pintar menentukan prioritas. Tapi itu susah, sobat! Tekanan datang dari mana-mana, apalagi menyangkut soal KKM alias Kriteria Kelulusan Minimal.
Ya, begitulah!
Kembali lagi ke masalah UAS, saya ucapkan selamat kepada seluruh sobat dimanapun sobat berada yang telah menyelesaikan ujiannya dengan baik. Sekarang deg-degannya menunggu hasil ujian. Berapa nilainya? Semoga saja menuaskan mengingat kita semua sudah berjuang dengan cukup gigih kemarin. Setuju ataupun tidak sobat mengenai itu. Tetapi kesabaran kita perlu mendapat apresiasi yang cukup dari berbagai pihak. Mengingat para siswa/siswi SMA alias kita-kita yang masih menjabat sebagai manusia dalam masa transisi ini sifat dan sikapnya masih labil. Apalagi menyangkut ego ataupun emosi yang masih ngalor-ngidul. Hmm, tetapi sayangnya tak banyak yang mengerti kita ya, sobat! Menyedihkan. Para orang-orang yang sudah tua memang terkadang egois. Kita berbuat salah sedikit saja dibentaknya minta ampun. Tidak hanya dilingkungan rumah tapi juga dilingkungan masyarakat dan sekolah. Padahal itu adalah salah satu protes kita pada kaum tua yang sedikit sekali mengerti akan jiwa para remaja yang masih memerlukan bimbingan.
Ah, ya, sobat. Sepertinya saya terlalu panjang menulis disini (atau tidak?). saya hanya ingin sekedar memberikan ajakan; mari kita menjadi manusia yang selalu berguna bagi nusa, bangsa, negar dan agama tetapi terutama untuk orang tua kita. Bagaimanapun juga, ya, bagaimanapun juga. Meskipun... Haha, salam semangat!

Post a Comment

0 Comments