December 31, 2010

,

Pertandingan piala AFF sudah dari dua hari yang lalu berakhir. Namun, euphoria dan atmospherenya masih cukup terasa hingga sekarang. Ini terbukti dari masih hangatnya pembicaraan seputar pelaksanaan kejuaraan tingkat ASEAN tersebut. Dan di bawah ini, ada lima hal tentang Indonesia selama ikut berjuang dalam piala AFF;

  1. Awal yang gemilang
Indonesia mengawali pertandingan piala AFF dengan sangat gemilang. Para pemain timnas berhasil menjadi juara grup A setelah mengalahkan beberapa tim tangguh yang sempat menjadi pemegang piala dengan jumlah gol yang sempurna.

  1. Supporter nomor satu
Tak berlebihan rasanya apabila kita mengatakan bahwa supporter timnas kita merupakan supporter nomor satu. Ini terbukti dari kefanatikan mereka dalam mendukung timnas dan sikap mereka yang supportif dan hal inipun diakui oleh tim dari Negeri Jiran yang sempat kalah telak dari tim Garuda.

  1. Kisruh soal tiket

Satu hal yang menjadi cacat dalam pelaksanaan piala AFF di Indonesia khususnya menjelang final kedua yang mempertemukan Indonesia dengan Malaysia adalah soal tiket. Selain kegagalan dalam system penyebaran tiket alias masalah transaksi penjualan-pembelian tiket, ketidakwajaran terjadi pada kenaikan harga tiket yang selangit.

  1. Kegagalan yang ironis
Kegagalan Indonesia bisa dikatakan ironis karena setelah empat kali masuk final piala AFF, gelar juarta belum juga bisa disandangnya. Kekalahan Indonesia pada pagelaran final piala AFF di Malaysia diisukan  terjadi karena sikap tidak sportifnya para supporter timnas Malaysia yang dengan sengaja membuyarkan konsentrasi para pemain Indonesia dengan menembakkan sinar laser hijau. Dan diakui Markus –penjaga gawang utama Indonesia- adanya sabotase pada lapangan sekitar gawang yang digunakan sebagai tempat latihan para penjaga gawang Indonesia ketika berada di Malaysia.

  1. Garuda tetap sang juara
Meski secara procedural Indonesia hanya mampu menjadi runner up piala AFF tetapi bagi bangsa Indonesia, mereka tetap sang juara. Mereka menjadi juara jauh sebelum final piala AFF dimulai melainkan ketika mereka sanggup mengorbankan diri mereka demi harkat dan martabat Garuda. Selain itu, timnas IndonesiaIndonesia dan menyatukan mereka dalam satu kepak sayap Garuda yang tidak mengenal perbedaan. juga secara tidak langsung telah menumbuhkan rasa nasionalisme pada diri setiap warga

December 22, 2010

,

Apa yang sudah kamu lakukan untuk Ibu kamu hari ini? Omong-omong, hari ini, kan, hari Ibu. Tentunya harus ada sesuatu yang istimewa dong yang kamu lakukan untuk ibu kamu. Tetapi tidak pun saya fikir tidak menjadi masalah yang cukup besar. Kenapa? Karena bukti cinta kita kepada Ibu tak hanya bisa diungkapkan pada hari ini, tepatnya tanggal 22 Desember yang telah menjadi hajatan nasionalnya bangsa Indonesia sebagai hari ibu. Tetapi besok atau d hari selanjutnya juga bisa. Malah kita sebagai umat Islam diwajibka oleh Tuhan untuk menghormati Ibu kita, kapanpun itu. Namun memang, di hari ibu ini, kurang afdol rasanya bila tidak ikut merayakan. Toh, tidak ada salahnya juga, kan?
Sobat semua sudah pada tahu, kan, bagaimana awalnya tanggal 22 Desember dijadkan sebagai Hari Ibu Nasional oleh Pemerintah kita? Bagus kalau sobat sudah tahu, tetapi kalau belum tahu, wah, buru-buru selancaran, deh, di Mr. Google atau kalau tidak mau susah-susah baca saja artikel dibawah ini! Itu, lho, yang judulnya Tentang Hari Ibu. Ada sedikt sejarah yang saya tulis disana tentang hal yang melatarbelakangi kenapa tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu Nasional di Indonesia.
Selain memperingati hari Ibu, apa, sih, arti seorang Ibu untuk kamu, sobat? Pastinya sangat berarti sekali dan arti itu tak pernah ada yang pernah menandingi nilainya. Bahkan oleh Ayah kita sendiri, mungkin. Tapi yang jelas untuk saya sendiri Ibu adalah seorang yang menjadi segalanya bagi hidup saya. Iyalah, bahkan Nabi Muhammad sendiri begitu mencintai Ibunya. Kenapa kita tidak?
Waktu tepat menunjukkan pukul 18.00 di layar ponsel saya, sebentar lagi sepertinya adzan Isya akan berkumandang. Baiklah, sobat, sampai disini dulu, ya! Tetap cintai Ibu sobat dan katakan padanya; I Love You, Mom!
,

Hari Ibu atau Mother's Day adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember setiap tahunnya, berbeda dengan peringatan  hari Ibu yang dilaksanakan oleh negara-negara lain terutama negara-negara besar seperti Amerka Serikat, negara
-negara di Eropa dan Asia Timur. Ini terjadi karena memang terdapat sebuah perbedaan dalam sejarah yang melatarbelakangi diadakannya Hari Ibu setiap tahunnya.
from http://kyuqaiyyim.blogspot.com/
Di Indonesia sendiri, Hari Ibu dilatarbelakangi oleh bertemunya para pejuang perempuan Indonesia dalam Kongres Perempuan Indonesia I yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta tepatnya di gedung Dalem Jayadipuran yang kini beralh pungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional yang berada di JL. Brigjen Katamso. Kongres tersebut dihadiri oleh sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari pertemuan tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kin dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia atau Kowani.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan hari ibu diputuskan dalam kongres perempuan ndonesia III pada tahun 1938. Baru pada tahun 1959 Presden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu nasional melalui Dekrt Presiden No. 316 setelah enam tahun sebelumnya hari ibu pada tanggal yang sama dirayakan secara meriah oleh tak kurang dari 58 kota di Indonesia mulai dari Meulaboh sampai Ternate.
Sedangkan di beberapa negara di daerag Eropa dan Timur Tengah sendiri, perayann hari ibu merupakan perayaan yang mendapat pengaruh dai kebiasaan memuja Dewa Rhea dalam sejarah Yunani Kuno yang merupakan Ibu dari semua Dewa. Perayaannya sendiri jatuh pada Ahad keempat setiap Lent (Jangka waktu selama 40 hari dalam bulan Februari atau Maret). Negara-negara yang merayakan hari ibu pada tanggal tersebut adalah Irlandia, Nigeria dan Brtania Raya sedang negara Yunani sendiri merayakannya pada tanggal 2 Februari dan Amerika Serikat dan Malaysia pada hari pekan kedua bulan Mei.
Tetapi apapun yang yang melatarbelakangi dilaksanakannya Hari Ibu dan kapan itu dilaksanakannya, Ibu merupakan seseorang berjasa besar yang tanpa hari yang istimewa pun perlu kita sayangi. Itu lebih dari sekedar peringatan.

December 14, 2010

,

Hari ini adalah hari terakhir dari sepekan menghadapi UAS alias Ujian Akhir Semester. Wah, rasanya campur aduk! Antara rasa puas dan tidak puas, rasa haru, deg-degan, senang dan menyesal. Hmm, tapi apapaun rasanya saat ini, fikiran saya sedikit bisa tenang sekarang karena kesibukan sekolah sedikit berkurang dan hati saya juga sedikit merasa lega dari berbagai tekanan aktifitas sekolah. Anda tahu sendiri sobat bagaimana menumpuknya tugas setiap hari kalau anda sekarang adalah seorang siswa dari sebuah sekolah menengah atas atau setidaknya anda pernah duduk di jenjang itu. Itu baru tugas secara umum, tugas itu banyak macamnya, sobat! Mulai tugas harian, mingguan sampai tugas untuk beberapa lama kedepan. Itu tugas dilihat dari  masalah waktu, belum lagi tugas yang menyangkut teman sekelas. Tugas kelompok namanya, itu yang bikin  saya suka pusing sendiri. Mengerjakan tugas perorangan saja belum tentu selesai dengan begitu banyak gangguan yang ada apalagi tugas kelompok yang notabene makin banyak kepala makin banyak masalah. Hah, ya, itu sekelumit tentang tugas! haha. Kemudian masalah ulangan, saya fikir setelah duduk di kelas XI jurusan IPA saya tidak akan merasa kecolongan waktu seperti kelas X karena saat kelas X semua pelajaran tiap jurusan ada. Kalau sudah dijuruskan sesuai minat (?), kan pelajarannya jadi sedikit berkurang. Tapi ini? Iya, sih, pelajarannya berkurang tapi ulangan rasanya ada aja tiap pekan. Saya merasa semester ini banyak sekali kecolongan waktu lebih dari saat kelas X. Tebak kenapa? Ulangan yang diadakan hampir setiap pekan membuat saya harus pintar menentukan prioritas. Tapi itu susah, sobat! Tekanan datang dari mana-mana, apalagi menyangkut soal KKM alias Kriteria Kelulusan Minimal.
Ya, begitulah!
Kembali lagi ke masalah UAS, saya ucapkan selamat kepada seluruh sobat dimanapun sobat berada yang telah menyelesaikan ujiannya dengan baik. Sekarang deg-degannya menunggu hasil ujian. Berapa nilainya? Semoga saja menuaskan mengingat kita semua sudah berjuang dengan cukup gigih kemarin. Setuju ataupun tidak sobat mengenai itu. Tetapi kesabaran kita perlu mendapat apresiasi yang cukup dari berbagai pihak. Mengingat para siswa/siswi SMA alias kita-kita yang masih menjabat sebagai manusia dalam masa transisi ini sifat dan sikapnya masih labil. Apalagi menyangkut ego ataupun emosi yang masih ngalor-ngidul. Hmm, tetapi sayangnya tak banyak yang mengerti kita ya, sobat! Menyedihkan. Para orang-orang yang sudah tua memang terkadang egois. Kita berbuat salah sedikit saja dibentaknya minta ampun. Tidak hanya dilingkungan rumah tapi juga dilingkungan masyarakat dan sekolah. Padahal itu adalah salah satu protes kita pada kaum tua yang sedikit sekali mengerti akan jiwa para remaja yang masih memerlukan bimbingan.
Ah, ya, sobat. Sepertinya saya terlalu panjang menulis disini (atau tidak?). saya hanya ingin sekedar memberikan ajakan; mari kita menjadi manusia yang selalu berguna bagi nusa, bangsa, negar dan agama tetapi terutama untuk orang tua kita. Bagaimanapun juga, ya, bagaimanapun juga. Meskipun... Haha, salam semangat!

December 06, 2010

,
Hijriah adalah sistem penanggalan umat islam yang didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi berbeda dengan sistem penanggalan Masehi yang didasarkan pada peredaran matahari. Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 masehi. Seperti halnya kalender Masehi, kalender Hijriah pun mempunyai dua belas bulan. Selain menurut pada perhitungan pada saat itu, ketetapan ada dua belas bulan dalam kalender Hijriah juga didasarkan pada firman Allah SWT.
dalam QS. At Taubah ayat 36. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari). Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut.

Penentuan Tahun 1 Kalender Islam

Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad. Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558.
Nama-nama bulan dalam kalender Hijriah diantaranya; Muharram (30), Safar (29), Rabiul Awal  (30), Rabiul akhir (29), Jumadil Awal (30), Jumadill Akhir (29), Rajab (30), Sya'ban (29), Ramadhan, (30) Syawal  (29), Dzulkaidah (30), dan Dzulhijjah (29 dan 30 untuk tahun kabisat) dengan total jumlah hari 354 355 hari untuk tahun kabisat.
,

Mereka hanya pandai berkata bahwa hal seperti ini adalah salah dan yang seperti itu adalah benar. Mereka hanya pandai berucap bahwa kita tak boleh begitu dan harus begini. Mereka hanya pandai membual bahwa ia lebih baik dari kita dan kita tak lebih baik. Mereka hanya pandai berujar bahwa apa yang kita lakukan itu keliru dan yang orang lain lakukan itu benar. Mereka hanya pandai berkata; Menurut Al-Qur'an begini, menurut Al-Hadist begini, menurut undang-undang begini, menurut para ulama begini, menurut hakim begini, menurut guru besar begini, menurut orang pintar begini dan sikap kita yang begitu harus dibeginikan sedangkan ia yang berkata sikapnya tak dibeginikan meskipun sebenarnya begitu.



Menyebarluaskan apa yang kita ketahui dan membenarkan apa yang menurut ketentuan benar memang baik. Bahkan Tuhan segala agama pun menyuruh kita untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling menegur saat melakukan kesalahan.

Mengingatkan itu mudah, menegur apalagi. Menyuruh orang lain untuk berbuat kebaikan itu gampang tapi untuk melakukannya sendiri itu sulit. Perbuatan seperti inilah yang akhir-akhir ini menjadi penyakit di kalangan para pembesar. Entah itu para pembesar negara seperti presiden, perdana mentri, jajaran kabinetnya dan seluruh pemimpin lainnya sampai kepada rakyatnya yang merasa menjadi 'pemimpin'. Entah itu para pembesar agama -kecuali Nabi SAW- seperti kyai, ustadz, ulama, haji hingga pada para santrinya. Entah itu pembesar di dunia pendidikan seperti guru besar, dosen, kepala sekolah, guru SMA setingkat, guru SMP setingkat, guru SD setingkat hingga pada para muridnya yang biasa 'mengggurui'. Semuanya seakan hanya peduli pada nilai kebenaran dan kekeliruan yang ada pada tingkah laku seseorang yang selalu harus dijudge lain tanpa memperhatikan tingkahnya yang kadang lalai dari aturan dan kewajiban.

Ya, inilah saatnya untuk kita memperbaiki diri karena apa yang kita ucapkan harus selaras dengan apa yang kita lakukan. Apabila tidak, maka kita tak lebih dari seorang munafik.

Follow Us @soratemplates